bukamata.id – Seorang remaja bernama Wandi (17) asal Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi sorotan publik setelah nekat berjalan kaki sejauh 69 kilometer hanya untuk melihat laut di Pantai Batukaras, Pangandaran.
Kisah inspiratif ini viral karena memperlihatkan tekad, kesederhanaan, dan kegigihan seorang remaja yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Latar Belakang Wandi
Wandi berasal dari keluarga kurang mampu dan hanya menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD). Ia tidak melanjutkan sekolah karena tidak ingin menjadi beban orangtuanya, sehingga sejak kecil terpaksa bekerja serabutan untuk membantu keluarga.
“Wandi sekolah sampai kelas 6 SD. Kenapa tidak melanjutkan sekolah? Karena melihat kondisi orangtuanya yang kurang mampu,” kata Bripka Zera Janwara, Kanit Reskrim Polsek Cijulang Polres Pangandaran, Minggu (4/1/2026).
Saat pertama kali ditemui di Masjid Agung Al Hikmah Parigi, Wandi mengenakan pakaian gamis dan bersandal jepit rusak. Ia tampak kelelahan, hanya membawa uang Rp10 ribu untuk perjalanannya.
Perjalanan Nekat Demi Laut
Aksi Wandi dimulai pada Kamis, 1 Januari 2026, setelah menyelesaikan rutinitas mengaji sekitar pukul 12.30 WIB. Tanpa kendaraan, ia berjalan kaki sepanjang jalan aspal berjam-jam dengan tujuan sederhana: melihat deburan ombak dan bermain air di Pantai Batukaras.
Perjalanan terhenti sejenak saat anggota Polsek Cijulang menemukannya beristirahat di Masjid Agung Al Hikmah Parigi dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
“Pada saat ditemukan, Wandi membawa uang Rp10 ribu,” kata Zera.
Sambutan Humanis Polisi
Melihat kondisi remaja yang kelelahan, polisi segera mengevakuasi Wandi untuk memastikan kesehatannya.
Namun, pelayanan Polri tidak berhenti di situ. Pagi harinya, petugas mengajak Wandi ke Pantai Batukaras, mewujudkan impian sang remaja untuk melihat laut secara langsung.
“Kami memastikan kondisi Wandi sehat dan aman. Sambil menunggu pihak keluarga menjemput, anggota mendampingi Wandi untuk melihat laut sesuai keinginannya,” ujar Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, Minggu (4/1/2026).
Saat bermain di pantai, Wandi merasa istimewa dan dihargai, karena pengalamannya dikawal oleh aparat. Ia bahkan menuturkan, rasanya seperti “putra raja” meski berasal dari keluarga tidak mampu.
Pelayanan Humanis Polri dan Kepulangan
Kapolres Andri Kurniawan menegaskan, tindakan jajaran Polri merupakan bukti nyata pelayanan humanis, khususnya dalam melindungi anak di bawah umur. Polisi juga berkoordinasi dengan keluarga Wandi di Tasikmalaya untuk menjemputnya, memastikan perjalanan pulang aman.
Kini, Wandi telah kembali ke pelukan keluarganya, dengan kenangan manis melihat laut yang sebelumnya hanya ada dalam mimpinya.
Reaksi Warganet
Kisah inspiratif Wandi mengundang komentar positif dari netizen, terutama terkait kepedulian aparat dan semangat remaja tersebut. Beberapa komentar di Instagram @rumpi_gosip, Selasa (6/1/2026), antara lain:
- “Laut & sandal jepit bagiku biasa, ternyata jadi hal yg sangat luar biasa bagi Wandi. Ternyata saya tidak bersyukur selama ini,” tulis akun @mr***.
- “Big respect buat Pak Polisi yang udah gercep banget bantuin Wandi! Heartwarming banget lihatnya,” tulis akun @yum***.
- “Pak pol kalian kerennn, semoga kebaikan ini menular dan normalisasi memviralkan kebaikan agar terus jadi inspirasi,” tulis akun @int***.
- “Cara memanusiakan manusia itu sangat mudah, tinggal niat kitanya aja,” tulis akun @med***.
Inspirasi Publik
Kisah Wandi menjadi inspirasi publik, menunjukkan bahwa tekad, keberanian, dan pelayanan humanis dapat menciptakan pengalaman yang luar biasa, meski dimulai dari hal sederhana.
Respons warganet mencerminkan penghargaan publik terhadap kepedulian dan empati aparat kepolisian, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih bersyukur dan peduli terhadap sesama.
Dengan viralnya cerita Wandi, banyak pihak berharap kisah ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi, bahwa niat baik dan tindakan tulus akan selalu dikenang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










