Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Devoyage Bogor

Rekomendasi Liburan Singkat: 20 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Masuk Itinerary Akhir Pekan

Kamis, 24 September 2026 01:00 WIB

Borong Penghargaan! bank bjb Sabet Kategori Inovasi Ekonomi dan UMKM di Ajang Radar Banten Awards 2026

Rabu, 23 September 2026 22:23 WIB

4 Bakso Goreng Bandung yang Viral, Gurih dan Renyahnya Bikin Nagih!

Rabu, 23 September 2026 22:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi Liburan Singkat: 20 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Masuk Itinerary Akhir Pekan
  • Borong Penghargaan! bank bjb Sabet Kategori Inovasi Ekonomi dan UMKM di Ajang Radar Banten Awards 2026
  • 4 Bakso Goreng Bandung yang Viral, Gurih dan Renyahnya Bikin Nagih!
  • Skuad Timnas Indonesia Berubah! Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret, 2 Nama Baru Masuk
  • Demo Besar 24 September Digelar, Ini Ruas Jakarta yang Perlu Diwaspadai
  • 345 Kilometer! Jasad ABK Kapal Jurnalis Ditemukan Jauh dari Lokasi Terakhir Terdeteksi
  • Detik-detik Penutupan Bursa Transfer! Igor Tolic dan Manajemen Persib Ambil Keputusan Krusial Hadapi Jadwal Neraka
  • Bawa Persib Menang, Thom Haye dan Ragnar Kini Punya Tugas Besar Bersama Timnas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 24 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peringati HPSN, Askara Nusantara Ajak 41 Komunitas Lingkungan Hidup Refleksi Tragedi TPA Leuwigajah

By Putra JuangRabu, 21 Februari 2024 17:17 WIB2 Mins Read
Askara Nusantara Ajak 41 Komunitas Lingkungan Hidup Refleksi Tragedi TPA Leuwigajah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Askara Nusantara, sebuah program lingkungan hidup yang terbentuk dari ribuan donatur di aplikasi Kitabisa menginisiasi acara Temu Komunitas Memori Leuwigajah yang berlangsung di Bale Rancage Kabuci, Cimahi, Rabu (21/2/2024).

Acara yang sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 ini, dihadiri oleh lebih dari 200 orang yang berasal dari 41 perwakilan komunitas se-Bandung Raya, di antaranya unsur Komunitas, Lembaga Filantropi, Institusi Pendidikan dan media.

Dalam acara ini, seluruh perwakilan komunitas diajak untuk semakin memahami makna dan arti penting keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai upaya mengurangi risiko terjadinya bencana akibat sampah yang tak terkelola dengan baik.

Setiap peserta juga wajib membawa botol minum dan wadah makan masing-masing. Hal ini sebagai bentuk perwujudan konsep acara minim sampah.

Acara ini diawali dengan pemutaran film karya Watchdoc Documentary yang bertemakan tentang sampah. Kemudian, Orasi “Darurat Sampah” yang disampaikan oleh WALHI Jabar. Lalu, ada deklarasi ‘Bijak Sampah’ yang diikuti oleh seluruh peserta sebagai komitmen untuk turut serta mengendalikan sampah di lingkungan masing-masing.

Setelah itu, ada acara Panggung Ekspresi Warga, yang membuka bagi setiap perwakilan komunitas yang ingin mengekspresikan kegundahannya dalam hal pengolahan sampah melalui puisi, deklamasi, monolog, dan ragam ekspresi seni pertunjukan lainnya.

Acara diakhiri dengan launching gerakan #BergerakMembumi dan pengenalan program SalingJaga Kitabisa, yang merupakan inisiatif baru yang digagas oleh Kitabisa sebagai upaya untuk menciptakan wadah kolaborasi gerakan kebaikan untuk lingkungan hidup dan untuk kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan tagline Askara Nusantara “Ramah Bumi, Ramah Manusia”.

Askara Nusantara Program Lead, Muhammad Nur Afif mengatakan, lewat acara ini pihaknya mengajak untuk merefleksikan peristiwa ledakan dan longsornya TPA Leuwigajah yang terjadi pada 21 Februari 2005 dengan memakan korban lebih dari 150 jiwa penduduk.

“Peristiwa itu menjadi pil pahit yang harus ditelan negeri ini akibat minimnya pengolahan dan intervensi terhadap sampah,” ucap Afif dalam keterangannya.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2023 mencapai lebih dari 17 juta ton yang dihasilkan dari 126 kota/kabupaten di Indonesia.

“Tentu angka ini bukanlah angka yang kecil,” ujarnya.

Afif mengaku bersyukur dan bahagia, acara ini mendapat antusias yang begitu tinggi dari para pegiat lingkungan hidup.

“Kami meyakini masalah ini akan tuntas dengan semangat kolektivisme dan kolaborasi, sehingga bukan jadi kewajiban satu dua pihak saja. Tapi kita semua wajib ambil peran. Sesuai bidang dan kanal masing-masing,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Borong Penghargaan! bank bjb Sabet Kategori Inovasi Ekonomi dan UMKM di Ajang Radar Banten Awards 2026

Demo Jakarta

Demo Besar 24 September Digelar, Ini Ruas Jakarta yang Perlu Diwaspadai

345 Kilometer! Jasad ABK Kapal Jurnalis Ditemukan Jauh dari Lokasi Terakhir Terdeteksi

Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban

Viral Plang Larangan Merokok Ancaman Denda Rp50 Juta di Pantai Pangandaran

Teguran Knalpot Brong Berujung Berdarah, 2 Pria di Bojongsoang Ditangkap Polisi

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.