bukamata.id – Pemerintah Kecamatan Majalaya memprioritaskan penguatan tanggul darurat Sungai Cisunggalah pascajebol yang memicu banjir di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kabupaten Bandung.
Camat Majalaya Rofiran mengatakan, langkah tersebut menjadi fokus utama untuk mengantisipasi potensi luapan susulan jika curah hujan kembali tinggi.
Rofiran menjelaskan, tanggul yang jebol diperkirakan memiliki lebar awal sekitar lima hingga enam meter.
Ia menyebut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah turun melakukan asesmen lapangan.
“BBWS sudah melakukan pengecekan langsung. Insyaallah penanganan sementara akan dilakukan menggunakan geobag dan penguatan tanggul darurat,” ujarnya saat ditemui.
Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait berupaya menahan potensi kerusakan yang lebih luas.
Ia menambahkan, penguatan sementara juga disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan tanggul semakin melebar.
“Kita antisipasi supaya tidak bertambah lebar dan untuk mengurangi risiko luapan kembali,” katanya.
Rofiran menuturkan, banjir yang terjadi pada Kamis (12/2/2026) dini hari itu berdampak pada ratusan kepala keluarga di wilayah RW 01 dengan empat RT terdampak langsung.
Dari hasil asesmen awal, lima rumah mengalami rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya satu sampai dua warga mengalami luka ringan dan sudah ditangani Puskesmas Majalaya bersama jajaran Adimkes,” ungkapnya.
Selain penguatan tanggul, pemerintah kecamatan juga memfokuskan pada percepatan pemulihan lingkungan. Rofiran mengatakan, pembersihan lumpur dilakukan secara gotong royong melibatkan TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, relawan dan masyarakat.
“Saat ini seluruh unsur bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang masuk ke rumah dan menutup akses jalan,” katanya.
Ia menambahkan, empat armada truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup telah diterjunkan untuk membantu pengangkutan material lumpur.
Bantuan logistik seperti makanan siap saji, mi instan, beras serta alat kebersihan juga telah disalurkan melalui pemerintah desa.
“Logistik sudah ada di kantor desa dan sedang didistribusikan kepada warga terdampak,” ujarnya.
Rofiran juga menjelaskan, tidak ada posko pengungsian terpusat karena sebagian besar warga memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang lokasinya berdekatan.
“Warga sementara mengungsi di rumah keluarga terdekat, jadi tidak ada titik pengungsian khusus,” katanya.
Ia memastikan asesmen kerusakan rumah telah diverifikasi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) dan kini menunggu arahan kebijakan lanjutan untuk penanganan pascabencana.
Hingga siang, genangan air dilaporkan telah surut, namun proses pembersihan sisa lumpur masih berlangsung di sejumlah titik. Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan sembari menunggu penguatan tanggul selesai dilakukan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











