Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 05:00 WIB

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Kamis, 19 Februari 2026 04:00 WIB

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa
  • THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS
  • Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa
  • Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit
  • Rekomendasi Tempat Sahur 24 Jam di Jakarta: Dari Legendaris Hingga Kekinian
  • Persib Menang Tapi Merana: 7 Keputusan ‘Aneh’ Wasit Majed Al-Shamrani yang Bikin Bobotoh Berang di GBLA!
  • Link Video Viral Chindo Adidas Ada yang Durasi Panjang, Apa Isinya?
  • Sudah Bebas Penjara, Anak Nia Daniaty Masih Terjerat Kewajiban Ganti Rugi Rp8,1 Miliar, Ini Alasannya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pj Bupati Sumedang Jelaskan Duduk Perkara Polemik “Pangeran”

By Fahlevi MercedesRabu, 27 September 2023 11:15 WIB2 Mins Read
Pj Bupati Sumedang
Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman jelaskan soal polemik kata "pangeran". Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman angkat bicara terkait polemik “pangeran”. Di mana penyebutan pangeran kepada Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan saat Haul Pangeran Sugih dipersoalkan oleh Rukun Wargi Sumedang (RWS) Pengurus Cabang Sumedang.

Acara tersebut digelar di Alun-alun Sumedang, Sabtu (23/9/2023). Lantas RWS Pengurus Cabang Sumedang meresponnya dengan melayangkan surat ke DPRD Kabupaten Sumedang.

Menanggapi hal itu, Herman menjelaskan, kata pangeran tersebut merupakan kiasan atau makna konotatif (untuk menggugah rasa), bukan makna denotatif (makna sebenarnya). Konteks yang diambilnya adalah keberlanjutan kepemimpinan yang terjadi di Sumedang.

“Saya sampaikan bahwa pada masa lalu Sumedang memiliki pemimpin yang membanggakan seperti Pangeran Sugih, Pangeran Kornel dan Pangeran Mekah. Kita harus mengambil spirit dari kepemimpinan Pangeran Sumedang serta mengadaptasikannya dengan tantangan masa kini,” kata Herman di Sumedang, Rabu (27/9/2023).

Baca Juga:  Kebakaran di Sisi Tol Purbaleunyi, Jasa Marga: Berhasil Padam

“Jadi kata ‘Pangeran’ tersebut disampaikan dalam konteks kepemimpinan untuk menggugah rasa (memotivasi), bukan pengertian sebenarnya sebagai gelar keturunan raja,” lanjut Herman.

Contoh kiasan atau kata yang menggugah, kata dia, semisal julukan ‘Pangeran Biru’ sebagai kiasan atas kebanggaan kepada tim sepak bola kesayangan Persib. Ada juga kata ‘Cadas Pangeran’, yaitu nama jalan di Sumedang yang mengabadikan perjuangan Pangeran Kornel dalam pembangunannya.

Baca Juga:  KPU Pakai Lagi Kotak Suara Kardus di Pemilu 2024

Menurut Herman, Sumedang saat ini sudah menorehkan berbagai prestasi sebagai kabupaten dengan kinerja pemerintahan terbaik tingkat Provinsi Jabar maupun Nasional. Hal itu terjadi saat kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.

“Jadi yang dimaksudkan ‘Pangeran’ di sana adalah kepemimpinan Bapak Dony dan Bapak Erwan yang membanggakan laksana pangeran,” jelasnya.

Herman menegaskan, tidak ada maksud membanding-bandingkan antara kepemimpinan para Pangeran Sumedang dengan kepemimpinan masa kini, namun mempersandingkan. Pasalnya, hakekat kepemimpinan yaitu estafet keberlanjutan dan perbaikan terus-menerus (continuous improvement).

“Jangan sampai kita terjebak pada romantisme masa lalu. Haul Pangeran Sugih, harus kita tempatkan sebagai media untuk mendo’akan, serta momentum untuk mengambil spiritnya sebagai bekal bagi peningkatan kualitas kepemimpinan masa kini dan ke depan,” tutur Herman.

Baca Juga:  Bahaya! Marc Klok Masuk Catatan Hodak Usai Tekuk Bhayangkara FC

Meski demikian, Herman tetap menyampaikan permohonan maaf jika diksi yang diutarakannya menimbulkan polemik di kalangan masyarakat Sumedang.

“Apabila ada salah paham atas pernyataan ‘Pangeran’ tersebut, dari lubuk hati terdalam saya menyampaikan permohonan maaf. Sebagai Penjabat Bupati Sumedang, saya tidak punya maksud lain kecuali memotivasi dan menginspirasi masyarakat agar kita mampu meneladani kepemimpinan Pangeran Sumedang,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Herman Suryatman Pangeran Pj Bupati Sumedang Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Perang Sarung

Ramadhan Aman, Polisi Tegaskan Perang Sarung dan Balap Liar di Jabar

Anggaran Ekonomi Jabar Minim, DPRD Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat Lebih Kuat

Tangis Pecah Usai 43 Tahun! Pertemuan Dua Sahabat SD Ini Bikin Netizen Ikut Mewek

Anggaran Pendidikan Jabar Dinilai Cukup, Rafael Situmorang Soroti Daya Tampung dan Beasiswa

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.