bukamata.id – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyatakan kekecewaannya terhadap oknum bobotoh yang menyalakan flare saat laga kontra Bangkok United di ajang AFC Champions League Two (ACL 2), 10 Desember 2025.
Aksi tersebut dinilai berisiko menambah sanksi bagi Maung Bandung di kompetisi Asia.
Bojan menegaskan bahwa flare merupakan benda terlarang di stadion manapun, dan tindakan menyalakannya tidak bisa dibenarkan. Ia menyayangkan ulah segelintir bobotoh yang mengabaikan aturan dan dampaknya terhadap klub.
“Saya pikir flare itu dilarang di mana-mana. Jadi, Anda tidak boleh menggunakannya. Ini yang harus mereka pahami,” ujar Bojan usai memimpin latihan, Rabu (16/12/2025).
Hanya Segelintir Bobotoh yang Melanggar
Bojan menyebut ada enam flare yang menyala di stadion, namun dampaknya bisa sangat besar. Menurutnya, oknum tersebut hadir bukan untuk mendukung tim, melainkan memuaskan kepentingan pribadi.
“Pada laga itu ada enam flare. Enam orang ini tidak memikirkan bahwa hal tersebut sebenarnya tidak boleh dilakukan. Jadi, mereka datang ke stadion bukan untuk mendukung kami. Mereka datang demi kepentingan mereka sendiri, dan itu salah,” lanjut Bojan.
Pelatih asal Kroasia itu menekankan mayoritas bobotoh tetap bersikap tertib. Dari total 28.500 penonton, hanya segelintir yang melanggar aturan dan mencederai perjuangan tim.
“Di stadion ada 28.500 penonton yang bersikap sangat baik, kecuali enam orang ini. Apa yang mereka lakukan itu egois,” tegasnya.
Bojan Ingatkan Bobotoh Patuhi Aturan
Kekhawatiran Bojan bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Persib dijatuhi denda USD 30.000 (sekitar Rp500 juta) oleh AFC akibat ulah suporter saat laga tandang melawan Selangor FC, 6 November 2025.
Jika insiden flare kembali disanksi, total denda Persib di ACL 2 bisa membengkak dan berpotensi menimbulkan hukuman tambahan. Saat ini, Persib sudah dikenai denda Rp1,1 miliar di ACL 2, belum termasuk kompetisi Super League.
Bojan menekankan bahwa aturan harus dihormati. Ia meminta bobotoh mematuhi semua ketentuan yang berlaku di stadion, termasuk larangan penggunaan flare.
“Kalau ini dilarang, ya tetap dilarang. Kalau sesuatu itu dilarang, Anda tidak bisa melakukannya. Anda harus mengikuti aturan,” ucap Bojan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









