Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Maung Bandung Full Senyum! Skuad Persib Kian Mewah Jelang Duel Lawan Persik Kediri di GBLA

Sabtu, 7 Maret 2026 14:11 WIB

Profil Zendhy dan Evi, Pasutri yang Bikin Nabilah O’Brien Ketakutan!

Sabtu, 7 Maret 2026 13:40 WIB

bank bjb syariah Gelar Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial

Sabtu, 7 Maret 2026 13:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Maung Bandung Full Senyum! Skuad Persib Kian Mewah Jelang Duel Lawan Persik Kediri di GBLA
  • Profil Zendhy dan Evi, Pasutri yang Bikin Nabilah O’Brien Ketakutan!
  • bank bjb syariah Gelar Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial
  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Maret 2026: Galeri 24 dan UBS Stabil, Cek Daftar Lengkapnya
  • Endingnya Bikin Nangis! Nenek di Magetan Bayar Utang Pakai Beras, Akhirnya Dilunasi Netizen
  • PSSI Ungkap Alasan Elkan Baggott Lama Absen dari Timnas Indonesia, Bukan Gara-gara Pelatih
  • Purbaya Blak-blakan Soal Ramai THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak
  • Jadwal Pekan 25 BRI Super League 2026: Persib Bandung Incar Kemenangan, Borneo FC Tantang Persebaya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Projo Jabar Sebut Blunder Elit PDIP Bisa Pengaruhi Pilkada Serentak

By SusanaSenin, 6 Mei 2024 17:30 WIB2 Mins Read
Bendera Projo. Foto: Instagram.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Organisasi kemasyarakatan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Projo mengingatkan elit-elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dinilai terus mendeskreditkan Presiden Jokowi.

Sekjen DPD Projo Jawa Barat Dedi Barnadi menanggapi serius pernyataan-pernyataan elit PDIP yang terus mendiskreditkan Presiden Jokowi usai kalah pada perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tersebut.

“Ya harusnya elit-elit PDIP bisa intropeksi, jangan terus menyerang Pak Jokowi, mendiskreditkan Pak Jokowi, karena kan Pilpres sudah selesai, putusan MK (Mahkamah Konstitusi) sudah ada, itu final dan mengikat,” tegas Dedi, Senin (6/5/2024).

Dedi menegaskan bahwa proses Pilpres 2024 telah usai. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang.

Baca Juga:  Gebrakan Sapoe Sarebu Dinilai Mulia tapi Berisiko, Warga Jabar Keluhkan Beban Ekonomi hingga Korupsi

Seharusnya, kata Dedi, elit PDIP jangan terus-terusan mendiskreditkan Jokowi karena menurutnya hal itu hanya persepsi seakan-akan Jokowi yang membuat jagoan PDIP kalah di Pilpres 2024.

“Sebetulnya Pak Jokowi kan gak ngapa-ngapain, terus itu hanya persepsi yang mereka miliki. Sehingga, seakan-seakan Pak Jokowi yang membuat mereka kalah, padahal kan sudah selesai ya semuanya,” bebernya.

Apabila hal itu terus terjadi, Dedi pun mengingatkan elit PDIP untuk tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya.

“Kalau saja elit-elit PDIP terus mendiskreditkan Pak Jokowi, jangan sampai melakukan blunder kedua kalinya,” ujarnya.

Baca Juga:  Jawa Barat Luncurkan 18 Desa Ramah Pelayanan Publik

Karena menurutnya, blunder dan kesalahan elit PDIP itu bisa berakibat fatal pada Pilkada serentak November 2024 mendatang.

“Kan yang kita tau tingkat kepuasan Pak Jokowi itu 70-80 persen sampai dengan hari ini, terus jangan sampai ketika Pak Jokowi didiskreditkan oleh elit-elit PDIP maka akan berpengaruh terhadap Pilkada serentak nanti,” bebernya.

“Jadi harus intropeksi, evaluasi diri, jangan sampai melakukan kesalahan dua kali, kan elit-elit PDIP terus-terusan mendiskreditkan Pak Jokowi,” sambung Dedi menegaskan.

Dedi juga menyatakan bahwa DPC Projo se-Jabar juga memiliki pandangan yang sama dengan DPD Projo Jabar.

Baca Juga:  Akselerasi Kemajuan Jabar di 2025, Sekda Herman Ajak Majelis Musyawarah Sunda Kerja Super Team

“Suara-suara DPC Projo di 27 kabupaten/kota di Jabar juga sama, mereka meminta agar elit PDIP tidak terus mendeskreditkan Pak Jokowi,” tegasnya lagi.

Dedi mengingatkan bahwa mereka yang berada di 70-80 persen puas atas kinerja Jokowi itu, tidak akan berdiam diri jika panutannya itu terus didiskreditkan.

“Intinya jangan sampai PDIP melakukan kesalahan dua kali, udah mah kalah di Pilpres, masa dengan kegaduhan itu, menghina Pak Jokowi itu, bisa saja kan yang 70-80 persen puas dengan kinerja Pak Jokowi akan berbalik arah tidak akan memilih calon kepala daerah yang dicalonkan PDI,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

elit Jabar jokowi PDIP pilkada Projo
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bank bjb syariah Gelar Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Blak-blakan Soal Ramai THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak

Cek Aturan THR PNS 2026: Cair Sebelum atau Setelah Lebaran?

Hari ke-17 Ramadhan 1447 H: Jadwal Imsak di Bandung Hari Ini!

Persis Ramadan Expo 2026: Ajang UMKM Lokal Tembus Pasar Lebaran di Bandung!

Data Mudik 2026: Lebih dari 25 Juta Warga Jabar Siap Mudik, Bogor Jadi Titik Terpadat

Terpopuler
  • Link Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Netizen Ramai Cari Versi Asli
  • Jadwal Penukaran Uang Baru di Bandung 2026 Resmi Dibuka, Ini 4 Lokasi Program SERAMBI BI
  • ‘Mukena Pink’ Viral di TikTok: Pencarian Link Video Tanpa Sensor Ramai Jadi Sorotan
  • ‎Jangan Sampai Terlewat! Ini Waktu Adzan Maghrib Bandung Minggu 1 Maret 2026
  • Link Video No Sensor Ukhti Mukena Pink Viral, Versi Panjang Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.