Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

GILA! Kuliah Sejak Tahun 1999 Gak Pernah Berhenti, Pria Ini Pecahkan Rekor Punya 2.000 SKS! Buat Apa Sih?

By SusanaRabu, 20 Mei 2026 15:14 WIB5 Mins Read
Welin Kusuma, pria asal Surabaya dengan 14 gelar S1, 3 S2, dan 60+ sertifikasi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah dunia yang menuntut spesialisasi cepat dan karier yang semakin linier, nama Welin Kusuma (40) muncul sebagai anomali yang sulit ditemui dalam lanskap pendidikan modern Indonesia. Pria asal Surabaya ini bukan sekadar lulusan banyak jurusan, melainkan seorang “pemburu ilmu” yang menjadikan pendidikan sebagai perjalanan tanpa garis akhir.

Sejak tahun 1999 hingga 2026, Welin tercatat tidak pernah berhenti menjadi mahasiswa. Dalam kurun waktu lebih dari dua dekade, ia berhasil mengoleksi 14 gelar S1, 3 gelar S2, serta lebih dari 60 sertifikasi profesi internasional, menjadikannya salah satu individu dengan rekam akademik paling kompleks di Indonesia.

Jejak Panjang Sejak 1999: Tidak Pernah Putus Status Mahasiswa

Welin memulai perjalanan akademiknya pada akhir 1990-an. Namun yang membedakannya dari kebanyakan mahasiswa lain adalah satu hal: ia tidak pernah benar-benar “lulus dari dunia kuliah”.

Setiap kali menyelesaikan satu program studi, ia langsung melanjutkan ke jurusan lain, bahkan dalam beberapa periode menjalani dua pendidikan sekaligus. Pola ini membuatnya tercatat sebagai mahasiswa aktif tanpa jeda selama 27 tahun berturut-turut.

Dalam penuturannya, Welin menyebut bahwa dirinya selalu terdaftar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dan bahkan lintas daerah serta lintas disiplin ilmu.

“Kalau sudah lulus, saya langsung daftar lagi. Jadi tidak pernah kosong,” ungkapnya.

Motivasi dari Keluarga: Mimpi yang Tidak Sempat Terwujud

Di balik ambisi akademik yang luar biasa ini, Welin menyimpan alasan yang sangat personal. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan panjangnya berawal dari keinginan orang tua yang dahulu tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi.

Alih-alih menjadi beban, kondisi tersebut justru menjadi bahan bakar utama bagi Welin untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin.

Ia tidak hanya ingin satu gelar, tetapi ingin menjelajahi berbagai cabang ilmu agar dapat memahami dunia dari banyak perspektif.

“Saya ingin eksplor untuk tahu macam-macam ilmu. Kalau kita lulus beberapa bidang, kita bisa menyelesaikan banyak permasalahan,” ujarnya.

Hampir Drop Out: Ketika Dua Dunia Akademik Bertabrakan

Perjalanan panjang Welin tidak selalu mulus. Salah satu fase paling menantang terjadi ketika ia harus menyelesaikan skripsi S1 dan tesis S2 secara bersamaan, sambil tetap bekerja.

Beban akademik yang sangat berat membuatnya pernah menerima surat peringatan drop out (DO) dari institusi pendidikan.

Namun situasi tersebut justru menjadi titik balik. Dengan manajemen waktu ketat dan konsistensi tinggi, Welin berhasil menyelesaikan studinya tanpa harus keluar dari kampus.

Kejadian itu memperkuat citra dirinya sebagai sosok yang tidak mudah menyerah dalam dunia akademik.

Rekam Akademik: 14 S1 dari Berbagai Disiplin Ilmu

Salah satu hal paling mencolok dari Welin Kusuma adalah keberaniannya mengambil lintas disiplin ilmu secara ekstrem.

Ia telah menyelesaikan 14 program Sarjana (S1) di berbagai bidang, mulai dari:

  • Teknik Industri
  • Ekonomi Manajemen
  • Ilmu Hukum
  • Teknik Informatika
  • Sastra Inggris
  • Administrasi Publik
  • Ilmu Komunikasi
  • Ilmu Pemerintahan
  • Statistika
  • Akuntansi
  • Matematika
  • Ilmu Perpustakaan
  • Manajemen
  • dan berbagai bidang lain di Universitas Terbuka serta kampus lain di Indonesia

Fenomena ini menjadikannya sebagai salah satu individu dengan portofolio akademik paling beragam di Indonesia.

