Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Bikin Heboh, Netizen Temukan Fakta Mengejutkan

Rabu, 20 Mei 2026 03:00 WIB

Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!

Rabu, 20 Mei 2026 02:00 WIB

Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen

Rabu, 20 Mei 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Bikin Heboh, Netizen Temukan Fakta Mengejutkan
  • Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!
  • Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen
  • Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya
  • Laga Terakhir Super League 2026: Persib Ditinggal Marc Klok, Ini Kondisi Tim
  • Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rakyat Anti Penggusuran ‘Serbu’ DPRD Jabar, Buang Sampah sebagai Simbol Kekecewaan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 4 September 2025 13:36 WIB2 Mins Read
Gabungan Rakyat Anti Penggusuran menggelar aksi simbolik buang sampah di depan DPRD Jawa Barat, Kamis (4/9/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gabungan Rakyat Anti Penggusuran menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (4/9/2025).

Dalam aksinya, massa membuang sampah ke gerbang utama gedung dewan sebagai bentuk simbolik kekecewaan terhadap wakil rakyat.

Koordinator aksi, Angga, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respons atas maraknya tindakan represif aparat terhadap warga dan mahasiswa dalam beberapa rangkaian demonstrasi sebelumnya.

“Ini merupakan aksi responsif, tadi malam kita koordinasi dengan beberapa titik warga di kampung kota Bandung yang berlawan. Ada Dagoelos, Taman Sari Bersatu, Cipedas Melawan, Sukahaji Melawan, serta kawan-kawan di Rakyat Anti Penggusuran,” ujar Angga.

Baca Juga:  Aksi Nyata, Relawan Arfi-Yena Bersihkan Sampah Usai Pawai Kendaraan Hias di Kota Bandung

Menurutnya, kehadiran aparat TNI-Polri di tengah masyarakat justru menimbulkan rasa takut. Karena itu, aksi kali ini mengangkat tema “Buang Sampah pada Tempatnya”, dengan makna bahwa DPRD dianggap tidak berbeda dengan sampah lantaran dinilai tak mendengar aspirasi rakyat.

“Demonstrasi di depan DPRD pun akhirnya kebanyakan masih sebatas simbolis. Maka warga menilai tempat ini selayaknya adalah tempat sampah. Apa bedanya mereka (dewan) dengan sampah, ketika tidak bergeming melihat rakyat menderita?” tegas Angga.

Baca Juga:  Evaluasi Pengelolaan Sampah, Sekda Herman: Sinergi Pemerintah untuk Hasil Optimal

Dalam aksinya, massa membawa 10 tuntutan, di antaranya:

  1. Menolak represivitas aparat TNI-Polri terhadap rakyat.
  2. Menuntut reformasi Polri dan tanggung jawab atas kematian 10 warga Indonesia dalam rangkaian aksi Agustus–September.
  3. Mendesak pembebasan seluruh massa aksi yang masih ditahan di Polda dan Polres di berbagai daerah.
  4. Menolak kerjasama antara Pemprov Jawa Barat dengan TNI yang dinilai berpotensi melanggengkan peran militer di ranah sipil.
  5. Menuntut hukuman berat bagi koruptor, termasuk hukuman mati serta penyitaan seluruh asetnya.
Baca Juga:  Arfi-Yena Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Tebus Sembako Murah di Kota Bandung

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat kampung kota Bandung, mulai dari Dagoelos, Taman Sari Bersatu, Cipedas, Sukahaji, hingga jaringan rakyat anti penggusuran lainnya.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

demonstrasi DPRD Jabar Gabungan Rakyat Anti Penggusuran sampah tuntutan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.