Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Kamis, 2 April 2026 21:44 WIB

Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga

Kamis, 2 April 2026 21:38 WIB

Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini

Kamis, 2 April 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya
  • Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penjual Es Dicoret dari PBI BPJS, Penghasilan Rp30 Ribu Sehari Dianggap Kategori Mampu

By Aga GustianaJumat, 13 Februari 2026 15:34 WIB3 Mins Read
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah memilukan datang dari Ajat (37), seorang pedagang es keliling yang harus berjuang di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan serius. Dengan penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari, ia justru dicoret dari daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan karena dinilai masuk kategori mampu.

Keputusan tersebut membuat Ajat kebingungan. Sebab, pendapatannya yang tak menentu nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, apalagi membayar iuran BPJS secara mandiri setiap bulan.

Padahal, Ajat saat ini menjalani prosedur cuci darah rutin yang tidak bisa dihentikan. Terapi itu menjadi satu-satunya jalan untuk mempertahankan kesehatannya. Jika terputus, risiko komplikasi bisa mengancam keselamatannya.

“Tadi saya mau coba daftar lagi ke dinas sosial. Jawabannya sama seperti kemarin, tidak bisa karena sudah terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri,” kata Ajat, dikutip dari Instagram @mediaindonesia, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga:  Viral! Komeng Bingung Ditempatkan di Komite II DPD, Langsung Minta Arahan Pimpinan

Terpaksa Jadi Peserta Mandiri

Ajat mengaku tak memiliki pilihan lain selain mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS mandiri. Status itu membuatnya wajib membayar iuran secara rutin agar layanan cuci darah tetap bisa diakses.

Di sisi lain, penghasilannya sebagai pedagang es keliling sangat terbatas. Kondisi fisiknya yang harus menjalani terapi seumur hidup juga membatasi ruang geraknya untuk mencari nafkah lebih besar.

Upayanya untuk mengaktifkan kembali kepesertaan PBI ditolak karena namanya tercatat dalam kategori desil 6 pada pendataan kesejahteraan sosial. Artinya, secara administratif ia dianggap berada di kelompok masyarakat menengah ke atas.

Baca Juga:  Jangan Ngaku Anak Gaul Bandung Kalau Belum Coba 5 Minuman Viral Ini!

Namun Ajat membantah penilaian tersebut. Ia menegaskan kondisi ekonominya jauh dari kategori mampu.

“Katanya tergolong menengah ke atas, padahal kenyataannya jauh banget. Jangankan kerja ke mana-mana, kerja saja cuma jualan,” ujarnya dengan nada lemah.

Persoalan Data dan Realitas Lapangan

Kasus yang dialami Ajat kembali menyoroti persoalan akurasi pendataan bantuan sosial. Perbedaan antara data administratif dan kondisi riil di lapangan kerap memunculkan polemik.

Program PBI sejatinya ditujukan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu agar tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran. Namun, ketepatan sasaran masih menjadi tantangan dalam implementasinya.

Baca Juga:  Viral Seorang Pria Buang Sampah ke Sungai, Ridwan Kamil: Plis Atuh Lah Euy

Bagi Ajat, status dalam sistem pendataan terasa tak sejalan dengan kenyataan hidupnya sehari-hari. Sebagai kepala keluarga dengan penyakit kronis, ia memiliki keterbatasan fisik sekaligus beban ekonomi yang berat.

Harapan untuk Kebijakan Lebih Berpihak

Di tengah situasi sulit, Ajat hanya berharap ada kebijakan yang mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat kecil. Baginya, akses terhadap layanan kesehatan bukan sekadar fasilitas administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk bertahan hidup.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka dan kategori desil, ada manusia dengan perjuangan nyata. Bagi Ajat, yang setiap hari berkeliling menjajakan es demi mencukupi kebutuhan keluarga, kepastian jaminan kesehatan adalah soal hidup dan mati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan pbi penjual es viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.