bukamata.id – Kasus hilangnya tujuh sepeda motor milik penonton konser di kawasan Tritan Point, Kota Bandung, masih terus didalami pihak kepolisian Polrestabes Bandung. Terbaru, pengelola parkir di lokasi acara tersebut akan diperiksa untuk mengungkap dugaan kelalaian dalam sistem pengelolaan parkir.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengatakan pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui secara detail mekanisme pelayanan parkir saat acara konser berlangsung.
“Kami juga akan melakukan pemeriksaan kepada pengelola parkir untuk mengetahui mekanisme atau bagaimana cara mereka memberikan pelayanan kepada orang yang parkir di sana,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Polisi Dalami SOP dan Legalitas Pengelola Parkir
Selain mekanisme operasional, polisi juga akan menelusuri legalitas dan standar operasional prosedur (SOP) pengelola parkir di area konser tersebut. Dugaan awal menyebut adanya ketidaksesuaian penerapan SOP di lapangan.
Anton menegaskan, seluruh aspek akan diperiksa secara mendalam, termasuk tanggung jawab pengelola parkir terhadap hilangnya kendaraan milik penonton.
“Nanti akan kami periksa lebih mendalam terkait legalitasnya, SOP-nya, dan hal-hal lain yang akan kami pertanyakan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan tarif parkir yang mencapai Rp10 ribu, pengelola seharusnya memiliki sistem pengawasan yang memadai untuk menjamin keamanan kendaraan.
“Setidaknya kami berharap ada tanggung jawab kepada korban yang motornya hilang,” ujarnya.
Kronologi Hilangnya 7 Motor Saat Konser di Tritan Point
Sebelumnya, konser musik di Tritan Point, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada Sabtu, 30 Mei 2026, berubah menjadi peristiwa mengejutkan bagi sejumlah pengunjung. Tujuh sepeda motor dilaporkan hilang meski telah diparkir di area resmi yang disediakan panitia.
Salah satu korban, Najhan Muzakki (23), warga Buahbatu, mengatakan seluruh korban telah memarkirkan kendaraan di lokasi resmi dan menerima tiket parkir saat masuk area konser.
“Kami semua korban yang tujuh orang sudah dapat tiket parkir dan parkir di tempat resmi,” ujarnya.
Namun saat konser selesai, kendaraan milik tujuh korban tersebut sudah tidak ditemukan di lokasi parkir.
Motor Diduga Hilang Meski Area Parkir Resmi
Najhan mengungkapkan bahwa aparat sempat mengamankan sejumlah motor yang tidak mengunci stang, namun kendaraan milik tujuh korban bukan termasuk di dalamnya.
Ia juga menuturkan bahwa sebagian korban bahkan sempat meninggalkan kunci motor di kendaraan, tetapi tetap merasa pihak pengelola parkir harus bertanggung jawab karena area tersebut resmi dan berbayar.
Selain itu, korban juga menyoroti minimnya pengawasan petugas saat arus keluar kendaraan dari lokasi konser.
Laporan Kehilangan Sudah Dibuat, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Usai kejadian, para korban langsung melaporkan insiden tersebut ke pos polisi sekitar lokasi dan kemudian diarahkan ke Polsek Panyileukan untuk membuat laporan resmi.
Salah satu korban bahkan sempat melacak motornya menggunakan GPS pada hari berikutnya, namun kendaraan tersebut sudah tidak ditemukan saat petugas dan korban mendatangi lokasi.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab hilangnya tujuh motor tersebut, termasuk kemungkinan adanya kelalaian pengelola parkir atau faktor lainnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










