Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jumat, 20 Februari 2026 04:00 WIB

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 03:00 WIB

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

Jumat, 20 Februari 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya
  • Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan
  • Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pungli Dana Kompensasi Sopir Angkot, Dedi Mulyadi Bongkar Siapa Dalangnya

By SusanaSenin, 7 April 2025 19:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah). Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara terbuka menyoroti dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi dalam penyaluran dana kompensasi kepada sopir angkot saat libur Lebaran 2025.

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa temuan ini bukan rekayasa, melainkan berdasarkan fakta yang disampaikan langsung oleh sopir angkot dan pihak terkait.

Dalam dialognya, Dedi meminta klarifikasi dari seorang sopir angkot bernama Emen Hidayat terkait keterlibatan pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih.

“Pak Emen, sampaikan kepada warga Jabar dan Indonesia, Pak Dadang ini ikut menyuruh memotong, menikmati atau tidak?” tanya Dedi dalam sebuah video yang diunggah di Instagram @dedimulyadi71 pada Senin (7/4/2025).

Baca Juga:  Aksi Digital Pemprov Jabar Dikecam, Aktivis Demokrasi Jadi Sasaran Serangan Doxing

Emen menjawab dengan tegas bahwa pungutan bukan berasal dari Dishub, melainkan dari pihak KKSU (Kelompok Kerja Sub Unit).

“Tidak, Pak. Para sopir angkot yang menerima dana kompensasi diminta uang oleh KKSU dan diserahkan kepada Pak Nandar di Basecamp sebesar Rp4 juta,” terang Emen.

Menanggapi itu, Dadang Kosasih, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, juga memberikan penjelasan.

“Izin, saya Dadang Kosasih. Jadi, waktu penyerahan juga sebenarnya tidak ada pelibatan dari Kabupaten, karena semua dari Provinsi. Kita hanya menyaksikan saat penyerahan simbolis di Polres,” ujarnya.

Baca Juga:  KDM Integrasikan Kebijakan Transportasi untuk Tekan Kecelakaan Lalu Lintas di Jabar

Dedi Mulyadi kemudian menegaskan kembali bahwa tidak ada rekayasa dalam kasus ini. Ia menyebut bahwa pungutan liar memang terjadi, namun dilakukan oleh oknum di luar instansi pemerintah.

“Ini kita tidak merekayasa, ini apa adanya. Ini fakta. Kalau benar ya katakan benar, kalau tidak ya katakan tidak. Bahwa pungutan liar yang dilakukan oleh Dishub Kabupaten Bogor tidak pernah ada. Yang ada adalah pungutan oleh KKSU dan uangnya pun dinikmati oleh mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkap informasi lain yang tidak kalah serius, yakni adanya pungutan sebesar Rp250 ribu di jalur Cibedug yang dilakukan oleh oknum KKSU agar sopir tetap bisa beroperasi di saat mereka seharusnya libur.

Baca Juga:  Kebijakan Dedi Mulyadi Soal Larangan Study Tour Berpotensi Picu Gelombang PHK

“Pungutan sebesar Rp250 ribu dilakukan oleh KKSU di jalur Cibedug, dan mereka menjamin sopir tetap bisa beroperasi di saat libur. Ini jelas pelanggaran,” tegas Dedi.

Ia juga meminta Polres Bogor untuk segera menindaklanjuti temuan ini dan menegaskan bahwa kemungkinan praktik serupa terjadi di wilayah lain.

“Saya yakin pungutan-pungutan seperti ini terjadi di banyak wilayah. Bedanya hanya, ada yang terbuka dan ada yang tidak,” tutup Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dana kompensasi Dedi Mulyadi pungli
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.