Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Minggu, 28 Juni 2026 20:09 WIB
Zalnando

Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita

Minggu, 28 Juni 2026 19:34 WIB

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Minggu, 28 Juni 2026 18:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?
  • Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita
  • Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat
  • Messi Menggila! Cetak Gol ke-6, Pimpin Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026
  • Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat
  • Guncang Bursa Transfer! Persib Umumkan Perpisahan dengan Rezaldi Hehanussa
  • Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pernyataan Mark O’dea Soal Batik Malaysia Picu Respons Warganet Indonesia

By Aga GustianaJumat, 1 Agustus 2025 08:13 WIB2 Mins Read
Mark Odea
Konten kreator Malaysia-Inggris memperkenalkan batik kepada para pemain film "The Fantastic Four: First Steps". (Foto: X/@rottoens)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komentar dari konten kreator Malaysia-Inggris, Mark O’dea, mengenai batik kembali memicu perbincangan hangat di media sosial. Saat menghadiri acara promosi film The Fantastic Four: First Steps di Sydney, Mark menyebut batik sebagai bagian dari “tradisi Malaysia”. Ucapannya ini langsung memancing reaksi dari publik Indonesia, khususnya pengguna media sosial.

Banyak warganet Indonesia menyayangkan pernyataan tersebut karena dianggap mengabaikan akar budaya batik yang kuat berasal dari Jawa. Menurut mereka, penyebutan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman terkait asal-usul warisan budaya tersebut.

Mark O’dea Klarifikasi: Tak Klaim Kepemilikan

Merespons reaksi warganet, Mark memberikan penjelasan melalui kolom komentar di akun Instagram pribadinya, @markodea8. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud mengklaim batik sebagai milik Malaysia, melainkan sekadar menyebut bahwa batik juga dikenal dan digunakan secara luas di Malaysia.

“Batik memang sangat tradisional di Malaysia. Saya tidak pernah mengklaim atau menyatakan kepemilikan,” tulisnya.

Baca Juga:  Bikin Heboh! Penyanyi Keturunan Indonesia Sebut Batik ‘from Malaysia’ ke Ariana Grande

Mark juga menjelaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut tidak mewakili institusi atau negara mana pun. Ia menyebut dirinya hanya beruntung bisa hadir dan mewawancarai para pemeran film tersebut.

Reaksi Netizen: Antara Kritik dan Ajakan Bijak

Meski klarifikasi telah disampaikan, sejumlah netizen tetap menyuarakan kritik. Salah satu akun menyebut, “Kalau memang bukan dari Jawa, seharusnya tidak memakai istilah ‘batik’. Kata itu sendiri berasal dari bahasa Jawa,” tulis akun @idcham.

Baca Juga:  Perluas Promosi Pariwisata, Disparbud Jabar Ikuti MATTA Fair 2024 Malaysia

Akun lain, @laskalabatik, mengingatkan bahwa batik telah mendapat pengakuan dari dunia internasional sebagai bagian dari budaya Indonesia.

“UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia sejak 2009,” ujarnya.

Namun, tak sedikit pula yang mencoba mengajak publik untuk memandang pernyataan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas. Salah satu pengguna, @dzrfnn, menyatakan bahwa Mark tidak pernah menyebut batik sebagai milik eksklusif Malaysia.

Baca Juga:  TikToker Malaysia Minta Maaf Soal Konten Hilang di Hutan Bandung

“Budaya bisa melampaui batas negara. Yang penting adalah apresiasi, bukan klaim,” tulisnya.

Pengingat Pentingnya Edukasi Budaya

Perdebatan ini mencerminkan betapa pentingnya pemahaman akan akar budaya saat berbicara di ruang publik. Tanpa pengetahuan sejarah yang memadai, niat untuk mengapresiasi bisa disalahartikan sebagai klaim sepihak. Sebagai warisan budaya yang kaya, batik memang sudah menyebar lintas negara—namun asal-usul dan pengakuan historisnya tetap perlu dihargai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

batik budaya Indonesia kontroversi batik Malaysia Mark O’dea Netizen Indonesia UNESCO warisan budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!

Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.