bukamata.id – Pelaku pembacokan terhadap Ahmad Sahaludin (30) di Jalan Sukarasa, Kelurahan Citeureup, Kota Cimahi, berhasil diamankan pihak kepolisian. Kejadian berdarah ini terjadi pada Rabu (17/12/2025) malam.
Identitas Pelaku Pembacokan di Cimahi
Polisi menangkap pelaku selang sehari setelah aksi penganiayaan. Para pelaku yang diamankan adalah:
- Diki Aldiansyah (23)
- Rian (25)
- Empat pelaku di bawah umur: EL, R, MA, dan MR
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa para pelaku tergabung dalam geng motor di wilayah Parongpong, Bandung Barat. Sementara korban adalah seorang tukang cukur yang saat itu sedang berjalan kaki karena motornya mogok.
“Mereka menyerang korban dengan senjata tajam secara membabi buta. Pelaku utama dalam aksi ini adalah Diki, Rian, dan empat orang temannya,” ujar Niko, Minggu (21/12/2025).
Modus Operandi dan Kronologi Kejadian
Menurut keterangan polisi, para pelaku melakukan aksi secara random, mencari korban yang kebetulan berada di lokasi. Mereka berkonvoi menggunakan sepeda motor dari Bandung Barat ke Cimahi sambil membawa senjata tajam.
“Korban tidak memiliki masalah dengan pelaku. Ia sedang berjalan kaki karena motornya mogok, tiba-tiba diserang sehingga mengalami luka di wajah dan harus dirawat di rumah sakit,” terang AKBP Niko.
Setelah melakukan pembacokan, pelaku langsung melarikan diri. Namun, pihak kepolisian berhasil menangkap mereka bersama barang bukti berupa atribut geng motor dan senjata tajam yang digunakan saat penyerangan.
Polisi Masih Kejar Pelaku Lain
Selain tujuh pelaku yang sudah diamankan, polisi masih mengejar tiga pelaku lainnya yang identitasnya sudah dikantongi. Mereka diduga turut serta dalam aksi penganiayaan di lokasi kejadian.
Ancaman Hukum bagi Pelaku Pembacokan
Para pelaku dijerat Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan luka berat. Ancaman hukumannya bisa mencapai 9 tahun penjara.
Pengakuan Pelaku
Salah seorang pelaku, Diki Aldiansyah, mengaku aksi tersebut tidak direncanakan. Pengaruh minuman keras membuatnya menyerang korban secara spontan.
“Saya sedang mabuk saat menyerang korban. Senjata tajam selalu dibawa untuk jaga diri dari geng motor lainnya,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










