bukamata.id – Masa depan ekonomi Jawa Barat kini tertuju pada koridor utara. Proyek ambisius Kawasan Rebana tengah dipacu untuk menjadi magnet investasi baru yang akan mengubah wajah tujuh wilayah strategis: Subang, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Sumedang, serta Cirebon Raya.
Kawasan ini bukan sekadar coretan di atas kertas. Keberadaan infrastruktur “raksasa” seperti Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Patimban menjadi fondasi utama yang membuat Rebana punya daya saing global. Hal ini terungkap dalam diskusi strategis antara DPRD Jawa Barat dengan Badan Pengelola Kawasan Rebana yang kini dinakhodai oleh sosok inspiratif, Helmy Yahya.
Strategi Bisnis: Dari Anggaran Negara ke Kemandirian
Helmy Yahya, selaku Kepala Pelaksana, memaparkan visi besar untuk mentransformasi tata kelola kawasan ini. Agar lebih lincah dan kompetitif, muncul wacana untuk mengelola Rebana dalam bentuk badan usaha. Langkah ini dinilai strategis agar pengembangan tidak terus-menerus membebani APBN atau APBD.
“Insyaallah ini akan menjadi proyek pengembangan besar. Kita punya semua potensi, ada Bandara Kertajati dan juga Pelabuhan Patimban,” ujar Helmy, Senin (16/3/2026).
Melalui skema badan usaha, kolaborasi business-to-business (B2B) akan lebih fleksibel.
“Kalau menjadi badan usaha akan lebih mudah karena bisa berjalan secara business to business dan tidak menjadi beban pemerintah. Dari sana juga bisa menghasilkan PNBP atau penerimaan negara bukan pajak dari jasa yang diberikan,” tambah Helmy.
DPRD Jabar: Jangan Lupakan Pembangunan Manusia
Meski infrastruktur tampak megah, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, memberikan catatan krusial. Ia menegaskan bahwa industrialisasi tidak boleh meninggalkan masyarakat lokal. Baginya, teknologi dan bangunan fisik harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Buky menekankan bahwa warga sekitar harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.
“Sebagai wakil DPRD, tentu kami memiliki harapan besar terhadap pengembangan kawasan ini. Namun yang paling penting adalah tetap memperhatikan aspek sosial. Presiden telah merancang pengembangan kawasan di wilayah tersebut, sehingga sumber daya manusianya juga harus dipersiapkan terlebih dahulu melalui berbagai pelatihan dan pendidikan. Saya ingin ada keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan pembangunan kemampuan masyarakatnya,” tegas Buky.
Komitmen untuk Kesejahteraan Merata
DPRD Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini selama muara akhirnya adalah peningkatan taraf hidup masyarakat di wilayah utara. Buky memastikan pihak legislatif akan mengawal setiap kebijakan agar pro-investasi namun tetap berbasis kerakyatan.
“Pada prinsipnya DPRD Jawa Barat tentu akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Karena pada akhirnya tujuan kita sama, yaitu memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara infrastruktur kelas dunia, pengelolaan profesional, dan penguatan SDM lokal, Kawasan Rebana diprediksi akan menjadi lokomotif utama yang membawa ekonomi Jawa Barat melesat di level nasional maupun global.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










