bukamata.id – Kisah pilu sekaligus inspiratif datang dari Banjaran, Kabupaten Bandung. Muhammad Nandika Saepulloh, atau akrab disapa Dika, bocah 11 tahun yang dijuluki “Bocah Ular”, terpaksa putus sekolah bukan karena malas belajar, melainkan akibat trauma yang ditimbulkan dari perundungan di sekolah.
Dampak Bullying, Sekolah Jadi Trauma
Di balik keberaniannya menangkap ular, Dika menyimpan kisah sedih. Ia seharusnya duduk di bangku kelas 5 SD, tetapi berhenti sekolah sejak kelas 3 akibat perundungan. Trauma dari bullying membuatnya enggan kembali ke sekolah, meski semangat belajarnya tetap tinggi.
“Katanya dibully, tapi ke saya nggak pernah cerita. Baru tahu belakangan,” ungkap ibu Dika, Reka Noviyanti.
Kini, sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Dika diharapkan dapat kembali mengenyam pendidikan dan meninggalkan aktivitas berisiko tersebut.
“Ya harapannya sekolah lagi. Apalagi kemarin ke Pak Dedi juga disuruh sekolah dulu,” tandasnya.
Video kisah Dika yang viral menjadi pengingat bagi publik: bullying bukan hal sepele. Satu ejekan atau tindakan kekerasan kecil bisa menghancurkan rasa aman seorang anak dan mengganggu masa depannya.
Dukungan dari Panji Petualang dan Dede Inoen
Kisah Dika menarik perhatian konten kreator edukasi satwa, Panji Petualang, dan Dede Inoen, yang turun langsung menemui bocah pemberani ini. Panji memberikan edukasi terkait bahaya menangani ular dan pentingnya keselamatan, terutama bagi anak-anak.
Selain edukasi, Dika juga menerima bantuan beasiswa pendidikan dari Tuku Emas Bandung. Dukungan ini diharapkan bisa membuka kembali akses pendidikan bagi bocah pemberani ini dan mencegahnya kehilangan hak belajar akibat trauma bullying.
Cita-Cita Sederhana, Mimpi Mulia
Di tengah keterbatasan hidup, Dika tetap menyimpan cita-cita sederhana namun mulia: menjadi seorang polisi.
Kisahnya bukan sekadar tentang keberanian menangkap ular, tetapi potret keteguhan hati seorang anak yang berjuang demi keluarga dan masa depannya, sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk melindungi anak-anak dari bullying.
Penutup
Mari hentikan perundungan. Sekolah harus menjadi tempat aman untuk belajar, bukan tempat mematahkan harapan. Jangan biarkan ada Dika-Dika lain kehilangan haknya untuk bermimpi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











