bukamata.id – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menjadi tantangan serius bagi pasar tenaga kerja Indonesia sepanjang 2025. Berdasarkan data terbaru dari Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah pekerja yang terdampak PHK sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 88.519 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 77.965 orang.
“Pada periode Januari sampai Desember 2025 terdapat 88.519 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP,” tulis Satudata Kemnaker.
Jawa Barat Jadi Provinsi dengan PHK Terbanyak
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Jawa Barat menempati posisi teratas dengan jumlah korban PHK paling tinggi sepanjang 2025, mencapai 18.815 orang atau sekitar 21,26% dari total nasional. Gelombang PHK di provinsi ini terjadi paling tinggi pada Februari dengan 3.973 orang, disusul September (2.050 orang), dan Juli (1.815 orang).
“Tenaga kerja ter-PHK paling banyak pada periode ini terdapat di Provinsi Jawa Barat yaitu sekitar 21,26% dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan,” jelas Satudata Kemnaker.
Pergeseran ini menandai perubahan pola dibandingkan 2024, ketika DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan PHK tertinggi.
Rincian PHK Bulanan di Jawa Barat 2025
Berikut data PHK di Jawa Barat selama 2025:
- Januari: 1.783 orang
- Februari: 3.973 orang
- Maret: 1.465 orang
- April: 1.490 orang
- Mei: 1.375 orang
- Juni: 1.544 orang
- Juli: 1.815 orang
- Agustus: 1.577 orang
- September: 2.050 orang
- Oktober: 1.032 orang
- November: 652 orang
- Desember: 104 orang
Total: 18.815 orang
Data ini menunjukkan gelombang PHK di Jawa Barat berlangsung sejak awal tahun, baru menurun drastis menjelang akhir tahun.
Provinsi Lain dengan PHK Tinggi
Di bawah Jawa Barat, posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan total 14.700 orang, sebagian besar terjadi pada Februari (8.332 orang). Pada bulan tersebut, perusahaan tekstil besar Sritex melakukan PHK massal terhadap 10.000 karyawannya setelah resmi dinyatakan pailit.
Selanjutnya, Banten menempati urutan ketiga dengan 10.376 orang terdampak, diikuti DKI Jakarta dengan 6.311 kasus, dan Jawa Timur di posisi kelima dengan 5.949 pekerja kehilangan pekerjaan.
Tekanan di Pusat Industri Masih Tinggi
Dominasi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten menunjukkan bahwa wilayah dengan basis industri padat karya masih menghadapi risiko tinggi terhadap stabilitas tenaga kerja. Data PHK ini mencerminkan tekanan yang belum mereda di sektor manufaktur dan pusat industri, sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menyiapkan langkah mitigasi yang lebih efektif.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










