Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada! 4 Bahaya Menukar Uang di Pinggir Jalan Jelang Idulfitri 2026

Rabu, 11 Maret 2026 14:28 WIB
Persib

Persib Bisa Hattrick Juara Liga 1 2025-2026? Hodak: Fokus, Jangan Sesumbar!

Rabu, 11 Maret 2026 14:02 WIB

Mudik Tenang! bank bjb Buka Layanan Weekend Banking dan Operasional Terbatas Selama Maret 2026

Rabu, 11 Maret 2026 13:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada! 4 Bahaya Menukar Uang di Pinggir Jalan Jelang Idulfitri 2026
  • Persib Bisa Hattrick Juara Liga 1 2025-2026? Hodak: Fokus, Jangan Sesumbar!
  • Mudik Tenang! bank bjb Buka Layanan Weekend Banking dan Operasional Terbatas Selama Maret 2026
  • GBLA Jadi Angker! Persib Bandung Selangkah Lagi Pecahkan Rekor Langka 16 Tahun Silam
  • Siapa Sebenarnya Abu Janda? Lulusan Inggris yang Jadi Buzzer Pro-Israel dan Tukang Potong Bicara
  • Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor? Fenomena Video Pendek yang Jadi Perbincangan
  • Persebaya Kena Sanksi PSSI Usai Laga Lawan Persib: Denda Ratusan Juta dan Tribun Utara Ditutup!
  • Peringatan Keras Iran di Jalur Minyak Dunia: AS Dituding Manipulasi Pasar Energi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 11 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peringatan Keras Iran di Jalur Minyak Dunia: AS Dituding Manipulasi Pasar Energi

By Aga GustianaRabu, 11 Maret 2026 13:06 WIB2 Mins Read
Potret Selat Hormuz
Potret Selat Hormuz. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Teheran kembali memanaskan situasi di jalur perdagangan energi dunia, Selat Hormuz. Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara terang-terangan memberikan peringatan keras bahwa setiap kapal militer milik Amerika Serikat (AS) maupun sekutunya kini berada dalam bidikan senjata Iran.

Langkah provokatif ini merupakan respons atas klaim sepihak Washington terkait pengawalan kapal tanker di perairan strategis tersebut. Iran menegaskan bahwa kehadiran militer asing di sana hanya akan memicu konfrontasi fisik.

Bantahan Keras Terhadap Klaim Pengawalan AS

Ketegangan terbaru ini bermula dari pernyataan Menteri Energi AS, Chris Wright, yang menyebut Angkatan Laut AS telah melakukan pengawalan terhadap sebuah tanker minyak. Meski unggahan tersebut segera dihapus dari platform X, pihak Iran bereaksi cepat dengan membantah narasi tersebut sebagai informasi sampah.

Kepala Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, menegaskan bahwa wilayah tersebut tetap berada di bawah pengawasan ketat pasukannya. Ia memperingatkan risiko fatal bagi armada Barat yang mencoba pamer kekuatan di sana.

Baca Juga:  Iran Nyatakan Siap Perang Panjang dengan Israel: Dunia Akan Lihat Inovasi Kami di Medan Tempur

“Klaim tentang sebuah kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz dengan pengawalan militer AS sama sekali tidak benar. Setiap pelayaran armada AS dan sekutunya akan dihentikan oleh rudal dan drone bunuh diri Iran,” tegas Tangsiri.

Tudingan Manipulasi Pasar Keuangan

Tak hanya dari sisi militer, kecaman juga datang dari jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai bahwa penyebaran berita mengenai pengawalan tanker tersebut adalah taktik kotor Gedung Putih untuk menenangkan pasar energi global yang sedang bergejolak.

Baca Juga:  Kamboja vs Thailand: Menakar Kekuatan Tempur di Tengah Konflik Memanas

Araghchi melontarkan kritik pedas melalui akun media sosialnya, menyebut bahwa kebohongan publik tersebut tidak akan mampu menyelamatkan ekonomi AS dari krisis internal.

“Para pejabat AS menyebarkan berita palsu untuk memanipulasi pasar. Itu tidak akan melindungi mereka dari tsunami inflasi yang telah mereka timpakan kepada rakyat Amerika,” tulis Araghchi dalam unggahannya.

Baca Juga:  Bandara Mehrabad di Teheran Iran Dilanda Kebakaran Hebat Usai Diduga Akibat Serangan Rudal

Ia juga menambahkan peringatan mengenai ancaman krisis pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern.

“Pasar menghadapi kekurangan terbesar dalam sejarah: lebih besar dari Embargo Minyak Arab, Revolusi Islam Iran, dan invasi Kuwait gabungan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Armada Militer AS berita internasional Harga Minyak Dunia IRGC Konflik Iran AS Krisis Energi selat hormuz
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada! 4 Bahaya Menukar Uang di Pinggir Jalan Jelang Idulfitri 2026

Mudik Tenang! bank bjb Buka Layanan Weekend Banking dan Operasional Terbatas Selama Maret 2026

Siapa Sebenarnya Abu Janda? Lulusan Inggris yang Jadi Buzzer Pro-Israel dan Tukang Potong Bicara

25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot

Masuk 21 Ramadhan! Cek Jadwal Imsakiyah Bandung Raya Hari Ini

H-3 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik, 8,9 Juta Warga Jabar Diperkirakan Berangkat

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
  • Viral Video ‘Chindo Adidas’, Ada Link Full 17 Menit?
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Ukhti Mukena Pink No Sensor Jadi Trending, Tapi Ini Risiko Serius di Balik Klik Link
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.