Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action

Sabtu, 4 April 2026 16:47 WIB

Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua

Sabtu, 4 April 2026 15:15 WIB

Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!

Sabtu, 4 April 2026 14:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rencana Dedi Mulyadi Hapus PR Sekolah Dikritik: Jangan Abaikan Peran Guru dalam Pembelajaran

By Aga GustianaKamis, 12 Juni 2025 11:04 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghapus pekerjaan rumah (PR) bagi pelajar menuai kritik dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menilai kebijakan tersebut berpotensi mengabaikan peran penting guru dalam proses pendidikan.

Dalam pernyataannya, Kamis (12/6/2025), Lalu menegaskan bahwa keputusan untuk memberikan PR seharusnya menjadi kewenangan guru, bukan kepala daerah. “Guru adalah pihak yang paling memahami kebutuhan serta karakter siswa. Memberikan atau tidak memberikan PR seharusnya bergantung pada penilaian profesional guru,” ujarnya.

Politisi PKB itu menekankan bahwa proses belajar bersifat kontekstual dan tidak bisa disamaratakan. Menurutnya, bagi sebagian siswa, PR menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman materi yang telah dipelajari di kelas.

“Ada siswa yang butuh latihan tambahan di rumah, ada juga yang tidak. Di sinilah pentingnya otonomi guru dalam merancang strategi belajar yang sesuai,” tegas Lalu.

Baca Juga:  Daftar ke KPU Jabar, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Bakal Diarak dari Stadion Sidolig

Ia juga mengingatkan agar semangat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tidak mengabaikan prinsip pedagogis dan profesionalitas tenaga pendidik. “Kami mendukung inovasi dalam pendidikan, tapi kebijakan harus tetap berbasis keilmuan dan melibatkan masukan dari para praktisi pendidikan. Jangan sampai inovasi yang bersifat populis malah merugikan profesionalitas guru,” tambahnya.

Rencana penghapusan PR ini merupakan bagian dari kebijakan baru yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelang tahun ajaran 2025/2026. Selain menghapus PR, Pemprov juga berencana membatasi aktivitas malam bagi siswa. Melalui kebijakan baru, pelajar tidak diperkenankan keluar rumah setelah pukul 21.00 WIB, kecuali dengan alasan mendesak dan izin orang tua.

Baca Juga:  Anthika Asmara Butuh 10 Menit untuk Terpilih Sebagai Ketua PWI Ciamis

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan memberikan ruang lebih bagi anak untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga. “Kami ingin agar tugas-tugas sekolah diselesaikan di sekolah. Di rumah, anak-anak bisa fokus pada kegiatan lain seperti membaca, berolahraga, membantu orang tua, atau belajar keterampilan hidup,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (4/6/2025).

Baca Juga:  Warga Puncak Bogor Bongkar Paksa Hibisc Fantasy Berawal dari Titah Dedi Mulyadi

Kebijakan ini pun menuai perdebatan. Di satu sisi, ada harapan bahwa pendekatan baru ini dapat mendukung perkembangan karakter anak. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa penghapusan PR secara menyeluruh justru membatasi ruang gerak guru dalam mengelola strategi pembelajaran yang efektif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar guru jawa barat kebijakan pendidikan Komisi X DPR Pendidikan PR sekolah sekolah 2025 siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.