bukamata.id – Persib Bandung menutup tahun 2025 dengan status pemuncak klasemen Super League 2025/2026, posisi yang prestisius sekaligus menghadirkan tekanan besar.
Pelatih Bojan Hodak menekankan bahwa persaingan di papan atas musim ini sangat ketat, menuntut konsistensi tinggi agar Maung Bandung mampu mempertahankan peluang juara.
Saat ini, Persib mengumpulkan 34 poin dari 15 laga, unggul tipis dari para pesaing berkat selisih gol dan rekor head to head.
Puncak klasemen dipastikan setelah Persib menuntaskan laga tunda pekan ke-8 dengan kemenangan 1-0 atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Gol tunggal dari Andrew Jung membawa tiga poin penting.
Drama klasemen semakin terasa setelah Borneo FC kalah 2-3 dari Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Kekalahan itu membuat Borneo turun ke posisi kedua dengan poin sama, tetapi kalah head to head dari Persib.
Di posisi ketiga dan keempat, Persija Jakarta (32 poin) dan Malut United (31 poin) terus membayangi, menandakan perebutan gelar masih terbuka lebar.
Tekanan Puncak Klasemen
Bojan Hodak menegaskan bahwa menjadi pemimpin klasemen bukan berarti Persib bebas tekanan. Sebaliknya, tim akan menjadi target utama lawan.
“Lebih baik tentu kami di puncak karena punya selisih gol dan head to head bagus. Tapi semua tim sekarang akan mencoba ‘membunuh’ kami. Ini tidak mudah, tapi jika ingin juara, kami harus fokus menang di setiap pertandingan,” ujar Hodak.
Jadwal Awal Tahun dan Laga Krusial
Super League 2025/2026 akan kembali bergulir awal 2026. Pekan ke-16 dijadwalkan mulai 3 Januari, dengan laga menarik seperti Borneo FC vs PSM Makassar. Persib sendiri akan menghadapi Persik Kediri pada 5 Januari, laga yang dianggap krusial untuk menjaga posisi puncak.
Rangkaian pertandingan awal tahun ini diprediksi akan semakin memanaskan perebutan gelar juara paruh musim, dengan persaingan ketat antara empat tim teratas.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









