Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wisata Kuliner Sukabumi 2026: 10 Rekomendasi Tempat Makan Paling Legendaris dan Wajib Dicoba

Sabtu, 3 Oktober 2026 06:00 WIB
BSU Kemnaker

Bansos Oktober 2026 Cair! Ada BSU Rp900 Ribu hingga Beras 30 Kg, Ini Rinciannya

Sabtu, 3 Oktober 2026 05:00 WIB

Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif

Sabtu, 3 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wisata Kuliner Sukabumi 2026: 10 Rekomendasi Tempat Makan Paling Legendaris dan Wajib Dicoba
  • Bansos Oktober 2026 Cair! Ada BSU Rp900 Ribu hingga Beras 30 Kg, Ini Rinciannya
  • Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif
  • BSU Oktober-Desember 2026 Dibayar Sekaligus, Total Bantuan Rp900 Ribu
  • Surga Tersembunyi di Tanah Sunda: 6 Destinasi Wisata Sukabumi Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Panduan Lengkap Cek Penerima BSU 2026: Subsidi Upah Rp900 Ribu Cair Sekaligus untuk 3 Bulan
  • Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi
  • Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ratusan Ribu Kendaraan di Bandung Barat Belum Bayar Pajak, Petugas Turun ke Jalan

By Aga GustianaJumat, 13 Februari 2026 13:55 WIB4 Mins Read
Operasi gabungan penertiban pajak kendaraan bermotor di kawasan simpang Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Operasi terpadu penertiban pajak kendaraan digelar di kawasan Simpang Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Hasilnya cukup mencolok: ratusan ribu kendaraan tercatat belum melunasi kewajiban pajaknya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan tim gabungan dari Bapenda Bandung Barat, Samsat Cimareme, serta Polres Cimahi. Petugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap kendaraan yang melintas, sekaligus membuka layanan pembayaran di tempat.

213 Ribu Kendaraan Masih Menunggak

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Bandung Barat, Dayli Setiaji, mengungkapkan bahwa dari total potensi sekitar 665 ribu kendaraan, baru 441 ribu unit yang tercatat patuh membayar pajak. Sisanya, sebanyak 213 ribu kendaraan, masuk kategori menunggak.

“Jadi ini pemeriksaan pajak, bagi penunggak pajak yang sudah melewati batas tahunan Ataupun memang dari 5 tahunan. Jadi ketika memang penunggak pajak itu menunggak, amit-amit di jalan ada kejadian apa-apa. Jadi bisa terdeteksi juga yang pertama itu. Terus yang keduanya memang dengan ketaatan pajak itu kan kita akan bisa membangun. Khususnya untuk pembangunan di Jawa Barat. Sesuai dengan program yang sudah dicanangkan oleh Gubernur,” kata Dayli, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga:  Tanah Bergerak per Menit, BPBD Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat 12 Hari di Cigombong

Menurut Dayli, sebagian besar tunggakan berasal dari kendaraan roda dua. Karena itu, pemeriksaan difokuskan untuk menekan angka pelanggaran dari kelompok tersebut.

”Yang taat itu, itu kurang lebih kan, potensi itu 665 ribu kendaraan. Dengan yang taat itu 441 ribuan. Dengan kendaraan yang menunggak, itu ada 213 ribuan kendaraan yang menunggak, yang belum bayar pajak, khusus di daerah Kabupaten Bandung Barat,” ungkapnya.

Ia berharap operasi tiga hari ini mampu mendorong peningkatan kesadaran wajib pajak.

”Kebanyakan di sini itu di kendaraan roda 2. Ya mudah-mudahan dengan program pemeriksaan pajak ini, kita bisa menekan angka itu. Pelaksanaanya tiga hari, dengan hari besok. Kemarin, hari ini, dan juga besok, tiga hari pelaksanaan,” imbuh Dayli.

Pembayaran di Tempat Capai Rp29 Juta

Selain kendaraan pribadi, petugas juga memeriksa kendaraan umum berpelat kuning. Hingga hari kedua pelaksanaan, belum ada kebijakan khusus berupa penghapusan denda bagi penunggak yang terjaring razia.

“Dari pembayaran langsung di lokasi, petugas mencatat penerimaan sekitar Rp 29 juta,” kata Dayli.

Baca Juga:  Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Sementara itu, Kepala Samsat Bandung Barat sekaligus Ketua Tim Operasi, Ardhana Mulya, menyebut wajib pajak yang belum melunasi di lokasi akan diarahkan ke outlet pelayanan terdekat.

”Ada lima outlet. Lima outlet ada di Lembang, di Cikalong, Cikalong Wetan. Terus di Marga Asih. Ada juga di Gunung Halu, salurannya di Cililin. Nah, selain itu juga kita punya samsat keliling, mobil keliling,” kata Ardhana.

Untuk memperluas akses layanan, tersedia tiga unit mobil Samsat keliling yang beroperasi di sejumlah titik.

”Itu ada tiga mobil untuk samsat keliling. Untuk memudahkan masyarakat ya, nggak usah bingung gitu ya. Jadi di luar itu juga bisa langsung pakai aplikasi Sapa Warga,” imbuhnya.

Ardhana menjelaskan, pembayaran pajak tahunan kini bisa dilakukan secara daring. Namun, untuk pajak lima tahunan, pemilik kendaraan tetap wajib datang langsung ke kantor Samsat karena harus menjalani pengecekan fisik kendaraan.

”Itu pakai online langsung aja bisa pilihan transport gitu. Untuk tahunan. Kalau yang lima tahun mah tetap harus ke samsat ini. Karena kan harus cek fisik,” jelas Ardhana.

Baca Juga:  SPMB 2025 di Bandung Barat Digelar Dua Tahap, Disdik Siapkan Kuota 17.070 Siswa

Edukasi dan Keselamatan Jadi Fokus

Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Bandung Barat, Rini Sartika, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga bagian dari edukasi publik.

”Kepatuhan masyarakat pengendara kendaraan untuk membayar pajak, sekaligus juga untuk mengedukasi masyarakat bahwa pajak itu wajib dibayar karena ada manfaatnya untuk pembangunan daerah,” kata Rini.

Ia menambahkan, pembayaran pajak kendaraan juga berkaitan dengan perlindungan asuransi bagi pengendara.

”Itu salah satunya juga manfaatnya adalah untuk meningkatkan keselamatan pengendara di jalan raya karena kalau dengan bayar pajak kan disitu ada asuransi juga ya,” tuturnya.

Rini berharap keberadaan jaminan tersebut tidak disalahartikan.

”Asuransinya ada, bukan malah menjadi ugalan-ugalan, tapi justru menjamin untuk keselamatan mereka di jalan raya. Sebenarnya itu tujuan utamanya,” tandasnya.

Dengan angka tunggakan yang masih tinggi, pemerintah daerah berharap operasi serupa dapat meningkatkan kepatuhan sekaligus mendongkrak penerimaan daerah demi mendukung pembangunan di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BSU Kemnaker

Bansos Oktober 2026 Cair! Ada BSU Rp900 Ribu hingga Beras 30 Kg, Ini Rinciannya

Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif

BSU Oktober-Desember 2026 Dibayar Sekaligus, Total Bantuan Rp900 Ribu

Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.