bukamata.id – Aplikasi pesan instan besutan Meta terus mematangkan benteng pertahanannya dari kejahatan siber. Usai diperkenalkan pada Agustus lalu, fitur proteksi anyar bertajuk Scam Alert kini resmi memasuki fase uji coba terbatas untuk para pengguna Android di jalur beta.
Mekanisme Kerja dan Opsi Tindakan
Berdasarkan laporan WABetaInfo mengenai pembaruan WhatsApp beta versi 2.26.34.1, mekanisme perlindungan ini dirancang untuk membaca indikasi kejanggalan pada obrolan secara otomatis.
- Deteksi Otomatis: Fitur ini langsung menganalisis pesan dari nomor asing yang terindikasi memakai pola manipulasi atau penipuan.
- Notifikasi Senyap: Peringatan bahaya akan dimunculkan di ruang obrolan tanpa memicu pemberitahuan atau memberikan sinyal kepada pihak pengirim.
- Respon Cepat: Pengguna punya akses langsung untuk memblokir sekaligus melaporkan kontak mencurigakan, atau memilih opsi pengirim aman apabila peringatan tersebut kurang tepat.
- Kemitraan Data: Untuk kontak yang ditandai aman, pengguna dapat mengirimkan sampel lima pesan terakhir secara sukarela demi membantu optimalisasi sistem presisi di masa depan.
Jaminan Privasi Lewat Pemrosesan Lokal
Pengoperasian fitur ini berada sepenuhnya di bawah kendali pengguna. Sistem tidak akan berjalan otomatis sebelum diaktifkan secara manual lewat setelan akun pada aplikasi.
Kendati memindai isi teks, sistem enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption) dipastikan tetap utuh. Seluruh pemrosesan teks memanfaatkan teknologi machine learning yang bekerja internal di dalam memori ponsel pengguna tanpa perlu mengirim data ke server luar.
“Tidak ada konten pesan yang keluar dari perangkat untuk diklasifikasikan, dan sistem juga tidak melaporkannya secara otomatis ke WhatsApp, Meta, atau siapa pun,” jelas Meta dalam keterangan resminya.
Sampai saat ini, Meta masih berfokus mengumpulkan masukan dari penguji beta dan belum membeberkan tanggal peluncuran resminya untuk pengguna umum di seluruh dunia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










