bukamata.id – Untuk pertama kalinya sejak didirikan pada tahun 2024, Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (Federasi SP BPD SI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Acara bersejarah ini berlangsung pada 17–19 Juli 2025 di Pulau Dewata, Bali, dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat konsolidasi serta sinergi antaranggota serikat pekerja BPD dari seluruh penjuru Indonesia.
Rakernas perdana ini diprakarsai oleh Serikat Pekerja Bank BPD Bali sebagai tuan rumah, dengan partisipasi perwakilan dari 15 Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah beserta afiliasinya. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, pejabat Pemerintah Provinsi Bali, serta jajaran direksi dan komisaris Bank BPD Bali.
“Acara akan dihadiri oleh pejabat perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, pejabat pemerintah Provinsi Bali dan jajaran direksi serta komisaris bank BPD Bali selaku tuan rumah Rakernas,” ujar Presiden Federasi SP BPD SI, Alex Sandra, dalam keterangannya, Kamis (17/7/2025).
Alex menekankan bahwa Rakernas ini memiliki peran krusial sebagai wadah konsolidasi serta penentuan arah perjuangan serikat pekerja BPD di masa mendatang.
“Dengan anggota yang telah mencapai 50.000 pekerja di seluruh Indonesia, tentu Federasi ini membutuhkan masukan dan dukungan dari semua pemangku kepentingan. Rakernas menjadi ajang strategis untuk merumuskan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para pekerja ke depan,” jelasnya.
Tak hanya menjadi forum internal, Rakernas ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat hubungan tripartit antara pekerja, pemerintah, dan manajemen perbankan daerah.
“Rakernas ini diharapkan tak hanya menjadi forum internal bagi serikat pekerja, tetapi juga wadah mempererat hubungan tripartit antara pekerja, pemerintah, dan manajemen perbankan daerah, guna menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif,” imbuh Alex.
Semangat kolektif yang diusung dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Federasi SP BPD SI untuk menjadi kekuatan strategis dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan pekerja, sekaligus mendukung kemajuan sektor perbankan daerah di Indonesia.
Sebelumnya, Federasi SP BPD SI juga telah mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-1 pada 6 Agustus 2024 di Hotel The Papandayan, Bandung, sebagai langkah awal konsolidasi nasional.
Alex mengungkapkan bahwa pembentukan federasi ini berawal dari inisiatif sembilan serikat pekerja yang sepakat membentuk wadah bersama pada Maret 2024.
“BPD itu ada 26 di seluruh Indonesia, yang bisa kontak aktif itu ada 15, terakhir Bank Papua. Sejauh ini yang lainnya, ada yang aktif, ada yang sudah ada tapi tidak aktif, atau ada juga beberapa yang belum terbentuk,” ungkapnya.
Lebih jauh, Alex menyampaikan bahwa kehadiran Federasi SP BPD SI sangat penting dalam menciptakan komunikasi yang sehat antara pegawai dan perusahaan.
“Ketika belum ada organisasi, ketika ada masalah itu akan jadi letupan-letupan yang tidak bisa dikordinir. Justru kalau misalnya ada wadah, artinya ada tempat para pegawai itu menyampaikan keluh kesahnya, terus bisa mensupport ketika ada masalah dan kita akan menjadi bagian yang memang bisa berdiri sama-sama dengan kedudukan yang setara, tapi win-win solution antara kedua belah pihak,” jelasnya.
Dengan pelaksanaan Rakernas ini, Federasi SP BPD SI menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam membangun industri perbankan daerah yang lebih inklusif, harmonis, dan berdaya saing.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










