Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap! Di Balik Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Ada Ancaman Serius

Senin, 13 April 2026 05:00 WIB

One Minute Silence di GBLA, Penghormatan Terakhir untuk sang Jendral Rukandi

Senin, 13 April 2026 03:00 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Bikin Heboh, Link Part 2 Ternyata Berbahaya

Senin, 13 April 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap! Di Balik Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Ada Ancaman Serius
  • One Minute Silence di GBLA, Penghormatan Terakhir untuk sang Jendral Rukandi
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Bikin Heboh, Link Part 2 Ternyata Berbahaya
  • Drama 5 Gol di GBLA! Persib Tumbangkan Bali United, Tetap Kokoh di Puncak
  • Gol Tandukan Mematikan! Persib Unggul 1-0 atas Bali United di Babak Pertama
  • Inilah Starter Persib vs Bali United, Beckham Tersingkir dari Line Up Awal
  • Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang
  • Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Barak Militer untuk Anak Nakal Dikritik, Dedi Mulyadi: Di Mana Letak Salahnya?

By Aga GustianaRabu, 21 Mei 2025 14:58 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pendidikan karakter yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menuai sorotan. Kebijakan yang mengirim anak-anak dengan catatan kenakalan ke barak pendidikan ala militer mendapat kritik dari sejumlah pihak, mulai dari pegiat pendidikan hingga pemerhati hak anak. Namun, Dedi Mulyadi tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa program tersebut justru menjadi ruang pembinaan yang positif, bukan bentuk pelanggaran terhadap hak anak.

Dedi mempertanyakan kritik yang dilontarkan terhadap pendekatan yang ia sebut sebagai “barak pendidikan kebangsaan”. Menurutnya, semua aktivitas di barak tersebut bertujuan membentuk disiplin, karakter, dan spiritualitas anak-anak.

“Kalau anak-anak dibangunkan jam 4 subuh, disuruh membereskan tempat tidur, kuliah subuh, sarapan dengan makanan sehat, di mana letak salah dan pelanggarannya?” kata Dedi dalam pernyataan, dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (21/5/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Rakyat dan Politisi Sama-sama Buas dan Serakah

Menjawab Kritik: Antara Disiplin dan Hak Anak

Dedi menekankan bahwa rutinitas di barak seperti antre makan, berdoa sebelum makan, belajar tertib, hingga mengikuti kegiatan keagamaan dan olahraga adalah bentuk pembelajaran kehidupan yang bermartabat. Ia menyayangkan pandangan yang menilai pendekatan ini sebagai represi atau pelanggaran hak anak.

“Justru hak-hak anak itu mereka dapatkan di barak pendidikan. Hak untuk hidup sehat, hak untuk dihargai, hak untuk belajar disiplin. Itu yang justru tak semua anak dapatkan di rumah,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi sistem pendidikan digital yang menurutnya menghilangkan kedekatan emosional antara guru dan murid. Dedi menyebut bahwa sistem digital mengikis nilai-nilai spiritual dan moral yang seharusnya menjadi inti dari pendidikan.

Baca Juga:  Ribuan Pekerja Wisata Kepung Gedung Sate, Tuntut Gubernur Jabar Cabut Surat Edaran Nomor 45

“Saat ini pendidikan kehilangan ruh spiritualnya. Guru dan murid tak lagi saling memandang dan memahami. Semua diganti papan digital. Kalau kita ajarkan murid memandang gurunya dengan hormat, salahkah?” jelasnya.

Diketahui, kendati telah menerima banyak dukungan masyarakat, program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer juga tak jarang mendapat kritikan tajam.

Baca Juga:  Minta Maaf ke Dedi Mulyadi, Liburan Lucky Hakim Bisa Kena Sanksi?

Usai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta program dievaluasi, kini giliran organisasi guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) keras mendesak kebijakan ini dihentikan.

Sekjen FSGI Fahriza Marta Tanjung menyampaikan, pihaknya menolak kebijakan ini. Apalagi disusul dengan narasi adanya rencana guru “malas” juga akan dikirim ke barak militer.

“FSGI menilai ini merupakan kebijakan instan, tidak menyentuh akar masalah, dan berpotensi tidak berdampak jangka panjang dalam perubahan perilaku,” ujarnya, dalam keterangan resminya, Senin (19/5/2025).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat KPAI siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang

Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?

Gedung Sate dan Gasibu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu Ikonik Jawa Barat

Dikasih Kebun Sawit Malah Ngelunjak! Istri Bongkar Borok Suami: Diduga Selingkuh dan Gadein Surat Tanah Keluarga!

Aksi Senyap 20 Tahun Terhenti! Polisi Tangkap ‘Ki Bedil’, Perakit Senjata Ilegal Kelas Atas

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.