Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis

Minggu, 27 September 2026 02:00 WIB

3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!

Minggu, 27 September 2026 01:00 WIB

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sabtu, 26 September 2026 20:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis
  • 3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras
  • Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!
  • Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput
  • Hadapi Jadwal Padat di Tiga Kompetisi, Persib Siapkan Strategi Rotasi Pemain
  • Karier Diujung Tanduk? Fenomena Cancel Culture Hantam Juicy Luicy Usai Batal Manggung Beruntun!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Harus Ubah Gaya, Kepemimpinan ‘Superman’ Dinilai Tak Sehat dan Tak Efektif

By Aga GustianaKamis, 29 Mei 2025 19:04 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan. Direktur Riset Indonesian Political Studies (IPS), Arman Salam, menilai pendekatan Dedi yang cenderung individualistik dan menonjolkan diri sebagai tokoh tunggal bukanlah model yang tepat dalam tata kelola pemerintahan modern.

“Baik dari aspek kultur maupun sistem pemerintahan saat ini, termasuk di Jawa Barat, cara superman Dedi Mulyadi sangat buruk, tidak sehat dan dijamin tidak efektif,” ujar Arman kepada awak media di Jakarta, Kamis (29/5/2025).

Menurutnya, saat ini Jawa Barat memerlukan pemimpin yang mengedepankan kerja kolektif dan sinergis. “Sudah saatnya beliau bertransformasi menjadi pemimpin yang membangun pola supertim, bukan lagi superman,” imbuh Arman.

Minimnya Kolaborasi dengan Wakil Gubernur

Arman menyoroti minimnya kerja sama antara Dedi Mulyadi dan wakilnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai, gaya Dedi yang cenderung berjalan sendiri berpotensi menghambat efektivitas kerja tim.

Baca Juga:  Menkes Ukur Lingkar Perut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ayo Kempiskan!

“Dia terkesan jalan sendiri dan ingin menonjol sendiri tanpa memberi peran wakilnya,” tegasnya.

Bahkan, Arman mencatat kecenderungan Gubernur Dedi mengambil alih fungsi-fungsi kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota, hingga menimbulkan kesan merendahkan kewenangan bupati dan wali kota.

“Dalam beberapa kasus, KDM seperti mempermalukan mereka. Ini pasti tidak sehat dari aspek manajemen pemerintahan. Semua masalah sepertinya ingin dia atasi sendiri. Kalau benar dia bisa, tentu bagus-bagus saja. Tapi ujungnya, para bupati dan walikota juga yang harus membereskan,” jelasnya.

Kritik atas Gaya Komunikasi Digital

Tak hanya soal gaya kepemimpinan, Arman juga mengkritisi cara Dedi Mulyadi memanfaatkan media sosial, seperti YouTube dan TikTok. Menurutnya, meski media digital bisa menjadi sarana transparansi publik, konten yang dibuat oleh Dedi justru dinilai lebih mengedepankan pencitraan dibanding edukasi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Serius Bangun Iklim Investasi yang Baik di Jabar

“Salah satu yang sering dilihat di sosmednya KDM, aksi dia membagi-bagi uang. Dari satu sisi tentu baik-baik saja. Tapi, apa efeknya buat penanganan tingginya angka kemiskinan di Jawa Barat?” kata Arman.

Ia mempertanyakan dampak jangka panjang dari aksi simbolik tersebut, mengingat bantuan yang diberikan hanya menjangkau sebagian kecil masyarakat dan dilakukan dalam momen yang tampak dikemas untuk keperluan tayangan media sosial.

“Berapa banyak sih orang yang bisa dikasih uang oleh KDM dibanding jutaan warga miskin di Jabar? Apalagi, memberi uangnya dipilih-pilih hanya saat ada kamera saja supaya bisa tayang di sosmed. Ini kan tidak menyelesaikan masalah kemiskinan,” ujarnya kritis.

Baca Juga:  SPPG Berguguran, Ribuan Siswa di Jabar Terdampak Mandeknya Anggaran MBG

Desakan Transparansi Sumber Dana

Arman juga menyoroti pentingnya transparansi terkait sumber dana yang digunakan dalam berbagai aksi sosial Dedi Mulyadi. Ia menegaskan bahwa publik berhak mengetahui apakah uang yang dibagikan berasal dari APBD atau dari hasil monetisasi konten pribadi.

“Yang tak kalah penting, dalam melakukan aksi bagi-bagi uang itu, KDM harus transparan. Karena sekarang dia gubernur. Rakyat harus tahu, apakah uang yang dibagikan itu dari APBD, atau dari hasil ngonten. Terbuka saja,” tutup Arman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.