Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pakai Akun IKD, Begini Alur Pembaruan Profil Penerima Bansos 2027 Lewat HP

Sabtu, 24 Oktober 2026 06:00 WIB
Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Sabtu, 24 Oktober 2026 05:00 WIB

Bangga! Jajanan Kaki Lima Bandung Ini Jadi Gorengan Terbaik Kedua di Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pakai Akun IKD, Begini Alur Pembaruan Profil Penerima Bansos 2027 Lewat HP
  • BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP
  • Bangga! Jajanan Kaki Lima Bandung Ini Jadi Gorengan Terbaik Kedua di Dunia
  • Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya
  • Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar
  • Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya
  • Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PBB Pantau Demo di Indonesia, Dugaan Pelanggaran HAM Jadi Sorotan

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 02:00 WIB2 Mins Read
Demo Jakarta
Ilustrasi, Demo Jakarta. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti gelombang unjuk rasa yang berakhir ricuh di berbagai wilayah Indonesia. Melalui Kantor Hak Asasi Manusia (OHCHR), PBB menyerukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat selama penanganan aksi.

“Kami menyerukan investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia (HAM) internasional, termasuk yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan,” ujar juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasani, dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui situs PBB, Selasa (2/9/2025).

PBB Pantau Protes Nasional

PBB menegaskan akan terus memantau dinamika protes nasional yang dipicu berbagai isu, mulai dari tunjangan parlemen, kebijakan penghematan, hingga dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan.

“Memantau dengan saksama serangkaian tindak kekerasan di Indonesia dalam konteks protes nasional atas tunjangan parlemen, langkah-langkah penghematan, dan dugaan penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional oleh aparat keamanan,” jelas Shamdasani.

Baca Juga:  Bonus Rp1 Miliar dari Dedi Mulyadi Jadi Penyemangat Persib Bandung

Pentingnya Dialog Publik

Selain itu, PBB menekankan pentingnya pemerintah Indonesia mengutamakan dialog untuk meredam keresahan publik.

“Kami menekankan pentingnya dialog untuk mengatasi kekhawatiran publik,” cetusnya.

Kebebasan Sipil dan HAM

OHCHR juga mengingatkan bahwa kebebasan sipil harus tetap dijunjung tinggi, terutama di tengah situasi yang tegang.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Kabupaten/Kota Hapus Tunggakan PBB Warga

“Otoritas berwenang harus menjunjung tinggi hak berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi sambil menjaga ketertiban, sesuai dengan norma dan standar internasional,” ujar Shamdasani.

Ketaatan Aparat Keamanan pada Aturan Internasional

Ia menambahkan, aparat keamanan wajib mematuhi aturan internasional terkait penggunaan kekuatan, termasuk saat militer dikerahkan dalam penegakan hukum.

“Seluruh aparat keamanan, termasuk militer ketika dikerahkan dalam kapasitas penegakan hukum, harus mematuhi prinsip-prinsip dasar tentang penggunaan kekuatan dan senjata api oleh aparat penegak hukum,” imbaunya.

Baca Juga:  Farhan Pertimbangkan Kenaikan Pajak Restoran dan PBB di Kota Bandung, Tapi Tak Ingin Bebani Warga

Peran Media dalam Situasi Tegang

Shamdasani juga menyoroti peran media dalam situasi yang penuh ketegangan ini.

“Penting agar media diizinkan untuk melaporkan peristiwa secara bebas dan independen,” tandasnya.

Dampak Gelombang Unjuk Rasa

Gelombang unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir telah menelan korban jiwa. Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dalam kericuhan di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kericuhan PBB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.