Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia Waspada Karhutla: BMKG Petakan 4 Provinsi Berstatus Siaga Merah

Kamis, 20 Agustus 2026 17:39 WIB

Bukan Sekali! TV Hotel WYBS Bandung Digondol Dua Hari Berturut-turut, Polisi Buru Pelaku

Kamis, 20 Agustus 2026 17:27 WIB

Dulu Tenang Hadapi Politisi di TV, Aksi Garang Fathimah Azzahra di Jalanan Kini Bikin Heboh

Kamis, 20 Agustus 2026 17:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia Waspada Karhutla: BMKG Petakan 4 Provinsi Berstatus Siaga Merah
  • Bukan Sekali! TV Hotel WYBS Bandung Digondol Dua Hari Berturut-turut, Polisi Buru Pelaku
  • Dulu Tenang Hadapi Politisi di TV, Aksi Garang Fathimah Azzahra di Jalanan Kini Bikin Heboh
  • Persib Bisa Turun Kasta! Hasil Drawing ACGL 2026/2027 Bawa Maung Bandung ke Grup E
  • Pria di Bandung Check-in Hotel Cuma Buat Preteli TV Kamar, Aksinya Terekam CCTV
  • Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah
  • TikTok Siapkan Fitur Kirim Uang Lewat DM, Bisa Transfer Tanpa Keluar Aplikasi!
  • Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Profil Dua Kandidat Terkuat Jadi Ibu Kota Cirebon Timur

By Aga GustianaSabtu, 13 September 2025 16:47 WIB2 Mins Read
Rapat Paripurna DPRD Jabar
Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat. (Foto: DPRD Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana pemekaran Kabupaten Cirebon Timur semakin konkret. Dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat pada Rabu (10/9/2025), usulan pembentukan Cirebon Timur resmi disetujui sebagai Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).

Kabupaten baru ini akan membawahi 16 kecamatan dengan total luas 446,57 kilometer persegi. Wilayah yang termasuk di dalamnya meliputi Kecamatan Astanajapura, Babakan, Ciledug, Gebang, Greged, Karangsembung, Karangwareng, Lemahabang, Losari, Pabedilan, Pabuaran, Pangenan, Pasaleman, Sedong, Susukan Lebak, dan Waled.

Dua Kecamatan Berebut Status Ibu Kota

Meski sudah mendapat lampu hijau, lokasi ibu kota Cirebon Timur masih menjadi perdebatan.

  • Bupati Cirebon dan DPRD Kabupaten Cirebon cenderung mengusulkan Kecamatan Karangwareng sebagai pusat pemerintahan.
  • DPRD Jabar dan tim riset Universitas Padjadjaran justru merekomendasikan Kecamatan Karangsembung, dengan alasan Karangwareng dilalui jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang berpotensi menghambat pembangunan di masa depan.

Profil Kecamatan Karangsembung

Berdasarkan data BPS Kabupaten Cirebon dalam Angka 2025:

  • Pusat pemerintahan berada di Desa Karangsuwung.
  • Luas wilayah: 18,80 km², ketinggian rata-rata 10 mdpl.
  • Jumlah penduduk: 37.808 jiwa (kepadatan 1.095 jiwa/km²).
  • Data 2024: 452 bayi lahir, 6 bayi meninggal, 44 kasus DBD, 245 pernikahan, 102 perceraian.

Profil Kecamatan Karangwareng

  • Pusat pemerintahan di Desa Kubangdeleg.
  • Luas wilayah: 27,16 km², ketinggian rata-rata 20 mdpl.
  • Jumlah penduduk: 29.744 jiwa (kepadatan 2.577 jiwa/km²).
  • Data 2024: 403 bayi lahir, satu ibu meninggal saat melahirkan, 35 kasus DBD, 212 pernikahan, 78 perceraian.

Pemekaran Sudah Lama Jadi Aspirasi

Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, yang memimpin rapat paripurna, menegaskan bahwa gagasan pemekaran Cirebon Timur bukan hal baru. Isu ini sudah bergulir sejak awal era reformasi, mengingat Kabupaten Cirebon saat ini sangat luas dengan 40 kecamatan, 424 desa/kelurahan, dan jumlah penduduk yang besar.

Menurutnya, pemekaran akan menjadi tonggak penting untuk mendekatkan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan perlunya dukungan anggaran dari provinsi dan kabupaten induk agar pembangunan infrastruktur dasar di Cirebon Timur bisa dipercepat.

Menunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan bahwa langkah selanjutnya bergantung pada keputusan pemerintah pusat terkait moratorium pemekaran daerah.

“Selagi menunggu, kami manfaatkan waktu untuk melakukan verifikasi berbagai aspek, mulai dari demografi, geografi, sosial budaya, politik, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan. Harapannya, ketika moratorium dicabut, Cirebon Timur benar-benar siap,” ujar Herman.

Ia menambahkan, tujuan utama pemekaran ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat pembangunan, dan memastikan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cdob cirebon cirebon timur ibu kota cirebon timur kabupaten baru jabar karangsembung karangwareng
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Indonesia Waspada Karhutla: BMKG Petakan 4 Provinsi Berstatus Siaga Merah

Bukan Sekali! TV Hotel WYBS Bandung Digondol Dua Hari Berturut-turut, Polisi Buru Pelaku

Dulu Tenang Hadapi Politisi di TV, Aksi Garang Fathimah Azzahra di Jalanan Kini Bikin Heboh

Pria di Bandung Check-in Hotel Cuma Buat Preteli TV Kamar, Aksinya Terekam CCTV

Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah

Bansos

Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.