Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Minggu, 11 Oktober 2026 06:00 WIB
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polemik Deklarasi BEM Bersatu Makin Panas, Sejumlah Kampus Bantah Keterlibatan

By SusanaRabu, 17 Juni 2026 15:08 WIB3 Mins Read
Polemik deklarasi BEM Bersatu memanas. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik deklarasi kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu terus meluas dan menjadi sorotan publik. Organisasi tersebut sebelumnya mengeluarkan sejumlah pernyataan yang merespons aksi mahasiswa belakangan ini, termasuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta tudingan bahwa aksi mahasiswa ditunggangi kepentingan politik tertentu.

Namun, di balik deklarasi tersebut, muncul dugaan pencatutan nama sejumlah organisasi kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Daftar Nama Peserta Deklarasi BEM Bersatu Dipersoalkan

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, terdapat sekitar sepuluh nama yang disebut hadir dalam deklarasi BEM Bersatu. Mereka diklaim berasal dari berbagai kampus dan membawa nama organisasi kemahasiswaan masing-masing.

Beberapa nama yang tercantum di antaranya:

  • Wildan Ricky, disebut sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Islam Syekh Yusuf Al Makassari (UNISIA)
  • Muhammad Yani, diklaim mewakili BEM Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta (UIJ)
  • Ardin Julkifli, disebut Ketua BEM FISIP Universitas Nasional (UNAS)
  • Ardiansyah, diklaim dari Institut Al-Aqidah
  • Ahmad Ghazy, disebut mewakili BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
  • Alfi, disebut Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (Unpam)
  • Rahmat Djimbula, disebut Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Insan Cita Indonesia (UIC)
  • Dicky, diklaim dari FIPS Universitas Indraprasta PGRI (Unindra)
  • Ahmad, disebut mewakili Universitas Bina Sarana Informatika (BSI)
  • Rezky Anandar, disebut dari Institut STIAMI

Nama-nama tersebut kemudian menjadi perhatian setelah sejumlah kampus memberikan klarifikasi resmi.

Sejumlah Kampus Bantah Keterlibatan dalam BEM Bersatu

Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional (KABMU UNAS) secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam deklarasi BEM Bersatu.

Dalam pernyataan resminya, KABMU UNAS menegaskan bahwa tidak ada mandat maupun representasi dari organisasi mahasiswa Universitas Nasional dalam konferensi pers tersebut.

Mereka juga menepis keberadaan BEM di lingkungan kampus yang disebut dalam deklarasi itu.

“Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional tidak mewakili maupun diwakili dalam konferensi pers tersebut,” tulis KABMU UNAS dalam pernyataan resminya.

KABMU UNAS bahkan menyebut deklarasi tersebut sebagai tindakan yang berpotensi menyesatkan publik dan mencoreng nama institusi pendidikan.

Tuntutan Permintaan Maaf 2×24 Jam

KABMU UNAS juga meminta salah satu nama yang disebut, yakni Ardin Julkifli, untuk segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka kepada civitas akademika Universitas Nasional dalam waktu 2×24 jam.

Selain itu, mereka mendesak pihak kampus untuk melakukan investigasi internal dan memberikan sanksi tegas jika terbukti terjadi pencatutan nama organisasi mahasiswa.

Unpam dan Aliansi Mahasiswa Juga Angkat Bicara

Sikap serupa juga datang dari Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam). Mereka mengecam keras dugaan pencatutan nama mahasiswa maupun organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpam dalam deklarasi BEM Bersatu.

Menurut mereka, tindakan tersebut berpotensi menyesatkan publik karena seolah-olah ada dukungan resmi dari organisasi mahasiswa kampus.

Aliansi Mahasiswa Unpam menegaskan bahwa tidak ada mandat organisasi yang memberikan kewenangan kepada pihak tertentu untuk berbicara atas nama mahasiswa FEB Unpam.

Mereka juga meminta pihak kampus melakukan investigasi terhadap sosok yang disebut dalam deklarasi tersebut.

Sorotan Publik Terus Menguat

Hingga kini, polemik deklarasi BEM Bersatu masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Publik menyoroti keabsahan representasi organisasi mahasiswa yang terlibat serta potensi dampaknya terhadap citra gerakan mahasiswa di Indonesia.

Perkembangan kasus ini diperkirakan masih akan berlanjut seiring meningkatnya tekanan dari berbagai pihak kampus untuk klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.