Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Rabu, 12 Agustus 2026 08:20 WIB

PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen

Rabu, 12 Agustus 2026 08:17 WIB
Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Rabu, 12 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg
  • PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya
  • PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos
  • Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat
  • Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!
  • Klaim Skin Senjata dan Bundel Gratis! Daftar Kode Redeem FF Terbaru Rabu 12 Agustus 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PBB Pantau Demo di Indonesia, Dugaan Pelanggaran HAM Jadi Sorotan

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 02:00 WIB2 Mins Read
Demo Jakarta
Ilustrasi, Demo Jakarta. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti gelombang unjuk rasa yang berakhir ricuh di berbagai wilayah Indonesia. Melalui Kantor Hak Asasi Manusia (OHCHR), PBB menyerukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat selama penanganan aksi.

“Kami menyerukan investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia (HAM) internasional, termasuk yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan,” ujar juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasani, dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui situs PBB, Selasa (2/9/2025).

PBB Pantau Protes Nasional

PBB menegaskan akan terus memantau dinamika protes nasional yang dipicu berbagai isu, mulai dari tunjangan parlemen, kebijakan penghematan, hingga dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan.

“Memantau dengan saksama serangkaian tindak kekerasan di Indonesia dalam konteks protes nasional atas tunjangan parlemen, langkah-langkah penghematan, dan dugaan penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional oleh aparat keamanan,” jelas Shamdasani.

Pentingnya Dialog Publik

Selain itu, PBB menekankan pentingnya pemerintah Indonesia mengutamakan dialog untuk meredam keresahan publik.

“Kami menekankan pentingnya dialog untuk mengatasi kekhawatiran publik,” cetusnya.

Kebebasan Sipil dan HAM

OHCHR juga mengingatkan bahwa kebebasan sipil harus tetap dijunjung tinggi, terutama di tengah situasi yang tegang.

“Otoritas berwenang harus menjunjung tinggi hak berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi sambil menjaga ketertiban, sesuai dengan norma dan standar internasional,” ujar Shamdasani.

Ketaatan Aparat Keamanan pada Aturan Internasional

Ia menambahkan, aparat keamanan wajib mematuhi aturan internasional terkait penggunaan kekuatan, termasuk saat militer dikerahkan dalam penegakan hukum.

“Seluruh aparat keamanan, termasuk militer ketika dikerahkan dalam kapasitas penegakan hukum, harus mematuhi prinsip-prinsip dasar tentang penggunaan kekuatan dan senjata api oleh aparat penegak hukum,” imbaunya.

Peran Media dalam Situasi Tegang

Shamdasani juga menyoroti peran media dalam situasi yang penuh ketegangan ini.

“Penting agar media diizinkan untuk melaporkan peristiwa secara bebas dan independen,” tandasnya.

Dampak Gelombang Unjuk Rasa

Gelombang unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir telah menelan korban jiwa. Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dalam kericuhan di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aparat keamanan Hak Asasi Manusia kebebasan sipil kericuhan OHCHR PBB pelanggaran HAM protes nasional Ravina Shamdasani unjuk rasa Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.