Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat

Minggu, 23 Agustus 2026 20:07 WIB

Dari Sopir Perusahaan hingga ‘Bestie’ Jackie Chan, Perjalanan Karier Iko Uwais Tembus Panggung Film Dunia

Minggu, 23 Agustus 2026 19:53 WIB

Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap

Minggu, 23 Agustus 2026 18:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat
  • Dari Sopir Perusahaan hingga ‘Bestie’ Jackie Chan, Perjalanan Karier Iko Uwais Tembus Panggung Film Dunia
  • Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap
  • Jangan Salah! Ini Cara Cek PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Status Bansos hingga Desil DTSEN
  • Bukan Sekadar Menang! Saddil Ramdani Beberkan Misi Besar Persib vs Manila Digger
  • Bukan Asli Ajaran Nabi? Konser Diberi Izin Tapi Maulid Dilarang, Ada Apa dengan Arab Saudi?
  • Jelang Muktamar NU ke-35, PKB Kabupaten Bandung Gelar Mujahadah dan Tirakat Politik
  • 72 Ribu Hektare Lebih Dilalap Api! Ini Daftar Wilayah dengan Karhutla Terluas di Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 23 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pascabanjir Cisunggalah, Penguatan Tanggul Darurat Jadi Prioritas Cegah Luapan Susulan

By SusanaKamis, 12 Februari 2026 14:00 WIB2 Mins Read
Banjir melanda Kampung Bojong Keusik, RT 01, 02, 03 RW 01, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, dipicu jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah akibat tingginya debit air pada Kamis (12/2/2026) dini hari. Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kecamatan Majalaya memprioritaskan penguatan tanggul darurat Sungai Cisunggalah pascajebol yang memicu banjir di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kabupaten Bandung.

Camat Majalaya Rofiran mengatakan, langkah tersebut menjadi fokus utama untuk mengantisipasi potensi luapan susulan jika curah hujan kembali tinggi.

Rofiran menjelaskan, tanggul yang jebol diperkirakan memiliki lebar awal sekitar lima hingga enam meter.

Ia menyebut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah turun melakukan asesmen lapangan.

“BBWS sudah melakukan pengecekan langsung. Insyaallah penanganan sementara akan dilakukan menggunakan geobag dan penguatan tanggul darurat,” ujarnya saat ditemui.

Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait berupaya menahan potensi kerusakan yang lebih luas.

Ia menambahkan, penguatan sementara juga disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan tanggul semakin melebar.

“Kita antisipasi supaya tidak bertambah lebar dan untuk mengurangi risiko luapan kembali,” katanya.

Rofiran menuturkan, banjir yang terjadi pada Kamis (12/2/2026) dini hari itu berdampak pada ratusan kepala keluarga di wilayah RW 01 dengan empat RT terdampak langsung.

Dari hasil asesmen awal, lima rumah mengalami rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya satu sampai dua warga mengalami luka ringan dan sudah ditangani Puskesmas Majalaya bersama jajaran Adimkes,” ungkapnya.

Selain penguatan tanggul, pemerintah kecamatan juga memfokuskan pada percepatan pemulihan lingkungan. Rofiran mengatakan, pembersihan lumpur dilakukan secara gotong royong melibatkan TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, relawan dan masyarakat.

“Saat ini seluruh unsur bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang masuk ke rumah dan menutup akses jalan,” katanya.

Ia menambahkan, empat armada truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup telah diterjunkan untuk membantu pengangkutan material lumpur.

Bantuan logistik seperti makanan siap saji, mi instan, beras serta alat kebersihan juga telah disalurkan melalui pemerintah desa.

“Logistik sudah ada di kantor desa dan sedang didistribusikan kepada warga terdampak,” ujarnya.

Rofiran juga menjelaskan, tidak ada posko pengungsian terpusat karena sebagian besar warga memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang lokasinya berdekatan.

“Warga sementara mengungsi di rumah keluarga terdekat, jadi tidak ada titik pengungsian khusus,” katanya.

Ia memastikan asesmen kerusakan rumah telah diverifikasi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) dan kini menunggu arahan kebijakan lanjutan untuk penanganan pascabencana.

Hingga siang, genangan air dilaporkan telah surut, namun proses pembersihan sisa lumpur masih berlangsung di sejumlah titik. Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan sembari menunggu penguatan tanggul selesai dilakukan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat

Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Salah! Ini Cara Cek PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Status Bansos hingga Desil DTSEN

Bukan Asli Ajaran Nabi? Konser Diberi Izin Tapi Maulid Dilarang, Ada Apa dengan Arab Saudi?

Jelang Muktamar NU ke-35, PKB Kabupaten Bandung Gelar Mujahadah dan Tirakat Politik

72 Ribu Hektare Lebih Dilalap Api! Ini Daftar Wilayah dengan Karhutla Terluas di Indonesia

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.