Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begal

Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing

Kamis, 30 Juli 2026 10:36 WIB

Klasemen Terbaru Piala Presiden 2026: Persib dan Persebaya Nyaman di Puncak

Kamis, 30 Juli 2026 10:26 WIB
Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok! Emas 1 Gram Turun Rp12.000, Buyback Ikut Melemah

Kamis, 30 Juli 2026 10:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing
  • Klasemen Terbaru Piala Presiden 2026: Persib dan Persebaya Nyaman di Puncak
  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok! Emas 1 Gram Turun Rp12.000, Buyback Ikut Melemah
  • Tak Gentar dengan Status Juara! Mariano Peralta Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Lagi
  • Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tantangan Baru Dedi Mulyadi, Selamatkan Karst Klapanunggal Bogor dari Kerusakan

By Putra JuangSabtu, 12 April 2025 09:00 WIB2 Mins Read
Kondisi memprihatinkan kawasan karst di atas mata air Sodong, Desa Linggarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kini dihadapkan pada persoalan lingkungan yang baru di wilayah Kabupaten Bogor.

Setelah sebelumnya membongkar objek wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor dan proyek Eiger Camp di Bandung Barat serta Puncak, kini sorotan tertuju pada kerusakan lingkungan di wilayah karst Klapanunggal.

Ya, belum lama ini sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan kawasan karst di atas mata air Sodong, Desa Linggarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @bogor.terkini, hamparan hijau pegunungan kapur yang dulunya rimbun dengan pepohonan kini tampak gundul, rata dengan tanah akibat aktivitas yang diduga kuat adalah pengerukan karst.

Kondisi ini diperparah dengan dugaan kuat bahwa penggundulan hutan lindung di kawasan karst inilah yang menjadi penyebab banjirnya mata air Sodong pada November 2024 lalu, yang merugikan masyarakat sekitar.

“Kawasan karst gunung kapur yang dulunya hijau dan penuh pepohonan, kini terlihat gundul alias rata dengan tanah. Gundulnya kawasan hutan lindung ini juga disinyalir yang menjadi penyebab banjirnya mata air di bawah pada November 2024 silam,” tulis keterangannya @bogor.terkini, dikutip Sabtu (12/4/2025).

Bukan hanya itu, kerusakan lingkungan ini juga mengancam keberadaan fauna endemik langka, yaitu ikan buta Barbodes klapanunggalensis.

Ikan unik yang ditemukan oleh peneliti BRIN di Goa Cisodong ini terancam punah akibat masifnya aktivitas pengerukan karst yang merusak habitat alaminya.

“Bahkan, hewan endemik langka, ikan buta Barbodes klapanunggalensis yang ditemukan peneliti BRIN di Goa Cisodong juga ikut terancam punah akibat aktivitas pengerukan karst yang masif,” katanya.

Kondisi ini sontak memantik reaksi dari warganet. Banyak yang menyoroti dan meminta perhatian Dedi Mulyadi, yang dikenal memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Melalui kolom komentar di media sosial, sejumlah warganet mendesak Dedi Mulyadi untuk turun tangan dan mengatasi persoalan ini.

“Kalau KDM no respon, berarti yg punya power nya lebih kuat dari KDM,” tulis akun @dorisnovel.

“Kang @dedimulyadi71 ini bisa diberesin kan?” tanya @broy_11.

Bahkan, beberapa warganet menantang keberanian Dedi Mulyadi dalam menghadapi isu ini.

“Berani ga kang @dedimulyadi71?” tulis akun @yogirivaldy.

“Pak @dedimulyadi71 belum nyolek ini berarti kuat itu yg punya ya,” tulis akun @hernowo_bejo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons langsung dari Dedi Mulyadi terkait desakan warganet dan kondisi kerusakan lingkungan di kawasan karst Klapanunggal ini.

Namun, sorotan publik semakin kuat agar orang nomor satu di Jabar tersebut dapat mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan lingkungan dan keanekaragaman hayati di Kabupaten Bogor.

Masyarakat pun menanti langkah konkret Dedi Mulyadi dalam menghadapi tantangan baru ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Kabupaten Bogor karst Klapanunggal kerusakan lingkungan Klapanunggal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Begal

Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.