Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bulan Penentuan Gelar! Inilah Jadwal Padat Persib Bandung di April 2026

Rabu, 1 April 2026 12:05 WIB

Tertawa di Atas Luka! Dua Wanita Ini Ejek Remaja ‘Kampungan’, Ternyata Kisah Dibaliknya Bikin Nyesek!

Rabu, 1 April 2026 11:54 WIB

Pansus XIII Resmi Bergerak, LKPJ Gubernur 2025 Masuk Tahap Krusial

Rabu, 1 April 2026 09:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bulan Penentuan Gelar! Inilah Jadwal Padat Persib Bandung di April 2026
  • Tertawa di Atas Luka! Dua Wanita Ini Ejek Remaja ‘Kampungan’, Ternyata Kisah Dibaliknya Bikin Nyesek!
  • Pansus XIII Resmi Bergerak, LKPJ Gubernur 2025 Masuk Tahap Krusial
  • Italia Absen Lagi di Piala Dunia untuk Ketiga Kalinya Usai Takluk dari Bosnia
  • Banjir Hadiah! Cek Kode Redeem FF 1 April 2026: Ada Skin DJ Alok & Loot Crate Gratis
  • Buru Link Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri? Awas Banyak Bahaya Tersembunyi
  • Tak Terbendung! Tim Puncak Klasemen Siap Kejar Target Hattrick Juara Super League 2025
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 1 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ramai Tes Kehamilan Siswi SMA, Alissa Wahid: Diskriminasi pada Perempuan

By Putra JuangSenin, 27 Januari 2025 22:30 WIB2 Mins Read
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kestra), Alissa Qotrunnada Wahid. (Foto: dok. NU Online)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ramai di media sosial yang menampilkan rekaman para siswi sedang mengantre di toilet sekolah untuk melakukan tes kehamilan.

Sekolah yang melakukan tes kehamilan kepada siswi itu salah satunya terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Sulthan Baruna, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kestra), Alissa Qotrunnada Wahid menilai bahwa praktik tersebut merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

“Itu diskriminasi terhadap perempuan, walaupun niatnya baik ya. Tapi tes kehamilan itu kan sesuatu yang sangat privat, mengandung unsur kesakitan, dan kekerasan,” ucap Alissa dikutip laman NU Online, Senin (27/1/2025).

Baca Juga:  Ngeri! Kawanan Buaya Berkeliaran di Cianjur Akibat Tembok Penangkaran Jebol

Alissa mengatakan bahwa pihak sekolah tidak percaya kepada para siswinya, sehingga justru membawa iklim atau penilaian yang sangat tidak baik kepada pihak sekolah.

“Berarti pihak sekolah itu tidak percaya sama sekali kepada murid-muridnya, ketidakpercayaan itu sendiri sudah membawa iklim sangat tidak baik di sekolah,” ungkapnya.

Alissa mengungkapkan bahwa anak-anak perlu tumbuh dalam kondisi dan situasi yang mereka dipercaya.

Baca Juga:  Gaduh Olokan Gus Miftah, PBNU: Dakwah Harus Utamakan Kelembutan dan Adab

“Anak-anak kita perlu tumbuh dalam kondisi yang dipercaya,” ujarnya.

Alissa menyebut, anak-anak perlu tumbuh dalam kondisi dan situasi yang dipercaya, maka mereka dapat mengambil keputusan berbagai hal dengan baik.

“Anak-anak kita perlu tumbuh dalam kondisi yang dipercaya, karena kalau dia (anak) dipercaya, dia (anak) bisa mengambil keputusan dengan baik,” imbuhnya.

Alissa menegaskan, semua tes kehamilan dan keperawanan bagi perempuan, maupun tes keperjakaan kepada laki-laki, merupakan hal yang tidak boleh dilakukan karena sifatnya sangat privasi.

Baca Juga:  Insiden Dugaan Keracunan MBG Terjadi Lagi di Cianjur, Puluhan Siswa Jadi Korban

“Tidak boleh tes keperjakaan, tes keperawanan, tes kehamilan. Itu hal yang sangat privat dan tidak selayaknya dilakukan seperti itu,” tegasnya.

Alumnus Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan bahwa pihak sekolah seharusnya membantu para siswanya melindungi diri dengan cara memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan seks.

“Kalau pihak sekolah ingin agar anak-anak ini menjaga dirinya, bantu mereka untuk menjaga dirinya, bukan dengan melakukan tes-tes kehamilan atau tes keperawanan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alissa Qotrunnada Wahid cianjur Nahdlatul Ulama PBNU siswi SMA tes kehamilan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pansus XIII Resmi Bergerak, LKPJ Gubernur 2025 Masuk Tahap Krusial

Ilustrasi isi BBM

Stok BBM di Kota Bandung Terkendali, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Bandung Zoo

Dedi Mulyadi Klaim 90 Persen Masalah Bandung Zoo Tuntas, Tinggal Cari Pengelola Baru

Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026

Ribuan pengemudi ojol melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, 20 Mei 2025.

Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

Ilustrasi isi BBM

Kabar Gembira! Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.