bukamata.id – OpenAI mengungkapkan telah mencapai target pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu menjalankan tugas penelitian setara peneliti magang. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan agen AI yang dapat membantu pekerjaan riset dengan tetap berada di bawah pengawasan manusia.
Dalam laporan resminya, OpenAI menyebut sistem yang dikategorikan sebagai automated research intern mampu mengerjakan tugas penelitian yang terdefinisi dengan baik berdasarkan arahan manusia.
Kemampuan tersebut mencakup pekerjaan yang biasanya dapat menghabiskan waktu beberapa hari bagi peneliti berpengalaman. Meski demikian, sistem AI ini belum sepenuhnya bekerja secara mandiri karena masih membutuhkan pengawasan serta penilaian dari manusia.
OpenAI Capai Target Research Intern Otomatis
OpenAI mengatakan target automated research intern yang sebelumnya ditetapkan untuk September 2026 kini telah tercapai berdasarkan pengukuran internal perusahaan.
Pengembangan ini menjadi salah satu tahapan menuju sistem yang lebih canggih, yakni peneliti AI otomatis yang dapat membantu mempercepat proses penelitian.
OpenAI menilai penelitian AI otomatis berpotensi memberikan manfaat besar apabila dikembangkan secara bertanggung jawab dan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Namun, pencapaian target tersebut tidak berarti AI telah menggantikan peneliti manusia. Sistem yang dikembangkan masih berfungsi sebagai alat untuk menjalankan tugas penelitian tertentu berdasarkan arahan manusia.
Agen AI Makin Banyak Digunakan Peneliti OpenAI
Peningkatan kemampuan AI juga terlihat dari semakin banyaknya penggunaan coding agents di lingkungan penelitian OpenAI sepanjang 2026.
Perusahaan melaporkan bahwa pada pertengahan Agustus 2026, peneliti dengan tingkat penggunaan median telah menggunakan agen AI tersebut setiap hari.
Organisasi riset OpenAI juga mencatat penggunaan agen setara dengan 3,1 hari kerja agen untuk setiap satu hari kerja manusia, dengan perhitungan berdasarkan standar delapan jam kerja.
Agen AI digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membantu menulis kode, menjalankan eksperimen hingga mengerjakan tugas penelitian yang semakin kompleks.
Jumlah eksperimen per peneliti aktif pada Agustus 2026 juga disebut menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada Januari 2025.
OpenAI mengaitkan peningkatan tersebut dengan bertambahnya penggunaan Codex, meskipun perusahaan menyebut pertumbuhan kapasitas komputasi turut menjadi salah satu faktor.
Peneliti Manusia Masih Pegang Kendali
Meski penggunaan agen AI semakin luas, OpenAI menegaskan bahwa manusia masih memegang kendali dalam proses penelitian.
Peneliti manusia tetap bertugas menentukan prioritas riset, mengevaluasi ide dan hasil penelitian, serta memutuskan apakah suatu sistem perlu dikembangkan, dihentikan sementara atau diterapkan.
Kemampuan agen AI juga belum sepenuhnya mandiri. Dalam enam bulan terakhir, lebih dari separuh tugas berdurasi empat hingga delapan jam yang berhasil diselesaikan agen masih melibatkan sedikitnya satu kali intervensi manusia.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan AI belum menghilangkan kebutuhan terhadap peneliti manusia, terutama ketika agen menghadapi pekerjaan dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.
OpenAI Targetkan Peneliti AI Otomatis pada 2028
Setelah mencapai target research intern otomatis, OpenAI kini mengarahkan pengembangan menuju sistem yang lebih mampu, yaitu automated AI researcher.
Perusahaan menargetkan kemajuan menuju peneliti AI otomatis pada Maret 2028. Sistem tersebut dirancang untuk membantu mempercepat penelitian di bidang deep learning dan alignment dengan tetap berada di bawah pengawasan manusia.
OpenAI juga menekankan bahwa peningkatan kemampuan AI harus berjalan beriringan dengan peningkatan keselamatan dan alignment.
Perusahaan mengingatkan bahwa kemajuan kemampuan AI tidak selalu berarti kemajuan keselamatan akan berlangsung dengan kecepatan yang sama.
Dengan demikian, capaian automated research intern menjadi salah satu tonggak penting dalam perubahan pola penelitian AI. Agen AI kini mengambil porsi pekerjaan teknis yang semakin besar, tetapi manusia tetap menentukan arah penelitian, menilai hasil, serta memutuskan bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










