bukamata.id – Manajemen Persib Bandung melayangkan seruan terbuka kepada segenap Bobotoh, jajaran panitia pelaksana (panpel), aparat kepolisian, hingga masyarakat luas untuk bahu-membahu mengawal kondusivitas kota. Hal ini krusial demi menjaga ketertiban selama laga penutup Super League musim 2025/2026 saat Maung Bandung menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Pertempuran pamungkas ini membawa arti yang sangat mendalam bagi pangeran biru dan basis pendukung setianya karena menjadi titik akhir perjuangan satu musim penuh. Pihak manajemen menaruh harapan besar agar pertandingan penutup ini tidak sekadar menjadi pesta sepak bola yang riuh, tetapi juga menjadi panggung pembuktian tingkat kedewasaan suporter dalam mengawal tim kebanggaan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa manajemen telah merancang berbagai strategi proteksi guna menggaransi seluruh jalannya acara berjalan mulus tanpa hambatan. Rapor evaluasi dari laga-laga kandang sebelumnya juga diaplikasikan untuk memperkokoh barikade keamanan di area stadion.
“Kami melakukan berbagai mitigasi bersama seluruh pihak terkait untuk memastikan area-area dengan akses terbatas tetap steril dan hanya dapat dimasuki oleh pihak yang memiliki izin resmi,” ujar Adhitia, Selasa (19/5/2026).
Adhitia menambahkan, pemantauan ketat tidak hanya difokuskan saat peluit babak pertama dibunyikan, melainkan sudah berjalan jauh sebelum gerbang stadion dibuka hingga seluruh mobilitas suporter setelah pertandingan benar-benar steril. Formula ini diterapkan agar kenyamanan penonton tetap terjaga.
“Kami juga berharap pengawasan sudah berjalan sejak sebelum pertandingan dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan pascalaga selesai, sehingga semua pihak dapat menikmati momen ini dengan aman, nyaman, dan tertib,” sambungnya.
Siagakan Anjing Pelacak dan Tambah Personel Steward
Sebagai langkah konkret di lapangan, Persib berkolaborasi dengan pihak berwajib untuk mempertebal pengawasan di titik-titik rawan sekitar GBLA. Skema pengetatan ini meliputi penambahan jumlah steward di area tribun, penyaringan ketat di pintu masuk penonton, pelipatan jumlah personel keamanan, hingga penerjunan unit anjing pelacak (K-9) untuk menyisir area steril pertandingan.
Pihak internal Maung Bandung juga terus mengingatkan bahwa urusan keselamatan di dalam maupun luar stadion merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen di ekosistem sepak bola nasional. Manajemen meyakini aura pertandingan yang positif hanya bisa terwujud jika seluruh penonton patuh pada regulasi baku yang ada.
“Seluruh langkah mitigasi yang dilakukan bertujuan menghadirkan pengalaman pertandingan yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi semua pihak. Kami percaya atmosfer sepak bola terbaik lahir dari dukungan yang tertib, bertanggung jawab, dan saling menjaga,” kata Adhitia.
Mendekati hari H pertempuran melawan Laskar Kalinyamat, Persib kembali mengetuk hati para Bobotoh agar mengekspresikan kecintaan mereka lewat cara-cara yang sportif. Menjaga keutuhan fasilitas publik di area stadion serta merawat kedamaian Kota Kembang dipandang sebagai cerminan utama dari budaya sepak bola yang lebih modern dan bermartabat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










