bukamata.id – Pengumuman penghargaan individu BRI Super League musim 2025/2026 langsung memicu gejolak di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Ketika kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini mendekati partai pemungkas, perbincangan publik justru bergeser pada rilis resmi yang dikeluarkan oleh I.League terkait nominasi para penggawa terbaik.
Kejutan terbesar yang memicu kontroversi hebat datang dari sektor penjaga gawang. Nama benteng terakhir Persib Bandung, Teja Paku Alam, secara tak terduga lenyap dari persaingan. Pihak operator justru meloloskan tiga nama lain untuk memperebutkan takhta Best Goalkeeper, yakni Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM Jogja), dan Igor Rodrigues (Persita Tangerang).
Keputusan mendepak Teja langsung menjadi buah bibir yang panas. Bagaimana tidak? Sepanjang musim bergulir, ia merupakan sosok sentral di balik kokohnya pertahanan Maung Bandung. Teja memegang rekor statistik mentereng dengan koleksi clean sheet terbanyak sekaligus kiper dengan rasio kebobolan paling minim. Namun, catatan emas di atas kertas tersebut tampaknya belum cukup memikat tim panelis liga yang memiliki tolok ukur tersendiri di luar angka mutlak nirbobol—seperti intensitas penyelamatan krusial, kepemimpinan taktis, dan stabilitas performa.
Amarah dan Kekecewaan Bobotoh di Jagat Maya
Luputnya nama Teja Paku Alam memancing reaksi keras dari pendukung setia Persib. Bobotoh ramai-ramai meluapkan kekecewaan mereka di berbagai platform media sosial, mempertanyakan kredibilitas dan transparansi tim penilai.
Berikut adalah riak suara dari para pendukung yang merasa pahlawan bawah mistar mereka telah dirugikan:
“Kiper dengan kebobolan paling sedikit dan cleansheet nomor satu di liga bisa-bisanya gak masuk tiga besar? Ini tim panelisnya nonton liga yang sama gak sih?”
“Sangat tidak adil buat Teja. Kontribusinya nyata bawa Persib di pucuk klasemen. Kalau statistik gak dipakai, mending gak usah ada rekap data di akhir musim!”
“Nadeo dan Igor memang bagus, tapi mengabaikan raja cleansheet musim ini adalah lelucon terbesar I.League tahun ini. Teja, kamu tetap yang terbaik di mata kami!”
Pembelaan Operator Liga dan Daftar Lengkap Nominasi
Merespons gelombang protes dan kritik tajam dari publik, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memberikan penjelasan mengenai dasar keputusan tim eksekutif. Ia menyatakan bahwa penghargaan ini tidak dirancang hanya dengan melihat angka-angka mentah secara visual.
“Kami ingin penghargaan ini benar-benar mencerminkan kualitas terbaik kompetisi. Karena itu, penilaian dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka statistik, tetapi juga dampak pemain dan pelatih terhadap permainan tim,” imbuh Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.
Di balik riuh polemik penjaga gawang, Persib Bandung sejatinya tetap mendominasi kategori lain. Sang juru taktik, Bojan Hodak, masuk dalam bursa pelatih terbaik setelah berhasil menuntun timnya memuncaki klasemen hingga pekan krusial. Ia akan bersaing dengan Fabio Lefundes dan Paul Munster. Selain itu, pilar muda Beckham Putra juga masuk dalam nominasi pemain terbaik musim ini.
Berikut peta kekuatan lengkap nominasi penghargaan individu Liga 1 2025/2026:
Best Goalkeeper
- Nadeo Arga Winata
- Cahya Supriadi
- Igor Rodrigues
Best Coach
- Fabio Lefundes
- Bojan Hodak
- Paul Munster
Best Goal
- Hokky Caraka
- Rendy Sanjaya
- M. Iqbal
Best Young Player
- Dony Tri Pamungkas
- Rivaldo Pakpahan
- Cahya Supriadi
Best Player
- Mariano Peralta
- Juan Villa
- Federico Barba
- Beckham Putra
- Allano Lima
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