Tiga Gelar Magister dan Kedalaman Ilmu

yang lebih spesifik:

  • Teknik Industri
  • Sains Manajemen
  • Kenotariatan

Tiga gelar ini memperlihatkan bahwa ia tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mencoba masuk ke level akademik yang lebih dalam di bidang profesional dan riset.

Puluhan Sertifikasi Internasional: Dari Keuangan hingga Teknologi AI

Selain pendidikan formal, Welin juga aktif mengoleksi lebih dari 60 sertifikasi profesi internasional.

Bidang yang ia tekuni sangat luas, mencakup:

  • Keuangan dan investasi (CFP, CMA, CSA)
  • Manajemen risiko dan bisnis (CRP, CIB, CBV)
  • Supply chain dan logistik (CSCM, CPSP, CSSCP)
  • Teknologi dan data (Data Analytics, Cloud Certification)
  • Audit, pajak, dan akuntansi internasional
  • Digital marketing dan artificial intelligence

Salah satu sertifikasi yang menarik perhatian publik adalah Certified ChatGPT Prompt Specialist, yang menunjukkan adaptasi Welin terhadap perkembangan teknologi terbaru.

Catatan Akademik: Lebih dari 2.000 SKS dan 61 Program Studi

Data yang beredar menunjukkan bahwa Welin telah menempuh lebih dari 2.000 SKS dari berbagai institusi pendidikan tinggi.

Ia juga mengaku telah mengambil sekitar 61 program studi berbeda, yang mencakup jenjang S1, S2, dan berbagai program profesi.

Riwayat pendidikannya bahkan dapat ditelusuri melalui sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), yang mencatat aktivitas akademiknya secara resmi.

Kehidupan Finansial dan Beasiswa

Menariknya, Welin tidak selalu membiayai pendidikannya secara pribadi. Ia mengaku sering mendapatkan beasiswa prestasi akademik dari berbagai kampus.

Ia juga menyebut bahwa dirinya berusaha keras mencari beasiswa agar tidak membebani orang tua.

“Saya tidak mau membuat orang tua jadi berat. Saya ingin belajar, tapi tidak ingin membebani,” katanya.

Respons Publik: Kagum, Heran, hingga Skeptis

Kisah Welin memicu reaksi beragam di media sosial. Banyak yang mengagumi konsistensi belajarnya, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan tujuan dari pengumpulan gelar dalam jumlah besar.

Komentar warganet di Instagram @kampusindonesia, Rabu (20/5/2026):

“Lebih panjang gelarnya daripada namanya,” tulis akun @rab***

“Kerjanya apa sebenarnya?” tulis akun @win***

“A.Md saja sudah berat, ini puluhan gelar,” tulis akun @rei***

Fenomena ini memperlihatkan adanya perdebatan publik antara “ilmu untuk kompetensi” dan “ilmu untuk eksplorasi”.

Profil Singkat Welin Kusuma

Nama: Welin Kusuma
Usia: 40 tahun
Asal: Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Profesi: Akademisi non-formal / mahasiswa sepanjang hayat (lifelong learner)
Status pendidikan: 14 gelar S1, 3 gelar S2, 60+ sertifikasi profesi internasional
Periode studi: 1999 – 2026 (aktif tanpa jeda sebagai mahasiswa)
Total program studi: ±61 program di berbagai perguruan tinggi

Gaya Hidup Akademik Tanpa Titik Akhir

Hingga 2026, Welin masih aktif menempuh pendidikan di Universitas Terbuka (UT) dan mengambil sertifikasi tambahan. Ia juga mulai membuka kemungkinan melanjutkan studi doktoral (S3) dengan sistem hybrid.

Baginya, belajar bukan sekadar mencapai gelar, tetapi sebuah proses yang tidak memiliki garis akhir.

Kesimpulan: Fenomena Langka Dunia Pendidikan Indonesia

Welin Kusuma bukan sekadar mahasiswa banyak gelar. Ia adalah fenomena pendidikan yang memicu diskusi lebih luas tentang makna belajar di era modern.

Apakah pendidikan harus berhenti pada spesialisasi? Atau justru bisa menjadi perjalanan eksplorasi tanpa batas?

Terlepas dari pro dan kontra, perjalanan panjang Welin sejak 1999 menunjukkan satu hal penting: di dunia yang terus berubah, selalu ada orang yang memilih untuk tidak berhenti belajar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.