bukamata.id – Pneumonia kini tengah melanda Jepang dengan angka infeksi tertinggi sejak 1999, mencapai 300 ribu kasus pada akhir 2024.
Otoritas kesehatan Jepang dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau wisatawan untuk lebih waspada dan mengenakan masker saat bepergian.
Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan Jepang, tercatat 317.812 kasus pneumonia di lebih dari 5.000 fasilitas kesehatan pada akhir Desember 2024, dengan rata-rata 64,39 pasien per unit, yang jauh melebihi batas darurat Jepang, yaitu 30 kasus per unit.
Kondisi darurat pneumonia ini semakin mencuat setelah kabar meninggalnya aktris internasional Barbie Hsu (Hsu Shiyuan) akibat virus tersebut di Jepang pada 2 Februari 2025.
Pakar kesehatan menyarankan wisatawan yang akan mengunjungi Jepang untuk menjaga kesehatan dengan lebih cermat, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis rentan, yang disarankan untuk mengurangi perjalanan. Anak-anak juga dianggap sebagai kelompok rentan terhadap pneumonia.
Untuk itu, Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan saat bepergian ke negara dengan suhu lebih dingin. Meskipun tidak ada larangan perjalanan untuk warga negara Indonesia (WNI) ke Jepang, Kemenkes menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
“Kesehatan adalah prioritas utama, dan kita harus tahu bagaimana mengantisipasi kondisi udara yang berbeda,” ujar Juru Bicara Kemenkes, Wiyawati, dikutip Senin (10/2/2025).
Selain itu, Kemenkes menegaskan bahwa pneumonia dapat memburuk pada pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid, sehingga penting untuk lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan saat berpergian.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











