Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fakta Terungkap! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Ternyata Rekayasa Mengejutkan

Selasa, 7 April 2026 01:00 WIB

Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir

Senin, 6 April 2026 21:48 WIB

Persib Krisis Bek? Julio Cesar Dipastikan Tak Tampil di GBLA

Senin, 6 April 2026 21:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fakta Terungkap! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Ternyata Rekayasa Mengejutkan
  • Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir
  • Persib Krisis Bek? Julio Cesar Dipastikan Tak Tampil di GBLA
  • Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius
  • Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0, Puncaki Klasemen Grup B
  • Fakta Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2: Bukan Asli, Jangan Klik Link!
  • Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta
  • 16 Clean Sheet! Teja Paku Alam Kejar Rekor Legendaris Yoo Jae-hoon
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang ke KDM: Tata Ruang Boleh Ditegakkan, tapi Kunci Suksesnya Ada di Dialog Sosial dan Solusi Usaha

By Putra JuangJumat, 12 Desember 2025 17:55 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. Foto: Instagram @rafaelsitumorangsh.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana penanganan banjir Bandung Raya yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang berfokus pada pengembalian fungsi tata ruang alam hingga pembangunan bendungan, mendapatkan respons positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar.

Gubernur Dedi menyatakan bahwa mulai tahun 2026, Pemprov Jabar akan secara agresif menangani masalah banjir tahunan ini, terutama melalui dua aspek utama yakni pengelolaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur.

Dukungan Dewan: Penegakan Aturan Tata Ruang Wajib

Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang menyambut baik langkah-langkah yang diusulkan Dedi Mulyadi. Ia menilai inisiatif ini sebagai hal yang positif mengingat persoalan lingkungan di Jawa Barat yang semakin menurun.

Baca Juga:  Anne Ratna Mustika, Mantan Istri Dedi Mulyadi: Perjalanan Hidup dan Karier Pasca-Perceraian

“Saya melihat langkah itu sebagai hal yang positif. Secara nasional, termasuk di Jawa Barat, kita menghadapi persoalan lingkungan yang semakin menurun,” ucap Rafael Situmorang saat dihubungi, Jumat (12/12/2025).

Rafael Situmorang menyebut, kekhawatiran terhadap potensi bencana besar serupa yang pernah terjadi di wilayah lain menjadi alasan kuat mengapa penegakan aturan tata ruang wajib dilakukan.

“Kalau suatu saat muncul fenomena seperti di Sumatera, bencana besar yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi, kita tentu khawatir. Karena itu, penegakan aturan tata ruang memang wajib dilakukan,” tegasnya.

Dialog Sosial Sebagai Kunci Utama

Meskipun mendukung penuh penegakan tata ruang dan perbanyakan ruang hijau, Rafael Situmorang memberikan sorotan kritis mengenai potensi dampak sosial dari kebijakan tersebut.

Baca Juga:  Kebijakan Kompensasi Sopir Angkot Tuai Sorotan: Dana Diduga Dipotong, Data Jadi Masalah Utama

Ia mengingatkan bahwa banyak lokasi yang ditargetkan untuk dikembalikan ke fungsi alaminya sudah terlanjur menjadi tempat usaha yang melibatkan mata pencaharian masyarakat.

Oleh karena itu, politisi PDIP ini menekankan bahwa kunci keberhasilan kebijakan ini adalah dialog dengan masyarakat.

“Kuncinya dialog dengan masyarakat. Persoalannya kan bukan hanya lingkungan, tapi juga sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Ia mendesak agar pemerintah tidak hanya fokus pada aspek lingkungan semata, tetapi juga harus menyiapkan solusi dan jalan keluar yang konkret bagi masyarakat yang usahanya terdampak.

Baca Juga:  Viral Video Nasi Kotak, Dedi Mulyadi Sentil Kades Wiwin soal Tas Mewah

“Maka pemerintah harus menyiapkan solusi dan jalan keluar agar tidak menimbulkan gejolak. Betul, dialog itu penting,” tandasnya.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa tata ruang harus dikembalikan ke fungsi alamnya, termasuk memperbanyak ruang hijau dan menghentikan total alih fungsi lahan dari perkebunan teh/hutan menjadi perkebunan sayur yang tidak menguatkan tanah.

“Mereka yang mengalihfungsikan lahan harus mengembalikannya menjadi perkebunan teh atau tanaman keras lainnya, agar tidak menimbulkan sedimentasi ke Sungai Citarum,” kata Dedi, Rabu (10/12/2025).

Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan pembangunan bendungan di kawasan Kertasari, Kabupaten Bandung, sebagai solusi pengendalian banjir jangka panjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD Jabar penanganan banjir bandung raya Rafael Situmorang tata ruang Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius

Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta

Dosen PPPK Keluhkan Karier Mandek dan Tukin Tak Adil, DPR RI Diminta Turun Tangan

Ijazah Terancam, Wali Murid SMK IDN Kejar Waktu Demi Masa Depan Siswa

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Jangan Tertipu! Link Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ini Diduga Jebakan Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.