Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026 17:15 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Rabu, 12 Agustus 2026 16:33 WIB

Persib Geber Latihan di Bali, Danijel Loncar Siap Debut Bersama Maung Bandung

Rabu, 12 Agustus 2026 16:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan
  • Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya
  • Persib Geber Latihan di Bali, Danijel Loncar Siap Debut Bersama Maung Bandung
  • Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?
  • Gara-gara Tantang Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras, Rumah MC di Bekasi Digeruduk Warga
  • Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?
  • Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur
  • Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Finalisasi Evaluasi Tambang Bogor, Keputusan di Tangan Gubernur Dedi Mulyadi

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 9 Februari 2026 18:42 WIB2 Mins Read
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pekerja dan pelaku usaha tambang Kabupaten Bogor menggelar audiensi di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (9/2/2026), guna membahas peluang dibukanya kembali aktivitas pertambangan yang sebelumnya ditutup sementara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa seluruh aspirasi dari para pekerja dan pelaku usaha tambang telah ditampung oleh Pemprov Jabar. Saat ini, pemerintah daerah tengah memfinalisasi hasil evaluasi dan kajian akademis sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Sekarang sedang tahap finalisasi. Secepatnya akan kami laporkan ke Pak Gubernur. Nanti beliau yang akan mengambil keputusan seperti apa,” ujar Herman.

Ia menjelaskan, kajian tersebut melibatkan sejumlah akademisi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasil kajian itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam menentukan langkah selanjutnya.

Berdasarkan evaluasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Herman mengungkapkan bahwa terdapat 47 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Bogor yang berpotensi kembali beroperasi, sementara 29 IUP lainnya direkomendasikan untuk dihentikan.

“Nanti hasil akhirnya akan disampaikan secepatnya. Untuk tambang yang ilegal, tentu akan kita hentikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Herman menambahkan, sebelum tambang kembali diizinkan beroperasi, perusahaan wajib memenuhi sejumlah persyaratan ketat, mulai dari rencana anggaran, ketersediaan tenaga ahli tambang, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), hingga rencana reklamasi.

“Karena pertambangan ini berisiko tinggi, maka semua ketentuan harus benar-benar dipenuhi,” ujarnya.

Di sisi lain, Herman menyebutkan Pemprov Jabar bersama Kementerian ESDM akan melakukan introspeksi, khususnya dalam hal pembinaan dan pengawasan sektor pertambangan.

“Ke depan, kita bukan hanya memberi teguran atau penindakan, tetapi juga memperkuat pembinaan dan pengawasan. Ini momentum perbaikan tata kelola pertambangan,” katanya.

Terkait masyarakat yang terdampak penutupan sementara tambang di Kabupaten Bogor, Herman memastikan Pemprov Jabar telah menyalurkan kompensasi kepada warga di tiga kecamatan, yakni Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini puluhan miliar rupiah telah dikucurkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial pemerintah selama masa transisi.

“Bantuan tahap pertama tahun 2025 diberikan kepada 2.938 warga sebesar Rp9,4 miliar. Kemudian pada tahun 2026, sebanyak 9.678 warga menerima bantuan lebih dari Rp29 miliar. Ini untuk membantu masyarakat mencukupi kebutuhan selama masa transisi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ESDM Jawa Barat Evaluasi Tambang gubernur dedi mulyadi Herman Suryatman Industri Tambang IUP Kabupaten Bogor Kompensasi Warga Bogor Pemprov Jawa Barat Pengawasan Pertambangan Tambang Bogor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Gara-gara Tantang Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras, Rumah MC di Bekasi Digeruduk Warga

Presiden Prabowo Subianto.

Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?

Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur

Sumur Perkampungan Kering Total, Ratusan KK di Tasikmalaya Menjerit Krisis Air Bersih

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.