Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Sabtu, 28 Maret 2026 05:00 WIB

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Sabtu, 28 Maret 2026 04:00 WIB
Persib Bandung

Persib Wajib Waspada! Guillermo Fernandez Siap Jadi Mimpi Buruk di Padang

Sabtu, 28 Maret 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?
  • Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah
  • Persib Wajib Waspada! Guillermo Fernandez Siap Jadi Mimpi Buruk di Padang
  • Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?
  • AWAS JEBAKAN! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Umpan Hacker Curi Data Pribadi, Jangan Klik!
  • Dulu Viral, Sekarang Abadi! Kisah Dibalik Patung ‘Rantai Manusia’ di Kazakhstan yang Bikin Haru
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Resmi! Susunan Pemain Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts & Nevis: Elkan Baggott Starter
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

‎Pengakuan Pilu Dika Bocah Banjaran: Trauma Bullying hingga Putus Sekolah

By SusanaRabu, 31 Desember 2025 10:30 WIB2 Mins Read
Dika, bocah banjaran penangkap ular viral. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah pilu sekaligus inspiratif datang dari Banjaran, Kabupaten Bandung. Muhammad Nandika Saepulloh, atau akrab disapa Dika, bocah 11 tahun yang dijuluki “Bocah Ular”, terpaksa putus sekolah bukan karena malas belajar, melainkan akibat trauma yang ditimbulkan dari perundungan di sekolah.
‎
‎Dampak Bullying, Sekolah Jadi Trauma
‎
‎Di balik keberaniannya menangkap ular, Dika menyimpan kisah sedih. Ia seharusnya duduk di bangku kelas 5 SD, tetapi berhenti sekolah sejak kelas 3 akibat perundungan. Trauma dari bullying membuatnya enggan kembali ke sekolah, meski semangat belajarnya tetap tinggi.
‎
‎“Katanya dibully, tapi ke saya nggak pernah cerita. Baru tahu belakangan,” ungkap ibu Dika, Reka Noviyanti.
‎
‎Kini, sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Dika diharapkan dapat kembali mengenyam pendidikan dan meninggalkan aktivitas berisiko tersebut.
‎
‎“Ya harapannya sekolah lagi. Apalagi kemarin ke Pak Dedi juga disuruh sekolah dulu,” tandasnya.
‎
‎Video kisah Dika yang viral menjadi pengingat bagi publik: bullying bukan hal sepele. Satu ejekan atau tindakan kekerasan kecil bisa menghancurkan rasa aman seorang anak dan mengganggu masa depannya.
‎
‎Dukungan dari Panji Petualang dan Dede Inoen
‎
‎Kisah Dika menarik perhatian konten kreator edukasi satwa, Panji Petualang, dan Dede Inoen, yang turun langsung menemui bocah pemberani ini. Panji memberikan edukasi terkait bahaya menangani ular dan pentingnya keselamatan, terutama bagi anak-anak.
‎
‎Selain edukasi, Dika juga menerima bantuan beasiswa pendidikan dari Tuku Emas Bandung. Dukungan ini diharapkan bisa membuka kembali akses pendidikan bagi bocah pemberani ini dan mencegahnya kehilangan hak belajar akibat trauma bullying.
‎
‎Cita-Cita Sederhana, Mimpi Mulia
‎
‎Di tengah keterbatasan hidup, Dika tetap menyimpan cita-cita sederhana namun mulia: menjadi seorang polisi.
‎
‎Kisahnya bukan sekadar tentang keberanian menangkap ular, tetapi potret keteguhan hati seorang anak yang berjuang demi keluarga dan masa depannya, sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk melindungi anak-anak dari bullying.
‎
‎Penutup
‎
‎Mari hentikan perundungan. Sekolah harus menjadi tempat aman untuk belajar, bukan tempat mematahkan harapan. Jangan biarkan ada Dika-Dika lain kehilangan haknya untuk bermimpi.

Baca Juga:  Kasus Bullying Meningkat, KPAI Sebut 3.800 Anak Alami Kekerasan di Era Digital

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bocah Ular Banjaran bullying Dika Banjaran kisah Trauma bullying anak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Kecelakaan Maut di Nagreg, Satu Orang Tewas Usai Tertabrak Mobil Boks

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pangandaran, Satu Selamat Satu Masih Hilang

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Turun Tajam! Kini Rp 2,81 Juta per Gram, Ini Daftarnya

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.