bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencuat dan menjadi sorotan publik setelah seorang guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap mahasiswi program pertukaran pelajar (exchange student).
Peristiwa ini viral di media sosial setelah tangkapan layar percakapan keduanya tersebar luas.
Dalam unggahan yang beredar di platform Threads dengan akun @enchantaenwicked, komunikasi antara korban dan oknum dosen tersebut diketahui menggunakan bahasa Inggris.
Namun, percakapan tersebut berubah menjadi tidak pantas ketika pelaku diduga mulai meminta foto korban dengan pakaian yang tidak senonoh.
“Aku masih menunggu style bikinimu,” tulis pelaku dalam salah satu pesan yang beredar.
Tidak berhenti di situ, permintaan serupa disebut kembali diulang meski korban telah memberikan penolakan. Pelaku bahkan diduga meminta korban untuk mengirim foto saat mengenakan bikini di pantai.
“Saya butuh fotomu saat berenang di pantai Phuket, memakai bikini,” tulisnya dalam percakapan tersebut.
Dalam pesan lainnya, pelaku juga diduga mengajak korban untuk bersantai dengan mengonsumsi minuman beralkohol sambil mengirimkan foto pribadi.
“Silakan minum lebih banyak brandy lalu berenang. Ini malam Sabtu, lebih baik bersenang-senang,” demikian isi pesan yang turut beredar.
Korban Mengaku Terganggu dan Melapor
Korban yang merasa tidak nyaman dengan percakapan tersebut kemudian melaporkan kejadian ini kepada dosen lain di lingkungan kampus. Ia juga mengaku telah menyampaikan bukti percakapan tersebut sebagai bentuk laporan resmi.
Dalam keterangannya, korban menilai tindakan tersebut sangat tidak profesional, terlebih pelaku diketahui telah berkeluarga.
“Aku juga sudah menyampaikan pesan-pesan itu ke dosen lain dan menunjukkan chat-nya. Mereka bilang akan berhenti menggunakan dia sebagai akomodasi untuk mahasiswa exchange,” tulis korban dalam unggahan yang beredar.
Korban juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Itu sangat aneh dan tidak profesional, apalagi dia sudah punya istri dan anak,” lanjutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Padjadjaran belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kasus tersebut.
Publik kini menantikan klarifikasi serta langkah investigasi dari pihak kampus untuk memastikan kebenaran informasi yang telah beredar luas di media sosial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










