bukamata.id – Federasi Sepak Bola Laos (LFF) resmi meluncurkan penyelidikan mendalam atas dugaan praktik match fixing atau pengaturan skor yang melibatkan Tim Nasional Laos di ajang Piala AFF 2026. LFF bergerak cepat setelah performa tim nasionalnya hancur lebur sepanjang fase grup.
Melansir laporan SNS Sports, Laos terpuruk di dasar klasemen Grup B dengan rekor empat kekalahan beruntun. Dari empat laga tersebut, Laos hanya bisa menyumbang tiga gol dan kebobolan sebanyak 20 kali.
Catatan minor Laos diawali kekalahan 0-5 saat menghadapi Thailand, digilas Malaysia 0-4, takluk 1-4 dari Filipina, dan dihantam Myanmar dengan skor telak 2-7.
Deretan Kejanggalan di Lapangan
Perbedaan performa yang kontras dibanding edisi sebelumnya memicu kecurigaan besar dari jajaran pengurus LFF. Pada ajang lalu, Laos tampil sangat gigih dengan mampu menahan imbang Indonesia (3-3) dan Filipina (1-1), serta mengemas tujuh gol walau harus menelan kekalahan dari Vietnam (1-4) dan Myanmar (2-3).
Beberapa peristiwa janggal yang menjadi fokus pengamatan dalam investigasi kali ini meliputi:
- Dua Gol Bunuh Diri: Viengxay Sydavong membuat kesalahan fatal mencetak gol ke gawang sendiri saat bentrok dengan Malaysia dan Filipina.
- Hujan Kartu Merah Langsung: Phetdavanh Somsanith mengoleksi dua kartu merah langsung secara beruntun di laga pembuka melawan Thailand dan laga versus Filipina. Sementara Sayfon Keohanam juga diganjar kartu merah langsung ketika bertanding melawan Myanmar.
Lampu Hijau Investigasi Resmi
LFF telah mengajukan permohonan resmi kepada Ministry of Public Security pada 7 Agustus untuk mengusut tuntas indikasi kecurangan ini. Kementerian setempat memberikan izin penuh, sehingga proses penyelidikan hukum resmi berjalan.
Meski LFF tidak menyebutkan nama secara rinci dalam rilis resminya kepada publik, laporan New Straits Times mengungkapkan bahwa federasi telah mengantongi dan menyoroti empat nama pemain yang diduga kuat terlibat dalam skandal tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








