bukamata.id – Sebagai bentuk cinta terhadap para pahlawan, Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat membagikan kadedeuh berbentuk bakti sosial terhadap para veteran yang bertempat di Hotel Horison, Kota Bandung, Jumat (28/11/2025).
Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan yang diinisiasi Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat.
Ketua PPM Jabar, MQ Iswara, menyebut momentum ini sebagai kesempatan untuk kembali menyapa para veteran dari LVRI Jawa Barat dan LVRI Bandung Raya sosok yang ia anggap sebagai “ayahanda bangsa”.
“Kami datang untuk meminta arahan, khususnya tentang sejarah perjuangan bangsa. Kami juga memberikan sedikit kadedeuh sebagai bentuk hormat dan terima kasih,” ujarnya.
Iswara menekankan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting, terutama di tengah memudarnya nilai-nilai luhur seperti nasionalisme, patriotisme, dan Semangat ’45 di kalangan generasi muda. Ia menilai pendidikan moral dan Pendidikan Pancasila di sekolah pun kini “mulai tidak terlihat”.
“Di era disrupsi digital, ketahanan nasional itu sangat penting. Presiden selalu menekankan hal ini. Kalau tidak dimulai sejak usia dini, kita akan tergerus oleh derasnya informasi,” katanya.
Lebih jauh, Iswara menjelaskan bahwa PPM Jabar secara konsisten melaksanakan program di 24 kabupaten/kota setiap tahun. Di setiap daerah, perhatian selalu diberikan kepada anggota Pemuda Panca Marga serta para veteran.
“Kami sudah melakukan kegiatan di 24 kabupaten/kota. Setiap tahun, kami selalu memastikan perhatian kepada Pemuda Panca Marga di daerah dan kepada ayahanda kita,” kata Iswara.
Ia menyebut berbagai program yang telah berjalan, mulai dari bantuan rutilahu hingga pemberdayaan anggota. Kerja sama pun dibangun seluas mungkin.
“Kemarin kami sudah melakukan program untuk rutilahu, kemudian beberapa kegiatan lain. Yang bisa kita kolaborasikan dengan pemerintah, kita kolaborasikan. Yang bisa kita kolaborasikan dengan swasta, kita kolaborasikan,” tuturnya.
Menanggapi usulan agar veteran melakukan roadshow ke sekolah, Iswara menilai langkah tersebut baik, namun membutuhkan dukungan kebijakan yang lebih sistematis. Menurutnya, penguatan nilai perjuangan justru akan lebih efektif bila kembali dimasukkan ke dalam kurikulum.
“Kalau muatan lokal dimungkinkan, kami akan mengajukan agar nilai-nilai perjuangan ini masuk kembali sejak sekolah dasar. Kami juga akan menjadwalkan audiensi dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Dari pihak LVRI Jabar, Sukiswo Ali menyampaikan apresiasi atas undangan PPM. Ia menegaskan bahwa tugas bersama hari ini adalah menjaga nilai-nilai NKRI. Ia juga menjelaskan bahwa para veteran memperoleh dana kehormatan dari negara sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
Meski tak lagi aktif secara fisik, kontribusi anggota LVRI tetap hadir melalui pemikiran, pengalaman, serta pendampingan kepada masyarakat.
“Harapan kami, generasi muda mau mendengarkan. Karena pengalaman itu bukan hanya soal masa lalu, tapi bekal untuk masa depan,” tuturnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











