Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 17:35 WIB
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP

Senin, 26 Oktober 2026 17:30 WIB

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Senin, 26 Oktober 2026 17:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP
  • Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat
  • Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
  • Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Panas di Gedung Sate: Wagub Jabar Akui Ada Retak Hubungan dengan Sekda Herman

By Aga GustianaSenin, 30 Juni 2025 14:26 WIB3 Mins Read
Erwan Setiawan
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konflik internal di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kian mencuat ke permukaan. Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, yang dinilai telah melampaui batas kewenangannya sebagai pejabat birokrasi.

Dalam keterangannya kepada awak media di Gedung Sate, Senin (30/6/2025), Erwan tak menutupi adanya keretakan komunikasi bahkan ketidakharmonisan kerja antara dirinya dengan Sekda.

“Sebenarnya perlu dipahami, namanya sekretaris daerah itu mengkoordinir sekretariat daerah. Seharusnya Pak Sekda selalu ada di kantor. Pak Gubernur di lapangan, saya ke lapangan. Terus di sini Pak Sekda tinggal mengkoordinasi dengan para dinas terkait. Fokus kepada program-program kerja kita, fokus kepada Jabar Istimewa,” tegas Erwan.

Kekecewaan Erwan Memuncak

Puncak kekesalan Erwan dipicu oleh sejumlah keputusan strategis yang dilakukan tanpa koordinasi. Salah satunya terkait pelantikan kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar yang berlangsung tanpa sepengetahuannya.

“Saya sangat kecewa, ini akumulasi dari kekecewaan saya. Beberapa kali ada pelantikan kepala dinas, jangankan dilibatkan, diberitahu saja saya tidak,” ujar Erwan.

Baca Juga:  Tak Hanya Bantuan, Pemprov Jabar Fokus Bina PPKS agar Naik Kelas

Menurutnya, sebagai Wakil Gubernur, dirinya memiliki hak untuk menerima informasi dan dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan di tingkat birokrasi.

“Seharusnya seorang Sekda itu memberitahu. Minimal ngasih tahu lah, ‘Pak hari ini akan ada pelantikan.’ Tapi saya tidak pernah diinformasikan,” katanya.

“Peran Saya Diambil Alih”

Erwan juga menilai bahwa Herman telah mengambil alih peran-peran yang semestinya menjadi tugas Gubernur atau dirinya sebagai Wakil Gubernur. Ia menyayangkan sikap Sekda yang kerap turun langsung ke lapangan tanpa dasar koordinasi yang jelas.

“Tapi ya Sekda itu jangan seperti itu loh. Jangan ambil alih kerjaan orang. Sementara kerjaan sendiri gak dikerjakan,” kata Erwan. “Silakan serang lagi saya sekarang, saya gak takut,” tambahnya, menanggapi respons netizen yang membelanya.

Bahkan, dalam sebuah agenda kelulusan siswa militer di Rindam, Erwan menganggap kehadiran Sekda tak sesuai kewenangan.

“Itu bukan tempatnya seorang Sekda. Sudah di luar batas,” tegasnya.

Baca Juga:  Dukung Olahraga Jabar, MQ Iswara Bahas Perda dan Infrastruktur Keolahragaan

Pengakuan Terbuka: Ada Keretakan

Erwan tidak menutupi bahwa hubungannya dengan Herman memang memburuk. Ia mengaku jarang berinteraksi langsung meski ruang kerja mereka hanya dipisahkan satu lorong.

“Memang ada keretakan. Kenyataan, saya di ruang, Sekda di ruang sana satu lantai, saya ngelewat, tidak ada,” ujarnya sambil menunjuk ke arah ruang kerja Herman.

Bahkan, klaim Herman soal komunikasi langsung dengannya dibantah mentah-mentah.

“Demi Allah tidak ada sampai saat ini. Tidak ada mau telepon atau ngajak ketemu langsung. Tidak,” tegas Erwan. Ia pun menyebut peran dirinya dalam karier Herman di masa lalu. “Waktu dia mau jadi Sekda Sumedang, dia memelas tengah malam ke rumah saya. Saya tiga kali lobi bupati untuk terima dia,” ungkapnya.

Respons Gubernur dan Klarifikasi Herman

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat suara terkait konflik ini. Ia menyatakan penugasan dalam agenda-agenda penting dilakukan berdasarkan kebutuhan daerah dan kehormatan kepada tamu pusat.

“Kalau Menko datang, minimal harus didampingi Sekda. Itu bagian dari menghormati pemerintah pusat. Jadi bagi tugas,” kata Dedi saat menghadiri HUT Kota Cimahi ke-24, Sabtu (21/6/2025).

Baca Juga:  Guncang Dunia Pendidikan, Sekda Herman Harap Unwim Ciptakan Calon Pemimpin Pertanian

Ia pun membela Herman dan menyebut Sekda Jabar sebagai sosok eksekutor dan pemimpin lapangan.

“Sekda Jabar itu bukan hanya administratif. Dia berani, pasang badan, dan cerdas mengambil keputusan,” ucapnya.

Sementara itu, Herman sendiri menjelaskan ketidakhadirannya dalam rapat paripurna DPRD sebelumnya lantaran harus menjalankan tugas gubernur yang bersamaan waktunya.

“Patali jadwal Pak Gubernur sareng disposisi beliau, tiasa ditingal di update protokol,” jelasnya.

Konflik Terbuka di Tengah Sorotan Publik

Isu ini pertama kali mencuat dalam rapat paripurna DPRD Jabar, Kamis (19/6/2025), saat Erwan menyindir keras absennya Sekda dalam sidang-sidang penting.

“Selama saya paripurna mewakili Pak Gubernur, belum pernah saudara Sekda hadir. Sekarang pun di kantor nggak pernah ada,” ujar Erwan, disambut tepuk tangan anggota dewan.

Kini publik menanti langkah konkret dari Gubernur Dedi Mulyadi untuk menjembatani konflik terbuka antara dua tokoh penting di Pemprov Jabar itu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erwan Setiawan Herman Suryatman Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.