bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pembangunan di Jawa Barat akan tetap berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Gedung Pakuan dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Prioritas tetap di layanan kebutuhan dasar, yaitu mengoptimalkan layanan pendidikan agar seluruh masyarakat Jawa Barat bisa bersekolah sampai SMA dan SMK,” ujarnya.
Dalam sektor pendidikan, Dedi menyebut dua langkah utama yang akan dilakukan pemerintah, yakni pembangunan ruang kelas baru serta pemberian subsidi pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Dengan dua kebijakan yang pertama, membangun ruang kelas baru; dua, memberikan subsidi pada masyarakat miskin untuk sekolah, baik di negeri maupun swasta,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan tidak ada lagi anak di Jawa Barat yang terhambat mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
Selain pendidikan, peningkatan layanan kesehatan juga menjadi fokus utama. Dedi menekankan bahwa seluruh masyarakat harus memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak.
“Agar seluruh rakyat Jawa Barat memiliki keterjangkauan dalam mendapat layanan ketika mereka sakit,” katanya.
Ia menjelaskan, bagi masyarakat tidak mampu yang belum terdaftar dalam BPJS, pemerintah akan tetap menjamin pembiayaan layanan kesehatan.
“Yang belum terjamin tetapi mereka kategori tidak mampu, mau masuk ke ruang kelas 3 di rumah sakit tertentu yang ditunjuk, nanti dibiayai oleh Pemprov dan Pemkab serta Pemkot,” tegasnya.
Di sektor lain, pembangunan infrastruktur seperti jalan, irigasi, dan sarana air bersih juga menjadi prioritas untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Tak hanya itu, Dedi juga menyoroti pentingnya pertumbuhan sektor industri sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Bagaimana mendorong pertumbuhan sektor industri, karena itu menjadi penggerak ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan kawasan industri harus didukung dengan konektivitas yang baik, mulai dari pelabuhan, jalan tol, hingga akses jalan ke wilayah permukiman.
Meski mendorong pembangunan, Dedi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dengan lingkungan.
“Pembangunannya tetap memiliki basis kearifan lingkungan. Desa harus tetap terjaga keasriannya, wilayah pesisir dan pegunungan juga harus dijaga,” katanya.
Ia juga memiliki visi besar terkait konektivitas wilayah di Jawa Barat, dari kota hingga pelosok desa.
“Dari Depok, Bekasi sampai Pangandaran, dari Cirebon sampai Bogor dan Sukabumi, semuanya harus terkoneksi,” ungkapnya.
pembangunan bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang memastikan setiap warga, di mana pun berada, merasakan manfaat yang sama baik dalam akses pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan ekonomi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










