Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapkan Antisipasi PHK, Dedi Mulyadi Sebut Investasi dan Rekrutmen Industri di Jabar Masih Tinggi

Kamis, 18 Juni 2026 22:35 WIB

DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik

Kamis, 18 Juni 2026 22:23 WIB

Penataan Bandung Berlanjut, Dedi Mulyadi Janjikan Bantuan untuk Pedagang Arcamanik

Kamis, 18 Juni 2026 22:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapkan Antisipasi PHK, Dedi Mulyadi Sebut Investasi dan Rekrutmen Industri di Jabar Masih Tinggi
  • DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik
  • Penataan Bandung Berlanjut, Dedi Mulyadi Janjikan Bantuan untuk Pedagang Arcamanik
  • Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi
  • Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton
  • Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas
  • Link Live Streaming & Jadwal Piala Dunia Jumat 19 Juni 2026: Korsel Siap Hadapi Teror Tuan Rumah Meksiko
  • Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 19 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Harus Ubah Gaya, Kepemimpinan ‘Superman’ Dinilai Tak Sehat dan Tak Efektif

By Aga GustianaKamis, 29 Mei 2025 19:04 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan. Direktur Riset Indonesian Political Studies (IPS), Arman Salam, menilai pendekatan Dedi yang cenderung individualistik dan menonjolkan diri sebagai tokoh tunggal bukanlah model yang tepat dalam tata kelola pemerintahan modern.

“Baik dari aspek kultur maupun sistem pemerintahan saat ini, termasuk di Jawa Barat, cara superman Dedi Mulyadi sangat buruk, tidak sehat dan dijamin tidak efektif,” ujar Arman kepada awak media di Jakarta, Kamis (29/5/2025).

Menurutnya, saat ini Jawa Barat memerlukan pemimpin yang mengedepankan kerja kolektif dan sinergis. “Sudah saatnya beliau bertransformasi menjadi pemimpin yang membangun pola supertim, bukan lagi superman,” imbuh Arman.

Minimnya Kolaborasi dengan Wakil Gubernur

Arman menyoroti minimnya kerja sama antara Dedi Mulyadi dan wakilnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai, gaya Dedi yang cenderung berjalan sendiri berpotensi menghambat efektivitas kerja tim.

Baca Juga:  Program Barak Militer untuk Anak Nakal Dikritik, Dedi Mulyadi: Di Mana Letak Salahnya?

“Dia terkesan jalan sendiri dan ingin menonjol sendiri tanpa memberi peran wakilnya,” tegasnya.

Bahkan, Arman mencatat kecenderungan Gubernur Dedi mengambil alih fungsi-fungsi kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota, hingga menimbulkan kesan merendahkan kewenangan bupati dan wali kota.

“Dalam beberapa kasus, KDM seperti mempermalukan mereka. Ini pasti tidak sehat dari aspek manajemen pemerintahan. Semua masalah sepertinya ingin dia atasi sendiri. Kalau benar dia bisa, tentu bagus-bagus saja. Tapi ujungnya, para bupati dan walikota juga yang harus membereskan,” jelasnya.

Kritik atas Gaya Komunikasi Digital

Tak hanya soal gaya kepemimpinan, Arman juga mengkritisi cara Dedi Mulyadi memanfaatkan media sosial, seperti YouTube dan TikTok. Menurutnya, meski media digital bisa menjadi sarana transparansi publik, konten yang dibuat oleh Dedi justru dinilai lebih mengedepankan pencitraan dibanding edukasi.

Baca Juga:  N dan YA Tergiur Bayaran Luar Biasa Jadi Telemarketing dan Desainer Situs Judol

“Salah satu yang sering dilihat di sosmednya KDM, aksi dia membagi-bagi uang. Dari satu sisi tentu baik-baik saja. Tapi, apa efeknya buat penanganan tingginya angka kemiskinan di Jawa Barat?” kata Arman.

Ia mempertanyakan dampak jangka panjang dari aksi simbolik tersebut, mengingat bantuan yang diberikan hanya menjangkau sebagian kecil masyarakat dan dilakukan dalam momen yang tampak dikemas untuk keperluan tayangan media sosial.

“Berapa banyak sih orang yang bisa dikasih uang oleh KDM dibanding jutaan warga miskin di Jabar? Apalagi, memberi uangnya dipilih-pilih hanya saat ada kamera saja supaya bisa tayang di sosmed. Ini kan tidak menyelesaikan masalah kemiskinan,” ujarnya kritis.

Baca Juga:  HKG ke-53, PKK Perkuat Peran Kader Wujudkan Jabar Istimewa

Desakan Transparansi Sumber Dana

Arman juga menyoroti pentingnya transparansi terkait sumber dana yang digunakan dalam berbagai aksi sosial Dedi Mulyadi. Ia menegaskan bahwa publik berhak mengetahui apakah uang yang dibagikan berasal dari APBD atau dari hasil monetisasi konten pribadi.

“Yang tak kalah penting, dalam melakukan aksi bagi-bagi uang itu, KDM harus transparan. Karena sekarang dia gubernur. Rakyat harus tahu, apakah uang yang dibagikan itu dari APBD, atau dari hasil ngonten. Terbuka saja,” tutup Arman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gaya Kepemimpinan Gubernur Jabar jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapkan Antisipasi PHK, Dedi Mulyadi Sebut Investasi dan Rekrutmen Industri di Jabar Masih Tinggi

DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik

Penataan Bandung Berlanjut, Dedi Mulyadi Janjikan Bantuan untuk Pedagang Arcamanik

Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi

Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton

Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.