Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengangguran di Jawa Barat Masih Tinggi, Tercatat BPS 1,77 Juta Orang

By Aga GustianaKamis, 5 Februari 2026 20:54 WIB3 Mins Read
Ribuan pencari kerja memadati acara bursa kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi di Gedung Presiden University, Cikarang Utara, Selasa (27/5/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jumlah pengangguran di Jawa Barat masih berada di level jutaan orang. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), per November 2025 tercatat 1,77 juta penduduk berstatus penganggur, meskipun secara keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa dari total penduduk usia kerja 15 tahun ke atas yang mencapai 39,35 juta orang, tidak semuanya terserap ke dunia kerja.

“Jumlah angkatan kerja sebanyak 26,63 juta orang meningkat 344,55 ribu orang dan bukan angkatan kerja sebanyak 12,72 juta orang. Dari data angkatan kerja tersebut penduduk bekerja sebanyak 24,86 juta orang dan pengangguran sebanyak 1,77 juta orang,” ujar Ari, Kamis (5/2/2026).

Meskipun angka pengangguran masih tinggi, terdapat perbaikan pada periode Agustus hingga November 2025. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah pengangguran berkurang sekitar 5.154 orang seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja baru.

Baca Juga:  Kota Bandung Klaim Sukses Kendalikan Inflasi, 2025 Dimulai dengan Capaian Positif

“Secara statistik, pada periode Agustus 2025-November 2025 terjadi penurunan jumlah pengangguran sebanyak 5.154 orang dari 1,78 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 1,77 juta orang pada November 2025,” jelas Ari.

Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat

Perbaikan angka pengangguran sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Agustus hingga November 2025, Jawa Barat menyerap 349,71 ribu tenaga kerja baru.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat pada November 2025 berada di angka 6,66 persen, turun 0,11 poin dibanding Agustus 2025 yang sebesar 6,77 persen.

Secara tren jangka menengah, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan. Sejak Agustus 2021, TPT menurun dari 9,82 persen menjadi 6,66 persen pada November 2025. Jika dilihat berdasarkan gender, TPT laki-laki tercatat 6,78 persen dan perempuan 6,46 persen.

Baca Juga:  Sikat Percaloan, Dedi Mulyadi Siapkan Solusi Penyerapan Tenaga Kerja di Karawang

Selain itu, partisipasi penduduk usia kerja dalam kegiatan ekonomi juga meningkat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Barat per November 2025 tercatat 67,67 persen.

“Pada Februari 2024 TPAK mencapai 67,34 persen, lalu pada Agustus 2025 turun menjadi 66,99 persen, kemudian pada November 2025 meningkat menjadi 67,67 persen. Jika kita bandingkan menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 85,09 persen, lebih tinggi dibandingkan TPAK Perempuan yang sebesar 49,95%,” rinci Ari.

Sektor Penyerap Tenaga Kerja

Dari total 24,86 juta penduduk yang bekerja, sektor perdagangan masih menjadi penyerap terbesar dengan porsi 22,44 persen, diikuti industri pengolahan 18,61 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan 15,43 persen.

Selama Agustus hingga November 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat penambahan tenaga kerja terbesar, yaitu 99,82 ribu orang. Sektor pendidikan menambah 46,84 ribu orang, sedangkan penyediaan akomodasi dan makan minum bertambah 37,98 ribu orang.

Baca Juga:  Volume Penumpang Angkutan Udara di Jabar Meningkat 47,30 Persen pada April 2024

Meski begitu, tidak semua sektor mencatat pertumbuhan. Pada November 2025, sektor pertambangan dan penggalian justru menurun dalam hal serapan tenaga kerja. Dari sisi status pekerjaan, struktur tenaga kerja masih didominasi buruh, karyawan, dan pegawai.

“Status pekerjaan utama penduduk bekerja didominasi status buruh/karyawan/pegawai, dengan proporsinya mencapai 41,55 persen pada November 2025, selanjutnya diikuti oleh pekerja dengan status berusaha sendiri sebanyak 23,39 persen,” jelas Ari.

Peningkatan tenaga kerja terbesar terjadi pada kelompok berusaha sendiri, dengan tambahan 162,18 ribu orang. Hal ini menyebabkan dominasi sektor informal di Jawa Barat.

“Pada November 2025 proporsi pekerja informal sebesar 55,55 persen dan sisanya 44,45 persen terserap di kegiatan formal. Peningkatan proporsi pekerja informal didorong oleh meningkatnya pekerja dengan status berusaha sendiri,” pungkas Ari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS ketenagakerjaan Jabar pengangguran Jawa Barat sektor informal tenaga kerja TPT Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.