bukamata.id – Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjadi sorotan publik setelah video dirinya memprotes keterlambatan penerbangan Super Air Jet viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, di tengah penantian penumpang yang tertunda selama lebih dari 10 jam.
Dalam video yang beredar luas, Ridwan Kamil terlihat berdiri di depan petugas bandara, menyuarakan keluhan dan mempertanyakan tanggung jawab atas penundaan panjang tersebut. Di sekitar lokasi, sejumlah penumpang turut menyuarakan keresahan mereka, menciptakan suasana yang tegang dan penuh desakan.
Penundaan Berlarut hingga Pembatalan Mendadak
Pengacara Ridwan Kamil, Muslim Jaya Butar Butar, memaparkan kronologi lengkap insiden tersebut. Menurutnya, kliennya dijadwalkan terbang dari Denpasar menuju Jakarta menggunakan maskapai Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 745 pada pukul 21.30 WITA.
Namun, jadwal tersebut mengalami perubahan beberapa kali. “Pesawat Super Air Jet IU 745 jadwal 21.30 DPS-CGK. Tiba-tiba diundur ke jam 23.45 WIB. Diundur lagi ke jam 01.30 WIB,” ungkap Muslim dalam keterangannya kepada media.
Keterlambatan tersebut belum menjadi akhir. Penerbangan yang semula hanya tertunda, akhirnya dibatalkan secara sepihak. “Tiba-tiba diumumkan pesawat dibatalkan, akan berangkat jam 08.00 WIB esok harinya. Total delay 10 jam,” lanjutnya.
Alasan Teknis Disorot Penumpang
Muslim menjelaskan, pihak bandara menyebut proses overlay atau pengaspalan landasan pacu sebagai penyebab pembatalan. Pengerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 02.00 hingga 07.00 WIB, sehingga tidak memungkinkan pesawat lepas landas.
Namun, alasan tersebut dipertanyakan. “Padahal pesawat ada dan siap berangkat,” ujar Muslim. Ia menambahkan bahwa banyak penumpang merasa janggal, sebab pengerjaan pengaspalan dianggap bisa ditunda demi keberangkatan ratusan orang yang telah menunggu.
“Penumpang protes, kenapa ngaspal jalan nggak ditunda aja sejam, demi ratusan penumpang bisa terbang. Karena pesawat sudah siap,” tambahnya.
Ridwan Kamil Diminta Lobi Pimpinan Bandara
Kekecewaan mendalam juga membuat para penumpang meminta Ridwan Kamil untuk menjadi juru bicara dan melobi pihak bandara. Namun, upaya tersebut tidak mendapat tanggapan dari manajemen.
“Saya tiba-tiba diminta para penumpang untuk membantu melobi pihak pimpinan bandara. Tapi manajer bandara tidak mau memberi kami bicara ke pimpinannya. Itu inti protes kemarin. Ada yang gagal ujian, gagal transit, gagal meeting, dan lain-lain,” ucap Ridwan Kamil melalui pernyataan yang disampaikan oleh pengacaranya.
Ia juga menyoroti kurangnya akses komunikasi antara penumpang dan pihak teknis. “Dan pihak teknis bandara tidak memberi akses penumpang untuk bicara ke pimpinan bandara dan pilot pesawat yang stand by,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











