Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!

Selasa, 11 Agustus 2026 20:35 WIB

Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two

Selasa, 11 Agustus 2026 20:30 WIB

Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man

Selasa, 11 Agustus 2026 20:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!
  • Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two
  • Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man
  • Persib Langsung Dapat Lawan Berat! Ini Jadwal Lengkap Super League 2026/2027
  • Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater
  • League Cup 2026/2027 Batasi Pemain Asing Cuma 3, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan
  • Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD
  • Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polda Jabar Ungkap Fakta Baru Sindikat Penjualan Bayi, Dua DPO Masih Diburu!

By SusanaMinggu, 27 Juli 2025 10:15 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jasad bayi. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) terus mengembangkan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sindikat penjualan bayi.

Penyidik membuka kemungkinan adanya penambahan tersangka dalam jaringan tersebut, termasuk pelaku yang diduga terlibat dalam praktik adopsi ilegal lintas negara.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa penyidikan saat ini mengarah pada dua jalur pengembangan utama.

Pertama, tim penyidik telah dikirim ke Jakarta untuk memeriksa seorang perempuan bernama Lie Siu Luan alias Popo, yang sebelumnya diketahui berada di Singapura. Pemeriksaan dilakukan bersama kuasa hukumnya untuk menggali informasi terkait keterlibatannya dalam sindikat.

Kedua, penyidik yang sebelumnya bertugas di Pontianak telah kembali dan membawa sejumlah data penting. Informasi tersebut membuka potensi keterlibatan pihak lain dalam jaringan penjualan bayi yang diusut sejak 2023.

“Kami menduga proses ini sudah berlangsung cukup lama dan terorganisir. Ada indikasi keterlibatan pihak lain, baik sebagai pelaku utama maupun pembantu sebagaimana diatur dalam pasal 55 dan 56 KUHP,” ujar Hendra di Mapolda Jabar, Sabtu (26/7/2025).

Adopsi Ilegal dan Dugaan Jaringan Internasional

Dari hasil pemeriksaan terhadap empat tersangka sebelumnya, penyidik juga menemukan indikasi kuat praktik adopsi ilegal yang mengarah ke luar negeri, terutama Singapura.

Meski demikian, penyidikan saat ini masih difokuskan di dalam negeri, sambil membuka jalur kerja sama lintas negara apabila dibutuhkan.

Dua DPO Masih Dalam Pengejaran

Sementara itu, dua orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) masih terus diburu. Salah satunya diduga berperan sebagai perekrut, sedangkan yang lainnya sebagai penampung bayi dalam jaringan sindikat tersebut. Keduanya diyakini masih berada di wilayah Indonesia.

“Kami sudah melayangkan surat pencarian dan menyebarkan informasi terkait kedua DPO ini. Kepada Saudari Y, salah satu DPO, kami imbau agar segera menyerahkan diri secara sukarela demi meringankan proses hukum yang akan dijalani,” tegas Hendra.

Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus perdagangan orang ini hingga tuntas, demi perlindungan anak-anak Indonesia dan penegakan keadilan terhadap seluruh pelaku kejahatan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kasus TPPO 2025 penjualan bayi Polda Jabar Sindikat Adopsi Ilegal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Ganti Pohon yang Ditebang di Jalan Riau, Pemkot Bandung Siapkan 10 Mahoni Setinggi 5 Meter

Heboh! Aksi Nekat Perempuan Asal Kopo di Jembatan Paspati Berhasil Digagalkan Warga

Karhutla Bromo Tengger Semeru Tembus 742 Hektare

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.