Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jelang ACL Two dan ACC, Persib Siapkan Launching Skuad Spektakuler Awal Agustus

Senin, 8 Juni 2026 20:25 WIB

Eksodus Besar-besaran Intai Persib Bandung, Umuh Muchtar Akui Skuad Juara Mulai ‘Bubar’

Senin, 8 Juni 2026 20:17 WIB

Dulu Lawan Penguasa, Kini Said Iqbal Resmi Masuk Istana! Pengkhianatan atau Strategi?

Senin, 8 Juni 2026 20:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jelang ACL Two dan ACC, Persib Siapkan Launching Skuad Spektakuler Awal Agustus
  • Eksodus Besar-besaran Intai Persib Bandung, Umuh Muchtar Akui Skuad Juara Mulai ‘Bubar’
  • Dulu Lawan Penguasa, Kini Said Iqbal Resmi Masuk Istana! Pengkhianatan atau Strategi?
  • Cut Salwa Trending di Media Sosial, Warganet Berburu Link Video Viral
  • Persija Daratkan STY, Bos Persib Siapkan Kejutan Balasan yang Tak Kalah Heboh
  • Bukan Sekadar Komunitas Trabas, Penjelajah Alam Jabar Ini Sasar Akses Pendidikan Pelosok
  • Geng Motor Blokir Jalan Depan BNN Jabar Bandung, Aksi Malam Bikin Warga Resah
  • Bikin Emosi dan Kuras Waktu, Orang Tua Murid Keluhkan Sengkarut Sistem Akun Sekolah Maung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 8 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tantangan Baru Dedi Mulyadi, Selamatkan Karst Klapanunggal Bogor dari Kerusakan

By Putra JuangSabtu, 12 April 2025 09:00 WIB2 Mins Read
Kondisi memprihatinkan kawasan karst di atas mata air Sodong, Desa Linggarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kini dihadapkan pada persoalan lingkungan yang baru di wilayah Kabupaten Bogor.

Setelah sebelumnya membongkar objek wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor dan proyek Eiger Camp di Bandung Barat serta Puncak, kini sorotan tertuju pada kerusakan lingkungan di wilayah karst Klapanunggal.

Ya, belum lama ini sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan kawasan karst di atas mata air Sodong, Desa Linggarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @bogor.terkini, hamparan hijau pegunungan kapur yang dulunya rimbun dengan pepohonan kini tampak gundul, rata dengan tanah akibat aktivitas yang diduga kuat adalah pengerukan karst.

Baca Juga:  Hadiri Pisah Sambut Pangdam III/Siliwangi, KDM Tegaskan Komitmen Keamanan

Kondisi ini diperparah dengan dugaan kuat bahwa penggundulan hutan lindung di kawasan karst inilah yang menjadi penyebab banjirnya mata air Sodong pada November 2024 lalu, yang merugikan masyarakat sekitar.

“Kawasan karst gunung kapur yang dulunya hijau dan penuh pepohonan, kini terlihat gundul alias rata dengan tanah. Gundulnya kawasan hutan lindung ini juga disinyalir yang menjadi penyebab banjirnya mata air di bawah pada November 2024 silam,” tulis keterangannya @bogor.terkini, dikutip Sabtu (12/4/2025).

Bukan hanya itu, kerusakan lingkungan ini juga mengancam keberadaan fauna endemik langka, yaitu ikan buta Barbodes klapanunggalensis.

Ikan unik yang ditemukan oleh peneliti BRIN di Goa Cisodong ini terancam punah akibat masifnya aktivitas pengerukan karst yang merusak habitat alaminya.

Baca Juga:  Pemuda Pancasila Jabar Sepakat Dukung Dedi-Erwan di Pilgub 2024

“Bahkan, hewan endemik langka, ikan buta Barbodes klapanunggalensis yang ditemukan peneliti BRIN di Goa Cisodong juga ikut terancam punah akibat aktivitas pengerukan karst yang masif,” katanya.

Kondisi ini sontak memantik reaksi dari warganet. Banyak yang menyoroti dan meminta perhatian Dedi Mulyadi, yang dikenal memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Melalui kolom komentar di media sosial, sejumlah warganet mendesak Dedi Mulyadi untuk turun tangan dan mengatasi persoalan ini.

“Kalau KDM no respon, berarti yg punya power nya lebih kuat dari KDM,” tulis akun @dorisnovel.

“Kang @dedimulyadi71 ini bisa diberesin kan?” tanya @broy_11.

Baca Juga:  Soroti Isu Stunting hingga Anggaran Sampah yang Minim, DPRD Jabar Beri 83 Catatan untuk KDM

Bahkan, beberapa warganet menantang keberanian Dedi Mulyadi dalam menghadapi isu ini.

“Berani ga kang @dedimulyadi71?” tulis akun @yogirivaldy.

“Pak @dedimulyadi71 belum nyolek ini berarti kuat itu yg punya ya,” tulis akun @hernowo_bejo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons langsung dari Dedi Mulyadi terkait desakan warganet dan kondisi kerusakan lingkungan di kawasan karst Klapanunggal ini.

Namun, sorotan publik semakin kuat agar orang nomor satu di Jabar tersebut dapat mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan lingkungan dan keanekaragaman hayati di Kabupaten Bogor.

Masyarakat pun menanti langkah konkret Dedi Mulyadi dalam menghadapi tantangan baru ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Kabupaten Bogor karst Klapanunggal kerusakan lingkungan Klapanunggal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dulu Lawan Penguasa, Kini Said Iqbal Resmi Masuk Istana! Pengkhianatan atau Strategi?

Geng Motor Blokir Jalan Depan BNN Jabar Bandung, Aksi Malam Bikin Warga Resah

Bikin Emosi dan Kuras Waktu, Orang Tua Murid Keluhkan Sengkarut Sistem Akun Sekolah Maung

Pencurian Massal Motor di Tritan Point Bandung, Korban Temukan Satu Motor Terdeteksi GPS Tapi Pelaku Kabur

Ketua Timses Jadi Bos Anak Usaha PT MUJ, Dedi Mulyadi Terjebak Tradisi Balas Jasa?

Ilustrasi korban meninggal.

Heboh Jasinga! Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka, Polisi Selidiki Dugaan Diserang Anjing

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Video ‘Rok Hijau di Dapur’ Viral Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Link Palsu Mengintai
  • Tren Viral TikTok Meledak! Video Misterius Rok Hijau Jadi Buruan Netizen, Waspada Link Palsu
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.