Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Sabtu, 24 Oktober 2026 11:36 WIB

Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung

Sabtu, 24 Oktober 2026 09:32 WIB

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Sabtu, 24 Oktober 2026 09:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
  • Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas
  • Lagi-lagi Bikin Haru! Perhatian Amanda Manopo ke Fajar Sadboy Usai Beli Rumah Cash di Usia 19 Tahun
  • Pakai Akun IKD, Begini Alur Pembaruan Profil Penerima Bansos 2027 Lewat HP
  • BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP
  • Bangga! Jajanan Kaki Lima Bandung Ini Jadi Gorengan Terbaik Kedua di Dunia
  • Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cimahi Darurat Sampah? Produksi Capai 250 Ton per Hari

By SusanaRabu, 20 Mei 2026 16:01 WIB4 Mins Read
Ilustrasi sampah. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Persoalan sampah di Kota Cimahi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah di tengah kebijakan pengurangan ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Saat ini, kapasitas pengolahan sampah di dalam Kota Cimahi dinilai belum mampu menampung seluruh volume produksi sampah harian masyarakat yang terus meningkat setiap harinya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, volume sampah harian di wilayah tersebut mencapai sekitar 230 hingga 250 ton per hari. Sementara itu, kuota pembuangan ke TPA Sarimukti hanya diberikan sebesar 1.670 ton setiap dua minggu atau setara sekitar 119 ton per hari.

Artinya, terdapat selisih sekitar 131 ton sampah per hari yang harus ditangani secara mandiri di wilayah Kota Cimahi.

DLH Cimahi Upayakan Pengurangan Ketergantungan ke TPA Sarimukti

Kepala Bidang PSLB3PK DLH Kota Cimahi, Beni Gunadi, mengatakan pemerintah terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti melalui berbagai langkah pengolahan sampah di dalam kota.

Menurutnya, kondisi pengelolaan sampah saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika pengiriman sampah ke TPA Sarimukti belum dibatasi secara ketat.

Baca Juga:  TPA Sarimukti Masih Menyala, TNI-Polri Turun Tangan

“DLH Kota Cimahi terus berupaya bagaimana sampah ini bisa dikelola di Kota Cimahi sendiri, sehingga ketergantungan ke Sarimukti bisa terus dikurangi. Kalau dibanding beberapa tahun sebelumnya, sebenarnya sudah ada perubahan yang cukup signifikan,” ujar Beni, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini setiap daerah harus menyesuaikan jumlah pembuangan sampah sesuai kapasitas yang tersedia di TPA Sarimukti.

“Dulu pengiriman sampah relatif tidak terlalu dibatasi. Sekarang kuotanya jelas. Cimahi hanya diperbolehkan membuang sekitar 119 ton per hari, sementara produksi sampah harian bisa mencapai 230 sampai 250 ton,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi melalui DLH harus mencari solusi agar selisih volume sampah harian tersebut dapat diolah secara maksimal di dalam kota.

“Berarti ada gap yang memang harus kita pikirkan bersama bagaimana selisih ini bisa diolah dan dikurangi,” ucapnya.

Pemilahan Sampah dari Rumah Jadi Kunci

DLH Kota Cimahi menilai keberhasilan pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas dan mesin pengolahan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari sumber sampah rumah tangga.

Baca Juga:  135 TPS di Kota Bandung Overload, 10.000 Ton Sampah Belum Terangkut

Karena itu, pemilahan sampah dari rumah dinilai menjadi faktor penting agar proses pengolahan berjalan lebih cepat dan efisien.

“Sosialisasi dan edukasi terus kami lakukan. Kuncinya memang ada pada kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat. Ketika sampah sudah dipilah dari rumah, proses pengolahannya akan jauh lebih mudah dan lebih efisien,” ungkap Beni.

Ia menuturkan, sampah yang masih tercampur akan memperlambat proses pengolahan dan membuat kapasitas mesin pengolah tidak bekerja optimal.

“Walaupun nanti fasilitas dan mesin di TPST semakin baik, pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber tetap sangat penting. Kalau sampah sudah terpilah, target pengolahan bisa lebih optimal karena mesin juga bekerja lebih efektif,” jelasnya.

TPST Santiong Ditargetkan Olah 85,7 Ton Sampah per Hari

Selain mendorong pengurangan sampah dari sumber rumah tangga, DLH Cimahi juga tengah menunggu optimalisasi pengadaan mesin baru di TPST Santiong.

Baca Juga:  JQR Bagikan 1000 Masker untuk Petugas dan Warga Terdampak Kebakaran TPA Sarimukti

Proyek tersebut melibatkan sejumlah kementerian serta program nasional pengelolaan sampah yang mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

“Untuk TPST Santiong, harapannya proses pengadaan mesin baru bisa segera terealisasi agar operasionalnya sesuai target yang diharapkan,” tuturnya.

TPST Santiong sendiri ditargetkan mampu mengolah sekitar 85,7 ton sampah per hari dan melayani lima kelurahan di Kota Cimahi.

Pengembangannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendagri, Bappenas, hingga program ISWMP yang didukung Bank Dunia.

Sampah Didorong Punya Nilai Ekonomi

Ke depan, pengelolaan sampah di Kota Cimahi tidak hanya difokuskan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga diarahkan agar mampu menciptakan nilai ekonomi melalui sistem daur ulang yang lebih terintegrasi.

“Harapannya, sampah ini tidak hanya selesai diolah begitu saja, tetapi juga punya nilai manfaat dan nilai ekonomi. Memang mungkin tidak menutupi seluruh biaya operasional, tapi setidaknya sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai,” pungkas Beni.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

TPA Sarimukti
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.