Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Wajib Waspada! PSM Punya Modal Besar di Stadion BJ Habibie

Kamis, 14 Mei 2026 15:38 WIB

Viral ‘Bu Guru Bahasa Inggris’, Part 2 Bikin Netizen Heboh di TikTok

Kamis, 14 Mei 2026 14:35 WIB

Lautaro Martinez Bersinar! Inter Milan Sikat Lazio dan Angkat Trofi Coppa Italia

Kamis, 14 Mei 2026 14:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Wajib Waspada! PSM Punya Modal Besar di Stadion BJ Habibie
  • Viral ‘Bu Guru Bahasa Inggris’, Part 2 Bikin Netizen Heboh di TikTok
  • Lautaro Martinez Bersinar! Inter Milan Sikat Lazio dan Angkat Trofi Coppa Italia
  • Gila! Persib Incar Tiga Bintang Sekaligus, Bruno Moreira Jadi Target Utama
  • Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?
  • Warganet Dibikin Penasaran, Video Guru vs Murid 6 Menit Picu Spekulasi Liar
  • Dewan Hisbah PP Persis Bahas Zakat hingga Baiat dalam Safari Dakwah di Majalengka
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pernyataan Mark O’dea Soal Batik Malaysia Picu Respons Warganet Indonesia

By Aga GustianaJumat, 1 Agustus 2025 08:13 WIB2 Mins Read
Mark Odea
Konten kreator Malaysia-Inggris memperkenalkan batik kepada para pemain film "The Fantastic Four: First Steps". (Foto: X/@rottoens)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komentar dari konten kreator Malaysia-Inggris, Mark O’dea, mengenai batik kembali memicu perbincangan hangat di media sosial. Saat menghadiri acara promosi film The Fantastic Four: First Steps di Sydney, Mark menyebut batik sebagai bagian dari “tradisi Malaysia”. Ucapannya ini langsung memancing reaksi dari publik Indonesia, khususnya pengguna media sosial.

Banyak warganet Indonesia menyayangkan pernyataan tersebut karena dianggap mengabaikan akar budaya batik yang kuat berasal dari Jawa. Menurut mereka, penyebutan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman terkait asal-usul warisan budaya tersebut.

Mark O’dea Klarifikasi: Tak Klaim Kepemilikan

Merespons reaksi warganet, Mark memberikan penjelasan melalui kolom komentar di akun Instagram pribadinya, @markodea8. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud mengklaim batik sebagai milik Malaysia, melainkan sekadar menyebut bahwa batik juga dikenal dan digunakan secara luas di Malaysia.

“Batik memang sangat tradisional di Malaysia. Saya tidak pernah mengklaim atau menyatakan kepemilikan,” tulisnya.

Baca Juga:  Pengacara Malaysia Ungkap Alasan FIFA Belum Putuskan Banding FAM Soal Kasus Naturalisasi

Mark juga menjelaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut tidak mewakili institusi atau negara mana pun. Ia menyebut dirinya hanya beruntung bisa hadir dan mewawancarai para pemeran film tersebut.

Reaksi Netizen: Antara Kritik dan Ajakan Bijak

Meski klarifikasi telah disampaikan, sejumlah netizen tetap menyuarakan kritik. Salah satu akun menyebut, “Kalau memang bukan dari Jawa, seharusnya tidak memakai istilah ‘batik’. Kata itu sendiri berasal dari bahasa Jawa,” tulis akun @idcham.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Klaim Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Paling Banyak Disumbang Jabar

Akun lain, @laskalabatik, mengingatkan bahwa batik telah mendapat pengakuan dari dunia internasional sebagai bagian dari budaya Indonesia.

“UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia sejak 2009,” ujarnya.

Namun, tak sedikit pula yang mencoba mengajak publik untuk memandang pernyataan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas. Salah satu pengguna, @dzrfnn, menyatakan bahwa Mark tidak pernah menyebut batik sebagai milik eksklusif Malaysia.

Baca Juga:  Festival Tunas Bahasa Jabar, Ajang Revitalisasi Warisan Budaya Daerah

“Budaya bisa melampaui batas negara. Yang penting adalah apresiasi, bukan klaim,” tulisnya.

Pengingat Pentingnya Edukasi Budaya

Perdebatan ini mencerminkan betapa pentingnya pemahaman akan akar budaya saat berbicara di ruang publik. Tanpa pengetahuan sejarah yang memadai, niat untuk mengapresiasi bisa disalahartikan sebagai klaim sepihak. Sebagai warisan budaya yang kaya, batik memang sudah menyebar lintas negara—namun asal-usul dan pengakuan historisnya tetap perlu dihargai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

batik budaya Indonesia kontroversi batik Malaysia Mark O’dea Netizen Indonesia UNESCO warisan budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral ‘Bu Guru Bahasa Inggris’, Part 2 Bikin Netizen Heboh di TikTok

Warganet Dibikin Penasaran, Video Guru vs Murid 6 Menit Picu Spekulasi Liar

Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan

Ilustrasi emas antam

Update Harga Emas Hari Ini 14 Mei: Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Berubah

Game Free Fire

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru 14 Mei 2026: Peluang Dapat Skin M1887 Terompet dan Diamond Gratis

Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid 6 Menit Viral TikTok Heboh, Ini Fakta Sebenarnya!

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.