Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pria Menonton Sendirian di Kamar

Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda

Minggu, 29 Maret 2026 01:00 WIB

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemerintahan Prabowo-Gibran Harus Batasi Import, LP3ES: Bahan Baku Kita Sudah Kaya

By Putra JuangSabtu, 27 Juli 2024 11:28 WIB2 Mins Read
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Fahmi Wibawa. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tantangan bangsa Indonesia dalam sektor industrial dibawah pimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka perlu kiranya membatasi kebijakan import.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Fahmi Wibawa dalam kegiatan Sekolah Demokrasi bertajuk ‘Tantangan Industrialisasi di Era Prabowo-Gibran’ melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/7/2024).

“Di era Prabowo-Gibran nanti itu tantangan yang harus diselesaikan adalah bahwa kita perlu kembali lagi membatasi import,” ucap Fahmi.

Menurutnya, pembatasan import ini sangat penting untuk menjadikan Indonesia sebagai kreator, sehingga tidak menjadi negara yang hanya mengkonsumsi saja.

Baca Juga:  Satpol PP Garut Periksa Anggotanya yang Beri Dukungan untuk Gibran

“Ini penting sekali, supaya mentalitas kita bukan mentalitas yang mengambil jalan pintas. Kerena kalau mengambil jalan pintas kita tidak punya sumber untuk mengoptimalkan bahan-bahan baku yang memang sudah kaya kita miliki,” jelasnya.

“Kalau kita dinina bobokan bahwa kita punya sekian banyak bahan mentah, bahan alam yang kaya namun kemudian orang lain yang memanfaatkan maka kita akan sekedar menjadi penonton,” tambahnya.

Baca Juga:  Dilepas Presiden, Ratusan Jemaah Haji Sukabumi Nikmati Layanan Premium dan Fast Track

Fahmi memastikan, pembatasan import ini pun tidak melanggar kebijakan World Trade Organization (WTO). Justru, WTO akan melindungi negara-negara yang melindungi industrinya dari pengaruh luar.

“Jadi WTO masih memberikan kesempatan negara-negara yang mengembangkan industri dan industrinya itu strategis buat negara yang bersangkutan, untuk tidak diganggu atau dirusak oleh negara lain,” ungkapnya.

“Jadi kalau ada yang mengkritik kalau kita misalnya membatasi import, kita akan melanggar WTO itu tidak benar. Ada klausul di WTO yang menyebutkan bahwa negara yang bersangkutan bisa melindungi industrinya selagi industrinya itu memang berhubungan dengan aspek strategis,” sambungnya.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Dapat Hadiah Jam Mewah dari Presiden Prabowo Usai Kalahkan China

Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran nanti untuk membuka keran import dengan dalih untuk memenuhi daya beli negara.

“Jadi kedepan kebijakan ini meski tidak gampang membuka keran import bahwa kemudian dengan alasan untuk memenuhi daya beli kita, alasan untuk memenuhi kebutuhan, saya kira itu tidak lagi relevan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gibran Rakabuming Raka import LP3ES Prabowo Subianto Tantangan Industrialisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.