Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gila! Persib Siapkan ‘Skuad Monster’ 2026/2027, 4 Pos Krusial Langsung Disikat

Minggu, 29 Maret 2026 14:18 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘7 Menit’ Ramai Dicara, Ada Link Telegram?

Minggu, 29 Maret 2026 13:45 WIB

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Minggu, 29 Maret 2026 13:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gila! Persib Siapkan ‘Skuad Monster’ 2026/2027, 4 Pos Krusial Langsung Disikat
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘7 Menit’ Ramai Dicara, Ada Link Telegram?
  • Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna
  • Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Pekerja Wisata Kepung Gedung Sate, Tuntut Gubernur Jabar Cabut Surat Edaran Nomor 45

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 21 Juli 2025 11:25 WIB2 Mins Read
pekerja pariwisata
Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025).

Aksi damai ini digelar untuk menuntut pencabutan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang dinilai berdampak negatif terhadap sektor pariwisata.

Sejak pagi, puluhan bus terparkir di sekitar Jalan Diponegoro, membawa peserta aksi yang berasal dari berbagai sektor pariwisata, mulai dari pemandu wisata, sopir dan kru bus, pemilik travel, pengelola objek wisata, pengrajin oleh-oleh, seniman budaya, hingga pelaku UMKM berbasis wisata.

Di tengah teriakan “Cabut, Cabut, Cabut!”, ribuan massa berdiri tegak di bawah terik matahari sambil membawa poster bertuliskan “Jangan Matikan Wisata Kami”, “Kami Bukan Musuh Pemerintah”, dan “Cabut Surat Edaran Nomor: 45!”

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Resmi Larang Pelajar Jabar Nongkrong di Atas Jam 8 Malam

Hingga pukul 11.00 WIB, belum ada satu pun pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menemui massa aksi, meskipun gelombang orasi terus berlangsung di depan gerbang Gedung Sate.

SE Nomor 45 Dinilai Matikan Sektor Pariwisata Jawa Barat

Aksi ini dipelopori oleh Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB). Mereka menyampaikan bahwa sejak SE Nomor 45 diterbitkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat anjlok drastis. Banyak agenda wisata dibatalkan, transaksi ekonomi tersendat, dan ribuan keluarga kehilangan sumber penghasilan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pertimbangkan Revisi Kerja Sama dengan TNI AD

“Kami tidak menolak aturan, tapi kami butuh kebijakan yang adil, berpihak, dan melibatkan para pelaku langsung di lapangan,” ujar salah satu orator aksi dari atas mobil komando.

Para pekerja wisata menyebut bahwa pariwisata adalah denyut nadi perekonomian, terutama di desa-desa. Jika kebijakan diambil sepihak tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak langsung, maka dampaknya bisa sangat fatal.

Baca Juga:  KDM Pastikan Bantuan Rp9 Juta bagi Pekerja Tambang Parung Panjang Disalurkan Dua Tahap

Harapan Dialog dan Kebijakan yang Berpihak

Koordinator aksi menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk menyuarakan harapan. Mereka meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar bersedia berdialog langsung dan meninjau kembali isi dari Surat Edaran Nomor 45.

“Jangan buat kebijakan dari balik meja tanpa melihat realitas di lapangan. Pariwisata adalah sumber kehidupan kami,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, ribuan massa masih bertahan di sekitar Gedung Sate, berharap pintu dialog dibuka demi keberlangsungan hidup para pelaku industri wisata Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi demo Gedung Sate 2025 pariwisata jawa barat Surat Edaran Nomor 45
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.