bukamata.id – Hari Raya Idul Adha semakin dekat. Bagi umat Muslim, ini adalah momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui ibadah kurban. Namun, di balik semangat tersebut, proses memilih hewan kurban memerlukan ketelitian ekstra agar ibadah yang dijalankan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan keberkahan.
Banyak orang terjebak hanya pada tampilan fisik yang besar. Padahal, aspek kesehatan dan usia hewan adalah poin krusial yang sering terabaikan. Berikut adalah panduan komprehensif bagi Anda yang tengah bersiap mencari hewan kurban terbaik tahun ini.
Memahami Kategori Hewan Kurban
Tidak semua hewan ternak bisa disembelih untuk kurban. Secara umum, masyarakat Indonesia memilih empat jenis ternak yang lazim digunakan:
- Sapi & Kerbau: Keduanya masuk dalam kategori hewan besar. Aturan kurban memperbolehkan satu ekor untuk kolektif maksimal tujuh orang. Sapi Bali, Limousin, hingga Peranakan Ongole adalah varian populer. Sementara kerbau, meski tidak seumum sapi, tetap sah dan memiliki tempat khusus di beberapa tradisi daerah.
- Kambing & Domba: Menjadi opsi favorit karena porsinya yang pas untuk kurban individu. Kambing seperti jenis Kacang atau Etawa, serta domba seperti jenis Garut, sering jadi incaran karena kemudahan perawatan dan kualitas dagingnya.
Syarat Syariat: Pastikan Ibadah Anda Sah
Selain jenis, pastikan hewan pilihan Anda memenuhi kriteria “mutlak” berikut:
- Usia yang Cukup: Ini syarat yang sering dilewatkan. Sapi atau kerbau harus sudah berusia minimal 2 tahun (masuk tahun ke-3). Untuk kambing, minimal 1 tahun (masuk tahun ke-2), dan domba minimal 1 tahun.
- Kondisi Fisik Prima: Hindari hewan yang buta, pincang, sakit, atau terlalu kurus hingga tulang rusuknya terlihat menonjol. Hewan harus dalam keadaan bugar.
- Kepemilikan Sah: Pastikan hewan diperoleh melalui transaksi yang halal. Hewan hasil sengketa atau cara yang batil akan membatalkan status kurban.
- Waktu Penyembelihan: Wajib dilaksanakan tepat setelah Salat Idul Adha hingga hari Tasyrik berakhir (13 Zulhijah sebelum matahari terbenam).
Tips Praktis Membeli Hewan Kurban di Lapak
Jangan sungkan untuk mengecek langsung kondisi hewan di lokasi penjualan. Berikut langkah-langkah untuk memastikan Anda tidak membeli “kucing dalam karung”:
- Cek SKKH: Selalu tanyakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari otoritas setempat. Ini adalah jaminan bahwa hewan tersebut telah lolos pemeriksaan medis.
- Lihat Kondisi Gigi (Poel): Lihat gigi depan hewan. Jika gigi susu sudah tanggal dan digantikan gigi permanen, itu tanda hewan sudah cukup umur.
- Perhatikan “Pancaindra”: Hewan sehat memiliki mata yang cerah (tidak keruh), hidung yang sedikit lembap (tidak ada ingus/lendir), serta tidak ada luka di area mulut.
- Cek Kulit dan Pergerakan: Pastikan bulunya tidak kusam atau rontok parah. Amati cara berjalannya; hewan yang sehat akan melangkah tegak dan tidak menunjukkan tanda pincang.
- Responsivitas: Pilih hewan yang lincah dan responsif saat didekati. Hewan yang cenderung pasif atau selalu menunduk bisa jadi sedang mengalami gangguan kesehatan.
Saran Ahli: Jangan membeli terlalu dekat dengan hari H jika memungkinkan, atau pilihlah penjual yang terpercaya. Lapak yang memiliki sertifikasi atau pengawasan dinas peternakan biasanya jauh lebih aman karena mereka menjaga kebersihan kandang dan status vaksinasi hewan ternaknya.
Dengan melakukan survei lebih awal dan teliti, Anda tidak hanya mendapatkan hewan dengan kualitas daging terbaik, tetapi juga ketenangan hati dalam menunaikan kewajiban ibadah kurban.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









