Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

Sabtu, 17 Oktober 2026 01:00 WIB

100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?

Jumat, 16 Oktober 2026 21:01 WIB

Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan

Jumat, 16 Oktober 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
  • 3 Wakil Indonesia Berburu Semifinal Denmark Open 2026, Putri KW Hadapi Penguasa China
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pascabanjir Cisunggalah, Penguatan Tanggul Darurat Jadi Prioritas Cegah Luapan Susulan

By SusanaKamis, 12 Februari 2026 14:00 WIB2 Mins Read
Banjir melanda Kampung Bojong Keusik, RT 01, 02, 03 RW 01, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, dipicu jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah akibat tingginya debit air pada Kamis (12/2/2026) dini hari. Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kecamatan Majalaya memprioritaskan penguatan tanggul darurat Sungai Cisunggalah pascajebol yang memicu banjir di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kabupaten Bandung.

Camat Majalaya Rofiran mengatakan, langkah tersebut menjadi fokus utama untuk mengantisipasi potensi luapan susulan jika curah hujan kembali tinggi.

Rofiran menjelaskan, tanggul yang jebol diperkirakan memiliki lebar awal sekitar lima hingga enam meter.

Ia menyebut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah turun melakukan asesmen lapangan.

“BBWS sudah melakukan pengecekan langsung. Insyaallah penanganan sementara akan dilakukan menggunakan geobag dan penguatan tanggul darurat,” ujarnya saat ditemui.

Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait berupaya menahan potensi kerusakan yang lebih luas.

Ia menambahkan, penguatan sementara juga disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan tanggul semakin melebar.

“Kita antisipasi supaya tidak bertambah lebar dan untuk mengurangi risiko luapan kembali,” katanya.

Rofiran menuturkan, banjir yang terjadi pada Kamis (12/2/2026) dini hari itu berdampak pada ratusan kepala keluarga di wilayah RW 01 dengan empat RT terdampak langsung.

Dari hasil asesmen awal, lima rumah mengalami rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya satu sampai dua warga mengalami luka ringan dan sudah ditangani Puskesmas Majalaya bersama jajaran Adimkes,” ungkapnya.

Selain penguatan tanggul, pemerintah kecamatan juga memfokuskan pada percepatan pemulihan lingkungan. Rofiran mengatakan, pembersihan lumpur dilakukan secara gotong royong melibatkan TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, relawan dan masyarakat.

“Saat ini seluruh unsur bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang masuk ke rumah dan menutup akses jalan,” katanya.

Ia menambahkan, empat armada truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup telah diterjunkan untuk membantu pengangkutan material lumpur.

Bantuan logistik seperti makanan siap saji, mi instan, beras serta alat kebersihan juga telah disalurkan melalui pemerintah desa.

“Logistik sudah ada di kantor desa dan sedang didistribusikan kepada warga terdampak,” ujarnya.

Rofiran juga menjelaskan, tidak ada posko pengungsian terpusat karena sebagian besar warga memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang lokasinya berdekatan.

“Warga sementara mengungsi di rumah keluarga terdekat, jadi tidak ada titik pengungsian khusus,” katanya.

Ia memastikan asesmen kerusakan rumah telah diverifikasi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) dan kini menunggu arahan kebijakan lanjutan untuk penanganan pascabencana.

Hingga siang, genangan air dilaporkan telah surut, namun proses pembersihan sisa lumpur masih berlangsung di sejumlah titik. Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan sembari menunggu penguatan tanggul selesai dilakukan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.