Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir

Senin, 6 April 2026 21:48 WIB

Persib Krisis Bek? Julio Cesar Dipastikan Tak Tampil di GBLA

Senin, 6 April 2026 21:31 WIB

Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius

Senin, 6 April 2026 21:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir
  • Persib Krisis Bek? Julio Cesar Dipastikan Tak Tampil di GBLA
  • Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius
  • Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0, Puncaki Klasemen Grup B
  • Fakta Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2: Bukan Asli, Jangan Klik Link!
  • Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta
  • 16 Clean Sheet! Teja Paku Alam Kejar Rekor Legendaris Yoo Jae-hoon
  • Cek Fakta: Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Bukan Konten Asli, Ini Temuannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pj Bupati Sumedang Jelaskan Duduk Perkara Polemik “Pangeran”

By Fahlevi MercedesRabu, 27 September 2023 11:15 WIB2 Mins Read
Pj Bupati Sumedang
Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman jelaskan soal polemik kata "pangeran". Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman angkat bicara terkait polemik “pangeran”. Di mana penyebutan pangeran kepada Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan saat Haul Pangeran Sugih dipersoalkan oleh Rukun Wargi Sumedang (RWS) Pengurus Cabang Sumedang.

Acara tersebut digelar di Alun-alun Sumedang, Sabtu (23/9/2023). Lantas RWS Pengurus Cabang Sumedang meresponnya dengan melayangkan surat ke DPRD Kabupaten Sumedang.

Menanggapi hal itu, Herman menjelaskan, kata pangeran tersebut merupakan kiasan atau makna konotatif (untuk menggugah rasa), bukan makna denotatif (makna sebenarnya). Konteks yang diambilnya adalah keberlanjutan kepemimpinan yang terjadi di Sumedang.

“Saya sampaikan bahwa pada masa lalu Sumedang memiliki pemimpin yang membanggakan seperti Pangeran Sugih, Pangeran Kornel dan Pangeran Mekah. Kita harus mengambil spirit dari kepemimpinan Pangeran Sumedang serta mengadaptasikannya dengan tantangan masa kini,” kata Herman di Sumedang, Rabu (27/9/2023).

Baca Juga:  Deretan Pahlawan Nasional yang Lahir di Bulan Agustus, Nomor 4 Pendiri Muhammadiyah

“Jadi kata ‘Pangeran’ tersebut disampaikan dalam konteks kepemimpinan untuk menggugah rasa (memotivasi), bukan pengertian sebenarnya sebagai gelar keturunan raja,” lanjut Herman.

Contoh kiasan atau kata yang menggugah, kata dia, semisal julukan ‘Pangeran Biru’ sebagai kiasan atas kebanggaan kepada tim sepak bola kesayangan Persib. Ada juga kata ‘Cadas Pangeran’, yaitu nama jalan di Sumedang yang mengabadikan perjuangan Pangeran Kornel dalam pembangunannya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Simulasikan Efisiensi APBD 2025, Potensi Hemat hingga Rp 2 Triliun

Menurut Herman, Sumedang saat ini sudah menorehkan berbagai prestasi sebagai kabupaten dengan kinerja pemerintahan terbaik tingkat Provinsi Jabar maupun Nasional. Hal itu terjadi saat kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.

“Jadi yang dimaksudkan ‘Pangeran’ di sana adalah kepemimpinan Bapak Dony dan Bapak Erwan yang membanggakan laksana pangeran,” jelasnya.

Herman menegaskan, tidak ada maksud membanding-bandingkan antara kepemimpinan para Pangeran Sumedang dengan kepemimpinan masa kini, namun mempersandingkan. Pasalnya, hakekat kepemimpinan yaitu estafet keberlanjutan dan perbaikan terus-menerus (continuous improvement).

“Jangan sampai kita terjebak pada romantisme masa lalu. Haul Pangeran Sugih, harus kita tempatkan sebagai media untuk mendo’akan, serta momentum untuk mengambil spiritnya sebagai bekal bagi peningkatan kualitas kepemimpinan masa kini dan ke depan,” tutur Herman.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Didesak Batalkan Proyek Patung Bung Karno

Meski demikian, Herman tetap menyampaikan permohonan maaf jika diksi yang diutarakannya menimbulkan polemik di kalangan masyarakat Sumedang.

“Apabila ada salah paham atas pernyataan ‘Pangeran’ tersebut, dari lubuk hati terdalam saya menyampaikan permohonan maaf. Sebagai Penjabat Bupati Sumedang, saya tidak punya maksud lain kecuali memotivasi dan menginspirasi masyarakat agar kita mampu meneladani kepemimpinan Pangeran Sumedang,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Herman Suryatman Pangeran Pj Bupati Sumedang Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius

Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta

Dosen PPPK Keluhkan Karier Mandek dan Tukin Tak Adil, DPR RI Diminta Turun Tangan

Ijazah Terancam, Wali Murid SMK IDN Kejar Waktu Demi Masa Depan Siswa

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Misteri Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar, Identitas Pemeran Masih Gelap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.