Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 02:00 WIB
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar

Sabtu, 24 Oktober 2026 01:00 WIB
Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Jumat, 23 Oktober 2026 22:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya
  • Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar
  • Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya
  • Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
  • Lebih Banyak Peluang tapi Kalah, Sandy Walsh Ungkap Penyebab Persib Tumbang
  • Sudah Ada Sejak 1986, Ini 5 Surabi Legendaris yang Masih Diburu di Bandung
  • Sempurna di Asia, Persib Siap Hadapi Raksasa Australia di Jalak Harupat
  • Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Profil Dua Kandidat Terkuat Jadi Ibu Kota Cirebon Timur

By Aga GustianaSabtu, 13 September 2025 16:47 WIB2 Mins Read
Rapat Paripurna DPRD Jabar
Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat. (Foto: DPRD Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana pemekaran Kabupaten Cirebon Timur semakin konkret. Dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat pada Rabu (10/9/2025), usulan pembentukan Cirebon Timur resmi disetujui sebagai Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).

Kabupaten baru ini akan membawahi 16 kecamatan dengan total luas 446,57 kilometer persegi. Wilayah yang termasuk di dalamnya meliputi Kecamatan Astanajapura, Babakan, Ciledug, Gebang, Greged, Karangsembung, Karangwareng, Lemahabang, Losari, Pabedilan, Pabuaran, Pangenan, Pasaleman, Sedong, Susukan Lebak, dan Waled.

Dua Kecamatan Berebut Status Ibu Kota

Meski sudah mendapat lampu hijau, lokasi ibu kota Cirebon Timur masih menjadi perdebatan.

  • Bupati Cirebon dan DPRD Kabupaten Cirebon cenderung mengusulkan Kecamatan Karangwareng sebagai pusat pemerintahan.
  • DPRD Jabar dan tim riset Universitas Padjadjaran justru merekomendasikan Kecamatan Karangsembung, dengan alasan Karangwareng dilalui jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang berpotensi menghambat pembangunan di masa depan.

Profil Kecamatan Karangsembung

Berdasarkan data BPS Kabupaten Cirebon dalam Angka 2025:

  • Pusat pemerintahan berada di Desa Karangsuwung.
  • Luas wilayah: 18,80 km², ketinggian rata-rata 10 mdpl.
  • Jumlah penduduk: 37.808 jiwa (kepadatan 1.095 jiwa/km²).
  • Data 2024: 452 bayi lahir, 6 bayi meninggal, 44 kasus DBD, 245 pernikahan, 102 perceraian.

Profil Kecamatan Karangwareng

  • Pusat pemerintahan di Desa Kubangdeleg.
  • Luas wilayah: 27,16 km², ketinggian rata-rata 20 mdpl.
  • Jumlah penduduk: 29.744 jiwa (kepadatan 2.577 jiwa/km²).
  • Data 2024: 403 bayi lahir, satu ibu meninggal saat melahirkan, 35 kasus DBD, 212 pernikahan, 78 perceraian.

Pemekaran Sudah Lama Jadi Aspirasi

Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, yang memimpin rapat paripurna, menegaskan bahwa gagasan pemekaran Cirebon Timur bukan hal baru. Isu ini sudah bergulir sejak awal era reformasi, mengingat Kabupaten Cirebon saat ini sangat luas dengan 40 kecamatan, 424 desa/kelurahan, dan jumlah penduduk yang besar.

Menurutnya, pemekaran akan menjadi tonggak penting untuk mendekatkan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan perlunya dukungan anggaran dari provinsi dan kabupaten induk agar pembangunan infrastruktur dasar di Cirebon Timur bisa dipercepat.

Menunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan bahwa langkah selanjutnya bergantung pada keputusan pemerintah pusat terkait moratorium pemekaran daerah.

“Selagi menunggu, kami manfaatkan waktu untuk melakukan verifikasi berbagai aspek, mulai dari demografi, geografi, sosial budaya, politik, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan. Harapannya, ketika moratorium dicabut, Cirebon Timur benar-benar siap,” ujar Herman.

Ia menambahkan, tujuan utama pemekaran ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat pembangunan, dan memastikan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.