Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pernyataan Mark O’dea Soal Batik Malaysia Picu Respons Warganet Indonesia

By Aga GustianaJumat, 1 Agustus 2025 08:13 WIB2 Mins Read
Mark Odea
Konten kreator Malaysia-Inggris memperkenalkan batik kepada para pemain film "The Fantastic Four: First Steps". (Foto: X/@rottoens)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komentar dari konten kreator Malaysia-Inggris, Mark O’dea, mengenai batik kembali memicu perbincangan hangat di media sosial. Saat menghadiri acara promosi film The Fantastic Four: First Steps di Sydney, Mark menyebut batik sebagai bagian dari “tradisi Malaysia”. Ucapannya ini langsung memancing reaksi dari publik Indonesia, khususnya pengguna media sosial.

Banyak warganet Indonesia menyayangkan pernyataan tersebut karena dianggap mengabaikan akar budaya batik yang kuat berasal dari Jawa. Menurut mereka, penyebutan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman terkait asal-usul warisan budaya tersebut.

Mark O’dea Klarifikasi: Tak Klaim Kepemilikan

Merespons reaksi warganet, Mark memberikan penjelasan melalui kolom komentar di akun Instagram pribadinya, @markodea8. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud mengklaim batik sebagai milik Malaysia, melainkan sekadar menyebut bahwa batik juga dikenal dan digunakan secara luas di Malaysia.

“Batik memang sangat tradisional di Malaysia. Saya tidak pernah mengklaim atau menyatakan kepemilikan,” tulisnya.

Baca Juga:  Hodak dan Petric Kuasai Sepak Bola Malaysia, Persib Siap Beri Tekanan ke Selangor FC

Mark juga menjelaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut tidak mewakili institusi atau negara mana pun. Ia menyebut dirinya hanya beruntung bisa hadir dan mewawancarai para pemeran film tersebut.

Reaksi Netizen: Antara Kritik dan Ajakan Bijak

Meski klarifikasi telah disampaikan, sejumlah netizen tetap menyuarakan kritik. Salah satu akun menyebut, “Kalau memang bukan dari Jawa, seharusnya tidak memakai istilah ‘batik’. Kata itu sendiri berasal dari bahasa Jawa,” tulis akun @idcham.

Baca Juga:  Bocoran dari Internal FIFA: Timnas Malaysia Terancam Hukuman Berat Akibat Skandal Naturalisasi Pemain

Akun lain, @laskalabatik, mengingatkan bahwa batik telah mendapat pengakuan dari dunia internasional sebagai bagian dari budaya Indonesia.

“UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia sejak 2009,” ujarnya.

Namun, tak sedikit pula yang mencoba mengajak publik untuk memandang pernyataan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas. Salah satu pengguna, @dzrfnn, menyatakan bahwa Mark tidak pernah menyebut batik sebagai milik eksklusif Malaysia.

Baca Juga:  Polemik Tarif Selat Malaka: Mengapa Indonesia Tak Bisa Tarik Pungutan Sembarangan?

“Budaya bisa melampaui batas negara. Yang penting adalah apresiasi, bukan klaim,” tulisnya.

Pengingat Pentingnya Edukasi Budaya

Perdebatan ini mencerminkan betapa pentingnya pemahaman akan akar budaya saat berbicara di ruang publik. Tanpa pengetahuan sejarah yang memadai, niat untuk mengapresiasi bisa disalahartikan sebagai klaim sepihak. Sebagai warisan budaya yang kaya, batik memang sudah menyebar lintas negara—namun asal-usul dan pengakuan historisnya tetap perlu dihargai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Malaysia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur

The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos

Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.