Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cegah Kriminalitas, Farhan Perketat Pendataan Kos dan Kontrakan di Bandung

Senin, 29 Juni 2026 20:49 WIB

Bandara Husein Bandung Dikebut! Farhan Targetkan Operasional 17 September 2026

Senin, 29 Juni 2026 20:41 WIB

Transfer Sensasional! Djibril Sidibé Masuk Radar Persib, Gaji Rp44 M Jadi Tantangan Besar

Senin, 29 Juni 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cegah Kriminalitas, Farhan Perketat Pendataan Kos dan Kontrakan di Bandung
  • Bandara Husein Bandung Dikebut! Farhan Targetkan Operasional 17 September 2026
  • Transfer Sensasional! Djibril Sidibé Masuk Radar Persib, Gaji Rp44 M Jadi Tantangan Besar
  • Dampak BRT Bandung: Parkir Badan Jalan Hilang, Pemkot Siapkan Gedung Parkir Modern
  • Terungkap! Isi Sebenarnya Video Viral ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’ yang Ramai Dicari
  • Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Makin Aneh? Akuntansi Dilewati, Senjata Api Dipelajari?
  • Big Match Piala Dunia 2026: Jadwal Siaran Langsung Brasil vs Jepang di Babak 32 Besar
  • Polda Jabar Endus Potensi Tersangka Baru yang Bantu Pelarian Taufik Hidayat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Puji Teaching Factory SMKN 1 Cibadak Sukabumi, Bey: Contoh SMK Berhasil

By Putra JuangRabu, 18 September 2024 06:00 WIB2 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin terkesan dengan proses pengemasan mi wonhae dan woca cokelat yang dilakukan para siswa SMK Negeri 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Mi wonhae dan woca cokelat merupakan produk makanan khas Korea Selatan yang diproduksi PT Akasha Wira International dan PT Indokopi Makmur Sentosa selaku pemegang merek.

SMK Negeri 1 Cibadak telah bekerja sama dengan dua produsen tersebut. Untuk mi wonhae, SMK Negeri 1 Cibadak melakukan pengemasan barang saja, sedangkan woca cokelat sudah sampai taraf membuat, meski produksi utama masih ada di pabrik besar.

“Ini contoh SMK yang berhasil, tadi saya lihat bagaimana siswa jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian belajar seperti sedang bekerja di pabrik,” ucap Bey usai peninjauan, Selasa (19/7/2024).

Baca Juga:  Panen Emas di Cabor Muaythai, Jabar Hattrick Semakin di Depan Mata

“Ada beberapa produk yang dijual di toko, ada juga yang dijual langsung ke Bali, Riau, dan Batam,” tambahnya.

Guna mengurangi tingkat pengangguran terbuka dan meningkatkan tingkat penyerapan tenaga kerja, Pemprov Jabar mengembangkan konsep teaching factory (Tefa).

Konsep Tefa merupakan metode untuk menciptakan link and match antara SMK dengan industri. SMK menyediakan SDM dengan vokasi yang sejalan dengan kebutuhan pabrik terdekat.

“SMK Negeri 1 Cibadak mengajarkan dan memberikan perhatian agar link and match tercapai. Kita tahu tak sedikit alumnus SMK setelah lulus justru menganggur (karena tidak ada link and match),” katanya.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Lantik Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu

Bey memuji kualitas pengemasan dan makanan yang dihasilkan siswa SMK Negeri 1 Cibadak untuk dua pabrik tersebut.

“Produksinya sudah sangat baik, bisa dicontoh SMK negeri yang lain, bagaimana menerapkan program pengajaran teaching factory,” ungkapnya.

Bey pun memberi acungan jempol kepada pihak sekolah yang berinisiatif dan memberikan ruang bagi industri untuk memberi pelatihan kepada siswa, sebelum akhirnya nanti siap menjadi calon tenaga kerja.

“Pak Kepala Sekolah cerita bahwa industrinya yang diajak (masuk) ke sekolah. Masalah kita adalah link and match dengan industri tidak terjadi (karena tidak ada inisiatif sekolah),” katanya.

Baca Juga:  Bey Machmudin Sebut Pj Wali Kota Bandung Janji Selesaikan Masalah Sampah dalam Tiga Bulan

Bey lebih terkesan lagi karena banyak alumnus SMK Negeri 1 Cibadak sudah bekerja, selain di dua perusahaan tersebut, juga di luar negeri.

“Artinya kualitas (SMK Negeri 1 Cibadak) sudah sangat bai. Alumninya, pembelajarannya sudah cukup menunjang (industri),” ungkapnya.

Jabar saat ini sedang giat mencetak lulusan SMK untuk bekerja di berbagai perusahaan pemilik pabrik. Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu contoh yang ada di Jabar bagian selatan.

Pola Tefa untuk link and match SMK dengan industri juga diharapkan bisa diterapkan di Jabar bagian utara, yang mana KEK Rebana saat ini masih terus dikembangkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Kabupaten Sukabumi SMKN 1 Cibadak teaching factory
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cegah Kriminalitas, Farhan Perketat Pendataan Kos dan Kontrakan di Bandung

Bandara Husein Bandung Dikebut! Farhan Targetkan Operasional 17 September 2026

Dampak BRT Bandung: Parkir Badan Jalan Hilang, Pemkot Siapkan Gedung Parkir Modern

Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Makin Aneh? Akuntansi Dilewati, Senjata Api Dipelajari?

Polda Jabar Endus Potensi Tersangka Baru yang Bantu Pelarian Taufik Hidayat

Bandara Husein Segera Dibuka Kembali, Dedi Mulyadi Sebut Negosiasi dengan Kertajati Masih Berjalan

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.