Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Rabu, 16 September 2026 22:30 WIB

Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 16 September 2026 21:00 WIB

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Rabu, 16 September 2026 20:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
  • DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pernikahan Hancur Dua Pekan Sebelum Resepsi, Pasangan di Bandung Tertipu WO Miliaran Rupiah

By Aga GustianaSabtu, 6 Juni 2026 15:20 WIB4 Mins Read
Ilustrasi penipuan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat maya dan industri perencana pernikahan di Jawa Barat kembali diguncang kabar miring. Sebuah penyedia jasa wedding organizer (WO) di Kabupaten Bandung diduga kuat melakukan penipuan massal terhadap ratusan calon pengantin dan vendor. Modus yang digunakan pelaku terbilang klasik namun mematikan: mengumbar paket pernikahan murah berbiaya miring.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban berbondong-bondong mendatangi Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat (Mapolda Jabar) untuk membuat laporan resmi. Salah satu korban yang harus menelan pil pahit adalah Sunsun Nugraha Tasdik, pria asal Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Sunsun dan istrinya, Wulan, sebenarnya telah mengikat janji suci lewat prosesi akad nikah pada 1 Juni 2026. Namun, momen sakral resepsi mereka yang dijadwalkan matang pada 21 Juni 2026 kini berada di ujung tanduk. Sang pemilik WO, seorang wanita berinisial SR asal Kecamatan Paseh, mendadak lenyap bak ditelan bumi tepat dua minggu sebelum hari bahagia itu tiba.

“Saya dan teman-teman dari yang diduga akan menjadi korban dari salah satu wedding organizer yang ada di Kabupaten Bandung. Dugaan (penipuan) ini muncul ketika ada beberapa laporan dari teman-teman yang memang sudah terbukti dan sudah terjadi adanya penipuan terkait pelaksanaan pernikahan mereka yang tidak terlaksana karena tidak adanya pembayaran dari WO tersebut ke vendor-vendor yang sudah dijanjikan,” kata Sunsun saat memberikan keterangan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga:  Warga Rancaekek Bandung Serbu Bantuan Air Bersih Sat Brimob Polda Jabar

Vendor Belum Dibayar, Korban Bikin Forum Khusus

Aksi lancung SR mulai terendus saat beberapa calon mempelai berinisiatif melakukan cross-check langsung kepada pihak vendor (dekorasi, katering, hingga dokumentasi) yang dijanjikan oleh WO. Hasilnya mengejutkan, belum ada sepeser pun uang muka (down payment) yang disetorkan oleh SR untuk mengunci tanggal acara mereka.

Sunsun menyebut, korban yang melakukan pelaporan rata-rata belum melaksanakan resepsi pernikahan.

“Memang rata-rata sih yang ikut pelaporan sekarang itu belum, belum melaksanakan pernikahannya. Tapi sudah ada indikasi terkait akan terjadinya hal yang sama, hal yang serupa, karena dari beberapa calon pengantin juga sudah konfirmasi ke vendor-vendor yang memang dijanjikan sebelumnya oleh si wedding organizer, dan memang tidak ada pembayaran atau DP untuk tanggal-tanggal tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rekam Diam-Diam Teman di WC, Alumni SMAN di Bandung Terjerat Kasus Pornografi

Sunsun sendiri mengaku mengalami kerugian personal yang cukup besar. Guna membiayai pesta pernikahan impiannya, ia telah menyetor dana puluhan juta rupiah kepada SR yang kini berstatus buron.

“Kalau saya pribadi udah Rp70 jutaan,” ujarnya.

Sengkarut ini ternyata merupakan fenomena gunung es. Melalui penelusuran mandiri, para korban akhirnya membentuk wadah komunikasi di aplikasi pesan singkat. Tak main-main, grup WhatsApp tersebut kini dihuni oleh 140 anggota, dengan komposisi 80 persen calon pengantin dan 20 persen sisanya adalah pengusaha vendor yang ikut merugi. Akumulasi kerugian kolektif ditaksir menembus angka miliaran rupiah.

“Kalau kita totalkan dari jumlah semua korban, itu kurang lebih mencapai Rp 2,4 molar,” ucapnya.

Terjebak Iming-Iming Paket Murah

Saat ditanya mengenai alasan mengapa banyak pasangan yang terperangkap, Sunsun mengakui bahwa daya pikat harga miring menjadi senjata utama pelaku untuk menjaring mangsa yang sedang berhemat di tengah situasi ekonomi saat ini.

“Yang kalau saya baca, modusnya awal modusnya itu dia mengiming-imingi terkait paket yang memang cukup murah dan cukup menggiurkan untuk para calon pengantin. Namun memang ternyata ketika kita hitung sendiri, memang budget-nya tidak masuk, dan kita memang terjeblosnya di situ,” jelasnya.

Baca Juga:  Tangkap 3 Pelaku, Polisi Ungkap Kronologis Penemuan Mayat Wanita Terbungkus Selimut di Banjar

Meski langkah hukum pidana sudah resmi ditempuh dengan menyeret kasus ini ke Ditreskrimum Polda Jabar, para korban mengaku tidak menutup mata apabila pelaku berniat mengembalikan uang mereka secara kekeluargaan.

“Harapan kami, dari saya pribadi, dari calon pengantin yang lain dan mungkin dari vendor, kami masih membuka peluang untuk bermediasi dengan kita. Dan mudah-mudahan ada jalan keluar untuk teman-teman dari calon pengantin yang memang diduga akan menjadi korban,” tuturnya.

Di sisi lain, pihak kepolisian menyatakan akan memproses setiap aduan masyarakat yang masuk terkait kerugian akbar ini. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebutkan pihaknya masih menunggu pembaruan data dari tim penyidik di lapangan. Walau demikian, kepolisian meminta masyarakat yang merasa menjadi korban dari WO yang sama untuk tidak ragu bersuara.

“Silahkan untuk laporan,” tegas Hendra singkat saat dikonfirmasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.