Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bermula Anjing Menggonggong Seret Bangkai, Warga Sumedang Syok Ternyata Jasad Bayi

Selasa, 1 September 2026 08:09 WIB

Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus

Selasa, 1 September 2026 06:53 WIB
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Cara Cek dan Mengajukan Sanggah Desil NIK KTP Secara Mandiri Lewat Situs Resmi

Selasa, 1 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bermula Anjing Menggonggong Seret Bangkai, Warga Sumedang Syok Ternyata Jasad Bayi
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
  • Cara Cek dan Mengajukan Sanggah Desil NIK KTP Secara Mandiri Lewat Situs Resmi
  • Bansos Kemensos September 2026 Cair! PKH, BPNT hingga Beras 10 Kg, Begini Cara Ceknya
  • Jangan Panik! Cara Logout WhatsApp Web dari Jauh Lewat HP, Akun Langsung Aman
  • KPM Wajib Cek! Bansos September 2026 Masih Disalurkan, Ini 3 Bantuan yang Perlu Diketahui
  • Klaim Saldo DANA Gratis 1 September 2026: Panduan Link DANA Kaget dan Fitur Resmi Cair Hari Ini
  • Klaim Reward Gratis Hari Ini! Kode Redeem FF 1 September 2026 dan Cara Penukarannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 1 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cimahi Darurat Sampah? Produksi Capai 250 Ton per Hari

By SusanaRabu, 20 Mei 2026 16:01 WIB4 Mins Read
Ilustrasi sampah. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Persoalan sampah di Kota Cimahi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah di tengah kebijakan pengurangan ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Saat ini, kapasitas pengolahan sampah di dalam Kota Cimahi dinilai belum mampu menampung seluruh volume produksi sampah harian masyarakat yang terus meningkat setiap harinya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, volume sampah harian di wilayah tersebut mencapai sekitar 230 hingga 250 ton per hari. Sementara itu, kuota pembuangan ke TPA Sarimukti hanya diberikan sebesar 1.670 ton setiap dua minggu atau setara sekitar 119 ton per hari.

Artinya, terdapat selisih sekitar 131 ton sampah per hari yang harus ditangani secara mandiri di wilayah Kota Cimahi.

DLH Cimahi Upayakan Pengurangan Ketergantungan ke TPA Sarimukti

Kepala Bidang PSLB3PK DLH Kota Cimahi, Beni Gunadi, mengatakan pemerintah terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti melalui berbagai langkah pengolahan sampah di dalam kota.

Menurutnya, kondisi pengelolaan sampah saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika pengiriman sampah ke TPA Sarimukti belum dibatasi secara ketat.

Baca Juga:  Status Darurat Sampah Diperpanjang, Pemda Bandung Raya Diminta Kelola Sampah Masing-masing

“DLH Kota Cimahi terus berupaya bagaimana sampah ini bisa dikelola di Kota Cimahi sendiri, sehingga ketergantungan ke Sarimukti bisa terus dikurangi. Kalau dibanding beberapa tahun sebelumnya, sebenarnya sudah ada perubahan yang cukup signifikan,” ujar Beni, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini setiap daerah harus menyesuaikan jumlah pembuangan sampah sesuai kapasitas yang tersedia di TPA Sarimukti.

“Dulu pengiriman sampah relatif tidak terlalu dibatasi. Sekarang kuotanya jelas. Cimahi hanya diperbolehkan membuang sekitar 119 ton per hari, sementara produksi sampah harian bisa mencapai 230 sampai 250 ton,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi melalui DLH harus mencari solusi agar selisih volume sampah harian tersebut dapat diolah secara maksimal di dalam kota.

“Berarti ada gap yang memang harus kita pikirkan bersama bagaimana selisih ini bisa diolah dan dikurangi,” ucapnya.

Pemilahan Sampah dari Rumah Jadi Kunci

Baca Juga:  Pemkot Bandung Terus Mencari Alternatif TPS untuk Atasi Darurat Sampah

DLH Kota Cimahi menilai keberhasilan pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas dan mesin pengolahan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari sumber sampah rumah tangga.

Karena itu, pemilahan sampah dari rumah dinilai menjadi faktor penting agar proses pengolahan berjalan lebih cepat dan efisien.

“Sosialisasi dan edukasi terus kami lakukan. Kuncinya memang ada pada kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat. Ketika sampah sudah dipilah dari rumah, proses pengolahannya akan jauh lebih mudah dan lebih efisien,” ungkap Beni.

Ia menuturkan, sampah yang masih tercampur akan memperlambat proses pengolahan dan membuat kapasitas mesin pengolah tidak bekerja optimal.

“Walaupun nanti fasilitas dan mesin di TPST semakin baik, pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber tetap sangat penting. Kalau sampah sudah terpilah, target pengolahan bisa lebih optimal karena mesin juga bekerja lebih efektif,” jelasnya.

TPST Santiong Ditargetkan Olah 85,7 Ton Sampah per Hari

Selain mendorong pengurangan sampah dari sumber rumah tangga, DLH Cimahi juga tengah menunggu optimalisasi pengadaan mesin baru di TPST Santiong.

Baca Juga:  Kompak, Ridwan Kamil-Hengky Kurniawan Tuding Rokok Biang Kerok Kebakaran TPA Sarimukti

Proyek tersebut melibatkan sejumlah kementerian serta program nasional pengelolaan sampah yang mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

“Untuk TPST Santiong, harapannya proses pengadaan mesin baru bisa segera terealisasi agar operasionalnya sesuai target yang diharapkan,” tuturnya.

TPST Santiong sendiri ditargetkan mampu mengolah sekitar 85,7 ton sampah per hari dan melayani lima kelurahan di Kota Cimahi.

Pengembangannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendagri, Bappenas, hingga program ISWMP yang didukung Bank Dunia.

Sampah Didorong Punya Nilai Ekonomi

Ke depan, pengelolaan sampah di Kota Cimahi tidak hanya difokuskan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga diarahkan agar mampu menciptakan nilai ekonomi melalui sistem daur ulang yang lebih terintegrasi.

“Harapannya, sampah ini tidak hanya selesai diolah begitu saja, tetapi juga punya nilai manfaat dan nilai ekonomi. Memang mungkin tidak menutupi seluruh biaya operasional, tapi setidaknya sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai,” pungkas Beni.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

TPA Sarimukti
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bermula Anjing Menggonggong Seret Bangkai, Warga Sumedang Syok Ternyata Jasad Bayi

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos September 2026 Cair! PKH, BPNT hingga Beras 10 Kg, Begini Cara Ceknya

Bansos

KPM Wajib Cek! Bansos September 2026 Masih Disalurkan, Ini 3 Bantuan yang Perlu Diketahui

Bandung Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang, Reklame Patah hingga Pohon Tumbang

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Terlewat! Ini Daftar Bansos September 2026 yang Perlu Diketahui KPM

Bukan Roboh Total! TNI AD Bongkar Fakta Jembatan Pongpet Pangandaran yang Bikin Bupati Terjatuh

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • Game Free Fire
    Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.